Connect with us

Serba Serbi

Balas Jasa Pahlawan, Kembang Ikhlas Jaga TMP

Diterbitkan

||

Kembang ikhlas menjaga Taman Makam Pahlawan (TMP) di Desa Gunung Petung, Turen.

 

KABARMALANG.COMKembang warga Desa Gunung Petung ikhlas menjaga Taman Makam Pahlawan (TMP) di Desa Gunung Petung, Turen. Hal ini dilakukan untuk hormati dan membalas semua jasa-jasa para pahlawan yang telah gugur.

Pria paruh baya tersebut mengikhlaskan diri untuk menjadi penjaga Taman Makam Pahlawan (TMP) Desa Gunung Petung, Turen, tanpa ada bayaran atau gaji sejak tahun 1967 silam.

“Saat itu, di tahun 1967, saya di suruh menjaga makam ini oleh salah satu kyai yang mau meninggal, dan anaknya gak mau meneruskan,” ujar Kembang, Sabtu (15/08/2020) ditemui awak media.

Menurut Kembang, Kyai tersebut datang langsung ke rumah, sambil meminta agar dirinya merawat makam yang saat itu masih ada 100 makam, dan kondisinya sangat memprihatikan.

“Kyai itu datang ke rumah minta buat merawat di sini (TMP, red) kira-kira waktu itu masih 100 Makam. Akhirnya saya mau mengurus karena tidak tega makam-makam pahlawan ini tidak terurus, dan banyak rumput-rumput ilalang setinggi batu nisan. Alhamdulillah saya bersihkan sampai serapi ini sekarang,” jelasnya.

Akan tetapi, dalam mengurus TMP tersebut, Kembang tidak mendapatkan gaji pokok dari pihak Desa Gunung Petung maupun dari Kecamatan Turen. Dia, mengaku ikhlas tanpa ada bayaran.

“Saya dari awal ikhlas tanpa dibayar, Alhamdulillah baru-baru ini dapat bantuan beras dan uang dari Departemen Sosial. Jika dari desa cuma dikasih beras sesekali dan baru-baru ini. Sebelumnya tidak pernah dapat bantuan sama sekali,” ucapnya.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Kembang menjadi buruh cangkul atau mendapatkan santunan dari peziarah atau warga.

“Tapi, kalau dari merawat makam tidak dapat gaji. Biasanya ada bantuan seikhlasnya dari warga dan peziarah. Selain merawat makam ini biasanya saya bekerja jadi buruh cangkul,” akunya.

Namun, di tahun 2019 lalu, Kembang akhirnya mendapatkan gaji per tiga bulan sekali, tapi terasa tidak layak atas jasanya merawat makam para pahlawan ini sejak 1967, dan saat ini sudah ada 172 makam yang harus dirawat dalam setiap harinya

“Sejak 2019 ini Departemen Sosial memberikan Rp 750.000,- per 3 bulan. Di tahun 2020 ini rencananya naik jadi Rp 1.120.000,- per 3 bulan, tapi jadi apa tidak saya belum tahu. Saya merawat di sini setiap hari dari pagi sampai sore, biasanya menyapu dan mencabuti rumput,” tandasnya

Komandan Koramil (Danramil) 0818/14 Turen, Kapten Inf Yuyud Hadi Purnomo mengakui jasa-jasa Kembang selama ini. Bahkan, setiap kali dirinya datang ke TMP, ia selalu melihat kondisi TMP bersih tanpa ada rumput liar.

“Komentar saya mengenal Pak Kembang, apapun ceritanya bahwa dia berjasa kepada TMP. Apalagi Pak Kembang juga kategori keluarga ekonomi sederhana,” ujarnya.

Untuk itu, lanjut Yuyud, dirinya berharap Pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Sosial bisa meringankan beban ekonomi bapak Kembang, terutama pihak Desa Gunung Petung.

“Kita harap juga ada perhatian dari semua pihak, kalau hanya mengandalkan Koramil ya pasti ada batasnya juga. Karena Koramil hanya pemakaman dengan protokol-protokol kemiliteran. Tugas untuk perawatan atau memberikan honor penjaga makam adalah pada dinas terkait,” pungkasnya. (ski/fir)

 

Serba Serbi

Jelang Arema FC Jamu Borneo, Polres Malang Siapkan Laga Tanpa Penonton

Diterbitkan

||

Oleh

Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar. (Foto: Imron Haqiqi).

 

KABARMALANG.COM – Kompetisi Shopee Liga 1 2020 yang dihentikan di pekan ke-3 pada Maret 2020 silam akan dihelat kembali mulai 1 Oktobee nanti.

Tim kebanggaan warga Malang Raya, Arema FC akan berlaga pada 13 Oktober nanti melawan Borneo FC di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang.

Pada saat laga itu, Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar mengatakan sudah membuat beberapa persiapan untuk mengantisipasi antusiasme supporter Aremania. Sebab dalam laga itu, sebagaimana ketetapan dari manajemen liga 1.

“Kan pada setiap laga tidak boleh ada satu pun penonton. Tapi untuk antisipasi adanya antusiasme supporter nanti kita akan membuat antisipasi untuk memastikan tidak ada penonton,” terang saat dikonfirmasi, Sabtu (26/09/2020) sore.

Antisipasi yang akan dilakukan oleh jajaran Polres Malang menurut Hendri yakni berupa sterilisasi dan sosialisai, serta koordinasi dengan pihak panpel (panitia pelaksana).

