Connect with us

Pemerintahan

Gerakan 1,5 Juta Masker Untuk Kota Malang, Sutiaji: Kita Dukung Program Mendagri Tito Karnavian

Diterbitkan

||

KABARMALANG.COM – Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian dan Ketua Umum TP PKK Tri Tito Karnavian melaunching pembagian masker yang berjumlah 26 juta untuk warga Jawa Timur. Seremonial acara tersebut digelar secara virtual di Pendopo Agung Kabupaten Malang.

Mendagri Tito Karnavian menyatakan, bahwa gerakan ini merupakan arahan Presiden Jokowi kepada PKK agar bergerak mengkampanyekan dan sosialisasi bagi masker yang berpedoman pada protokol kesehatan.

Sebagaimana arahan presiden, bahwa di 2 (dua) minggu ini tahap pertama harus secara masif untuk mengkampanyekan dan sosialisasi menggunakan masker, berikutnya kampanye dan sosialisasi mencuci tangan, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan.

Tito berpesan, kepada seluruh kader TP PKK agar dalam membagikan masker secara door to door sekaligus memberikan sosialisasi dan pemahaman penggunaanasker secara benar.

“Dengan meningkatnya pengetahuan masyarakat akan pentingnya menggunakan masker dengan benar; maka kita turut serta memutus mata rantai penyebaran Covid19,” ujar Tito.

“Saya juga berpesan agar petugas yang membagikan masker adalah kader PKK yang dalam kondisi sehat, berusia dibawah 50 tahun serta tidak memiliki penyakit komorbid, agar tidak menularkan dan tidak mudah tertular virus,” tandasnya.

Sementara itu, sejurus setelah Intruksi Presiden Joko Widodo kepada PKK, Ny. Tri Tito Karnavian langsung bergerak cepat salah satunya di Provinsi Jawa Timur. Gubernur Jawa Timur Khofifah juga langsung bergerak cepat dengan menggandeng seluruh Kabupaten/Kota sampai akhirnya akan dilaunching 26 juta masker secara serentak

26 juta masker ini juga menjadi gerakan terbesar yang pernah dilakukan. Masker yang terkumpul merupakan hasil dukungan dari berbagai pihak dengan semangat melawan Covid-19 di Provinsi Jawa Timur.

Ny. Tri Tito Karnavian berharap acara akan berlangsung sukses dan mendapat respon positif dari masyarakat. “Semoga acara sukses dan masyarakat bisa lebih semangat dan bersatu untuk bersama menekan penyebaran Covid-19 dengan memakai masker tentunya dengan pemakaian masker yang benar,” tutup Ny.Tri Tito Karnavian

Walikota Malang H. Sutiaji dan Ketua TP PKK Kota Malang, Hj. Widayati Sutiaji juga turut mendukung penuh gerakan yang diinisiasi oleh Kementerian Dalam Negeri dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

“Dari data yang ada, Pemkot Malang telah menyalurkan kurang lebih 960 an ribu masker di tahap awal, dan saat ini kami menyiapkan 1,5 juta masker untuk dibagikan kepada masyarakat melalui TP PKK secara berjenjang mulai tingkat Kota sampai RT/RW bahkan menyasar sampai tingkat dasa wisma,” ujar Walikota Sutiaji.

Namun, lanjut Sutiaji, apa guna jika masker yang telah dibagikan tidak digunakan secara benar, maka melalui ibu-ibu PKK akan dibagikan masker tersebut sekaligus memberikan literasi dan sosialisasi pada masyarakat.

Untuk Kota Malang, penyerahan masker secara simbolis dilaksanakan di wilayah Kampung Heritage Kayu Tangan, sebagai salah satu lokasi yang menjadi icon wisata sejarah di Kota Malang.

Launching Gerakan 26 juta Masker dihadiri langsung oleh Mendagri Muhammad Tito Karnavian, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Ketua Umum TP PKK Tri Tito Karnavian, Ketua TP PKK Provinsi Jawa Timur Arumi Emil Dardak, Bupati Malang Sanusi, Walikota Malang Sutiaji, Walikota Batu Dewanti Rumpoko. Selain itu, acara Launching Gerakan 26 juta Masker dihadiri oleh seluruh bupati dan walikota lainnya Se-Jawa Timur melalui video coference.

