Connect with us

Pemerintahan

HUT Arema FC ke-33, Walikota Sutiaji: Arema Punya Semangat Luar Biasa

Diterbitkan

||

KABARMALANG.COM – Hari ini Arema FC genap berusia 33 tahun. Ucapan selamat beserta doa terus mengalir di Hari Ulang Tahun (HUT) klub sepakbola kebanggaan warga Malang Raya ini.

Seperti halnya Walikota Sutiaji juga turut memberikan selamat kepada tim sepakbola yang didirikan pada 11 Agustus 1987 itu. Menurut Sutiaji, Arema tidak kemana-mana, tetapi ada dimana-mana.

Semangat cukup luar biasa dengan ‘Salam Satu Jiwa’ membawa nama harum Malang, baik di kancah nasional maupun internasional.

“Arema ini punya semangat yang luar biasa dengan Salam Satu Jiwa, tidak kemana-mana, tetapi ada dimana-mana. Dan membawa nama harum Malang, baik di kancah nasional maupun internasional,” ujar Sutiaji usai apel pagi di halaman Balaikota Malang, Selasa (11/08/2020).

Sutiaji tak menginginkan semangat luar biasa yang dimiliki itu, jangan sampai dikotori dengan kepentingan sesaat. “Dan hari ulang tahun ini, harus tetap dimeriahkan tetapi senyap. Karena kita tengah dalam kondisi pandemi Covid-19,” kata Sutiaji.

Sutiaji menambahkan, jargon Sluman, Slumun, Slamet di HUT Arema ke-33 secara tegas mengajarkan untuk bisa menjalani hidup di tengah pandemi.

“Melalui slogan Sluman Slumun Slamet, diistilahkan kita hidup di tengah-tengah Covid-19. Jadi bagaimana kita bisa selamat dan kita harus beradaptasi dalam kehidupan yang adaptif menyambut kenormalan baru,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu, Sutiaji juga menghimbau Aremania dan Aremanita tak menggelar konvoi di HUT Arema tahun ini. Sekaligus menunjukkan jika Arema memiliki semangat fair play tinggi, bukan hanya dalam sepakbola melainkan juga masyarakatnya.

“Kami himbau Aremania dan Aremanita agar tidak melakukan konvoi. Kemarin malam ada konvoi kecil sekaligus doa bersama. Mari kita tunjukkan bahwa Arema punyasemangat fair playnya luar biasa. Baik bolanya maupun masyarakatnya. Kita tunjukkan Malang menjadi kekuatan nasional,” tandas Sutiaji.

Pagi tadi, Wali Kota Malang Sutiaji bersama Wakil Wali Kota Sofyan Edi Jarwoko dan Sekda Wasto memimpin apel pagi di halaman Balaikota Malang sebagai wujud merayakan HUT Arema ke-33, dengan mengenakan atribut Arema.

Ribuan Aremania dan Aremanita merayakan detik-detik jelang HUT Arema ke-33 dengan melakukan aksi coreo di bundaran Tugu, Kota Malang.

Mereka berjalan kaki dari empat penjuru, yakni Jalan Majapahit, Jalan Kahuripan, Jalan Suropati, dan Jalan Kertanegara menuju bundaran Tugu pada pukul 11.30 WIB. Lalu, mereka berkumpul dan menggelar renungan malam depan Balaikota Malang sebagai wujud semangat yang tak pernah padam. (rjs/fir)

Pemerintahan

Pemkot Bakal Turunkan Ongkos Produksi Batik

Diterbitkan

||

Walikota Malang, Sutiaji bersama Ketua Dekranasda Kota Malang, Widayati Sutiaji menghadiri acara Gelar Batik Malangan (Foto : istimewa).

KABARMALANG.COM Pemkot Malang turun tangan untuk memurahkan harga batik. Ongkos produksi akan dipangkas.

Hal itu diungkapkan Ketua Dekranasda Kota Malang, Widayati Sutiaji. Ini ditegaskan Widayat saat berkunjung ke Gelar Batik Malangan.

“Jadi pengrajin membuat corak motifnya. Tetapi nanti pemerintah mewadahi dengan printing. Karena alatnya kan mahal,” ujar Widayati, Rabu (21/10).

Menurutnya jika printing dilakukan oleh IKM, itu menjadi berat. Maka, pemerintahlah yang akan bergerak nantinya.