“Untuk sterilisasi nanti kita akan berjaga di area Stadion Kanjuruhan. Tiga jam sebelum pertandingan nanti tidak boleh ada yang masuk lagi ke dalam Stadion,” ujarnya.

Lebih lanjut, pria kelahiran Solok, Sumatera Barat itu juga mengatakan akan melakukan sosialisasi di setiap kecamatan bersama Muspika, serta akan menyediakan layar agar supporter dapat menonton bareng (nobar) di kecamatan masing-masing.

“Nanti akan kita koordinasikan di setiap kecamatan. Supaya suporter tidak perlu hadir di Stadion untuk menonton klub kesayangannya (Arema, red),” tutup Hendri. (ron/rjs)

Lanjutkan Membaca

Serba Serbi

Di Bululawang Ada Pameran Bonsai Terbesar Pertama Kali Di Malang

Diterbitkan

||

Oleh

Salah satu jenis bonsai yang didisplay dalam pameran bonsai di Kecamatan Bululawang (Foto: Imron Haqiqi)

 

KABARMALANG.COM – Bagi masyarakat yang hoby koleksi tanaman unik, di Malang kini ada pameran bonsai. Tepatnya di Rest Area Kecamatan Bululawang. Ada sekitar 270 bonsai yang mengikuti pameran regional yang digelar oleh PBB (Paguyuban Bonsai Bululawang) itu.

Setiap bonsai yang ikut dalam pameran bertajuk ‘Kabupaten Malang Bersemi’ itu nantinya akan dinilai oleh panitia. Salah satu panitia penyelenggara, Puguh Beni Wahyudi mengatakan pameran yang digelarnya itu merupakan yang pameran terbesar pertama kalinya di Kabupaten Malang.

Bahkan, tidak hanya dari Malang Raya, pameran bonsai diikuti hingga Kalimantan, Sumatera dan Bali.

“Ada dari Malang Raya, Jawa Timur, Kalimantan, Sumatera, Bali. Itu yang datang bonsainya saja, dikirim lewat paket, orangnya tidak ikut,” kata Puguh, Jumat (25/09/2020).

“Penilaiannya meliputi bentuk, umur, keserasian dengan pot. Lebih tua, bonsai itu lebih bagus. Ini bukan berdasarkan ukuran. Pohon apa saja bebas. Cuma satu kelas, regional,” terangnya.

Puguh pun menyebutkan, pada umumnya ada empat kelas pameran bonsai. Prospek, regional, madya dan utama.

“Prospek ini yang masih bahan saja. Regional setengah jadi. Madya itu yang baik sekali bisa dapat sertifikat untuk ikut utama,” ucapnya.

Pada pagelaran pameran bonsai itu, penyelenggara tidak lupa menerapkan protokol kesehatan. Pengunjung pameran dibatasi maksimal 20 orang.

“Demi kesehatan dan keamanan. Biar gak berjubel di dalam, juga demi keamanan bonsai itu sendiri,” tukas Puguh. (haq/fir)

Lanjutkan Membaca

Serba Serbi

Pembuatan Batik, Sandhya Nusantara Berdayakan Masyarakat Sekitar

Diterbitkan

||

Oleh

Pemberdayaan masyarakat di RW 03 Kelurahan Sukun dalam proses pembuatan batik

 

KABARMALANG.COM – Pemberdayaan masyarakat di RW 03 Kelurahan Sukun, Kota Malang pada Jumat (25/09/2020). Ini dilakukan Sandhya Nusantara dalam proses pembuatan batik.

Selain sebagai galeri dan toko menjual batik, tempat tersebut juga sebagai rumah. Galeri Sandhya Nusantara ini dikelola oleh Nena Bachtiar.

“Jadi awalnya itu, saya sendiri adalah penyuka batik. Suka dengan budaya-budaya Indonesia,” ujarnya, kepada Kabarmalang.com.

Kemudian, lanjut Nena, ikut pelatihan mandiri karena pada waktu itu pelatihan dari instansi masih belum ada. Ketika, ada pelatihan dari instansi akhirnya ia diundang setelah itu Nena memberdayakan masyarakat sekita.

Nena mengatakan, bentuk pemberdayaan yang diberikan kepada masyarakat dengan mengadakan pelatihan membatik bagi ibu-ibu di RW 03 diantaranya nyanting dan pewarnaan.

“Kalau ada pesanan, kita mengajak ibu-ibu. Ada yang nyanting dan pewarnaan. Sandhya Nusantara beranggotakan 15 orang dari RW 03,” katanya.

Untuk pemesanan dari luar Kota Malang juga ada, seperti dari Surabaya dan Nusa Tenggara Barat. Terakhir, ada mahasiswa dari Malaysia, datang melalui akses dari Universitas Brawijaya.

“Sebelum ada pandemi kita ada pesanan baik itu custom, seragam, dan lainnya. Saat pandemi kita terimbas, alhamdulillah pesanan custom tetap ada, walaupun gak sekencang sebelumnya,” lanjutnya.

Nena berharap, pemberdayaan untuk ibu rumah tangga ini bisa meningkatkan perekonomian mereka sendiri maupun untuk masyarakat. (fat/fir)

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement Iklan Sosialisasi Perwali Kota Batu
Advertisement Iklan cukai Pemkot Batu

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com