Terkait harga, Widayati sudah studi banding. Dia memantau harga batik di daerah lain.

Widayati melihat di daerah lain harganya lebih murah. Karena, operasionalnya berbeda.

Sekalipun batik Kota Malang mahal, banyak produk yang handmade.

Dia meyakini Kota Malang bisa mengeluarkan ciri khas batiknya. Yakni, menyesuaikan heritage yang ada di Kota Malang.

“Kota Malang sudah merata motifnya di RT/RW. Merata di semua kecamatan. Motifnya beda-beda,” terangnya.

“Memang kriteria dari kita sendiri. Mengangkat batik Malangannya sehingga beragam,” tambahnya.

Widayati memantau batik Malangan itu di Gedung Kartini, Rabu. Di situ, ada Gelar Batik Malangan dan Produk Unggulan Kota Malang.

Acara dihelat dalam rangka HUT ke 75 Provinsi Jatim. Acara menampilkan bazzar produk-produk IKM dan UKM.

Peserta berasal dari berbagai kecamatan di Kota Malang. Ada pula penampilan fashion show.(fat/yds)

Lanjutkan Membaca

Pemerintahan

Perumda Tirta Kanjuruhan Siapkan RDS, Wujudkan Pembangunan SPAM di Malang Selatan

Diterbitkan

||

Rapat koordinasi persiapan Survei Kebutuhan Nyata dipimpin langsung Dirut Perumda Tirta Kanjuruhan, Syamsul Hadi
Rapat koordinasi persiapan Survei Kebutuhan Nyata dipimpin langsung Dirut Perumda Tirta Kanjuruhan, Syamsul Hadi (foto - dokumen Perumda Tirta Kanjuruhan)

KABARMALANG.COM – Perumda Tirta Kanjuruhan telah menyusun rencana mengatasi kekeringan di wilayah Malang Selatan pada setiap tahunnya.

Sosialisasi Pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum Malang Selatan gencar dilaksanakan.

Langkah ini demi mewujudkan program pemerintah, untuk menyelesaikan keterbatasan air bersih bagi masyarakat.

Seperti yang sudah dilaksanakan di Balai Desa Rejoyoso di Kecamatan Bantur yang menghadirkan seluruh perwakilan dari desa yang berasal dari enam kecamatan.

Yakni Bantur, Pagak, Sumbermanjing Wetan, Kalipare, Donomulyo, serta Gedangan, pada 17 September 2020 lalu.

Menindaklanjuti sosialisasi itu, Perumda Tirta Kanjuruhan sebagai BUMD yang mendapatkan amanat untuk membantu penyediaan air bersih bagi warga masyarakat.

Akan melaksanakan Real Demand Survey (RDS) atau Survei Kebutuhan Nyata (SKN) bagi masyarakat yang berada di enam kecamatan tersebut.

“Salah satu hasil dari proses sosialisasi tersebut. Dalam waktu dekat akan dilaksanakan SKN (Survei Kebutuhan Nyata) bagi masyarakat yang berada di 6 (enam) kecamatan yang dimaksud,” ungkap Kepala Bagian Umum Perumda Tirta Kanjuruhan, Wahjoe Darmawan kepada Kabarmalang.com, Rabu (21/10/2020).

Menurut Wahjoe, SKN dilaksanakan untuk mendapatkan data dan informasi yang riil terkait kelayakan calon pelanggan, terutama yang berminat menjadi pelanggan Perumda Tirta Kanjuruhan.

“Khususnya yang terkait dengan kemampuan membayar beserta kebutuhan air bagi calon pelanggan, kebutuhan produksi air, pelanggan potensial, dan area pengembangannya,” tuturnya.

Wahjoe menambahkan, SKN akan merujuk berdasarkan jumlah penduduk di area
pelayanan sampai akhir tahun 2019.

Sementara estimasi jumlah penduduk yang mendapatkan manfaat pembangunan SPAM (Sistem Penyediaan Air Minum) di enam kecamatan itu sebanyak 480.406 jiwa.

“Dimana jumlah respondennya akan ditentukan agar mampu mewakili kondisi umum warga di area survei,” imbuhnya.

Dalam pelaksanaannya, Perumda Tirta Kanjuruhan akan bekerjasama dengan USAID IUWASH PLUS.

Diawali dengan pelatihan enumerator untuk Survey Kebutuhan Nyata berdasarkan rencana yang telah disepakati.

Pelatihan enumerator akan digelar pada 23 Oktober 2020 mendatang. Diikuti sebanyak 15 enumerator yang nantinya bertugas menjalankan SKN.

Tujuannya, adalah memberikan ketrampilan pada personel SKN sebelum diterjunkan ke lapangan.

“Tujuan dari pelatihan adalah memberikan ketrampilan pada Personil Perumda Tirta Kanjuruhan atau NGO atau CSO, dalam melaksanakan Survei Kebutuhan Nyata,” beber Wahjoe.

“Agar mampu memahami isi quesioner, strategi dan teknis pelaksanaan survei dengan menggunakan aplikasi M-Water. Dan survei akan dilaksanakan pasca pelatihan dengan estimasi waktu 10 hari,” pungkasnya. (rjs/fir)

Lanjutkan Membaca

Edukasi

Kota Malang Bersiap Jalankan Sekolah Tatap Muka

Diterbitkan

||

Walikota Malang Drs Sutiaji saat meninjau penyediaan wifi gratis di Kelurahan Bandulan

KABARMALANG.COM– Pemerintah Kota Malang tengah memikirkan digelarnya proses belajar mengajar tatap muka ditengah pandemi.

Dalam jajak pendapat, hampir 70 persen lebih orang tua menginginkan sekolah daring berhenti. Sekolah pun diakui telah siap, tinggal menunggu kapan proses tersebut dimulai.

“Jajak pendapat 70 persen orang tua menghendaki untuk sekolah tatap muka. Sekolah sendiri sudah siap untuk memulai tatap muka,” terang Walikota Malang Drs H Sutiaji, Rabu (21/10/2020).

Meski demikian, Sutiaji belum dapat memastikan kapan sekolah tatap muka akan diterapkan. Pemerintah Kota Malang hanya bisa bergantung pada masyarakat.

Untuk bagaimana bisa menjaga kedisiplinan dalam menjalankan protokol kesehatan Covid-19.

“Ketika nanti masyarakat saling mengerti dan patuh, tidak menutup kemungkinan kami buka tatap muka (untuk sekolah),” terang Sutiaji.

Baca juga : Walikota Sutiaji Waspadai Lonjakan Covid-19 Saat Libur Panjang

Sutiaji menambahkan, sekolah tatap muka tentunya tidak dijalankan 100 persen, melainkan diatur bagaimana prosentase siswa yang masuk.

Untuk menghindari kerumunan, tetap bisa menjaga jarak ketika berada di sekolah.

“Pastinya tidak 100 persen, bisa 50 banding 50 atau 60 persen banding 40 persen, untuk jumlah siswa yang masuk bergiliran,” imbuh politisi Partai Demokrat ini.

Sutiaji mengatakan, saat ini Kota Malang sudah berada di zona oranye dalam penanganan kasus Covid-19. Oleh sebab itu, pihaknya mendorong seluruh komponen masyarakat dapat mempertahankan Kota Malang pada zona tersebut.

Baca juga : Bulan Ini, Dinas Pendidikan Jatim Evaluasi Uji Coba Sekolah Tatap Muka

Terlebih, lanjut Sutiaji, pihaknya menargetkan pekan depan Kota Malang bisa berubah masuk ke zona kuning untuk penanganan kasus Covid-19.

“Kita harus duduk bersama mempertahankan Kota Malang di zona orange dan diharapkan bisa meningkat menjadi zona kuning. Pekan depan, kita target masuk zona kuning,” bebernya.

Sutiaji mengaku, permintaan orang tua untuk dijalankan sekolah tatap muka cukup besar.

Diharapkan ada perubahan zona dari orange menuju zona kuning dengan memperkuat kesadaran serta kedisiplinan masyarakat menjalankan protokol kesehatan Covid-19.

“Insya Allah, jika sudah masuk zona kuning. Maka sekolah tatap muka kemungkinan akan dijalankan. Jadi pembukaan sekolah nanti, tidak harus menunggu zona hijau,” sambung Sutiaji. (rjs/yds)

 

 

 

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement Iklan Sosialisasi Perwali Kota Batu
Advertisement Iklan cukai Pemkot Batu

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com