Hadir juga mendampingi Mendagri jajaran Eselon I, yaitu Dirjen Kependudukan Dan Catatan Sipil Zudan Arif Fakrullah, Dirjen Otonomi Daerah Akmal Malik, Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Bahtiar, Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan Safrizal ZA. (ary/fir)

Pemerintahan

Walikota Sutiaji Dorong Pemuda Lakukan Urban Farming

Diterbitkan

||

Oleh

Foto: Walikota Malang, Drs. H. Sutiaji saat membuka pelatihan

 

KABARMALANG.COM – Walikota Malang, Drs. H. Sutiaji mengatakan bahwa pemuda memiliki peran untuk ketahanan pangan serta mengatasi global warming. Caranya adalah melakukan urban farming atau bercocok tanam di wilayah perkotaan.

Hal ini disampaikan Sutiaji saat membuka Pelatihan Ketrampilan bagi pemuda di Hotel Ijen Suites, Selasa (29/9/2020).

Kegiatan yang dilaksanakan oleh Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata ini, diikuti oleh 120 peserta. Masing-masing dari kecamatan ada 20 orang, dan 20 peserta dari pramuka.

“Kita tahu bahwa di Kota Malang, global warming sudah mulai. Urban farming jadi cara menjaga ketahanan pangan,” ujar Sutiaji.

Banyak hal bisa dilakukan pemuda dalam mengisi kemerdekaan, kata Sutiaji, kemampuan dalam bidang urban farming merupakan salah satunya.

“Saat ini dikenalkan dengan ketergantungan Indonesia terhadap pangan, kita apa-apa kan impor. Kalau kita itu sudah mengenalkan itu, terlebih di perkotaan. Jadi kecintaan mereka tehadap Indonesia semakin kuat,” sambungnya.

Ia mencontohkan di masa pandemi ini. Kalau kita tergantung dengan impor, sedangkan transmisi barang sedang terjadi. Maka yang namanya kemandirian tidak akan terbangun.

“Harapannya akan terbangun nilai patriotisme dari pemuda Indonesia, yang saat ini sudah diakui negara, bahwa idealisme dan patriotisme mulai terkena degradasi,” tegas Sutiaji. (fat/rjs)

 

Lanjutkan Membaca

Pemerintahan

Tekan Angka Covid-19, Walikota Sutiaji Bersama PWI-Malang Raya Bagikan Masker

Diterbitkan

||

Oleh

Walikota Sutiaji, Bersama PWI-Malang Raya Bagikan Masker

 

KABARMALANG.COM – Berbagai upaya terus dilakukan untuk menekan angka Covid-19. Pemkot Malang bersama berbagai lembaga juga memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan.

Mulai dari mengenakan masker yang baik dan benar saat beraktivitas, hingga mencuci tangan menggunakan air mengalir dan sabun serta melakukan physical distancing. Bahkan, paling baru Pemkot Malang juga menerapkan sanksi administrasi berupa denda.

Namun sayangnya, angka kepatuhan penerapan protokol kesehatan di lingkungan masyarakat masih belum maksimal. Angka kepatuhan masyarakat masih diangka 65 persen hingga 70 persen. Sehingga, upaya sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat ditargetkan untuk bisa lebih dimaksimalkan.

Data terakhir, tercatat ada 1.770 kasus konfirmasi positif Covid-19. Dengan rincian, angka kesembuhan mencapai 1.430 orang, 170 orang tengah dirawat, dan 170 orang dinyatakan meninggal dunia.

Itu sebabnya, PWI Malang Raya dengan didukung penuh BPJS-Kesehatan Malang menggelar agenda Sosialisasi Protokol Kesehatan dan Pembagian APD Mengantisipasi Covid-19. Kegiatan tersebut merupakan wujud kepedulian juga tanggungjawab PWI Malang bersama BPJS-Kesehatan Kota Malang untuk meningkatkan angka kepatuhan protokol kesehatan.

Sasaran kegiatan ini adalah seluruh masyarakat Kota Malang. kegiatan sosialisasi dipusatkan di kawasan Pasar Bunga dan Pasar Burung Splendid, Selasa (29/09/2020).

Wali Kota Malang, Sutiaji yang hadir dan turut mensosialisasikan gerakan kampanye mengenakan masker mengingatkan kepada seluruh masyarakat Kota Malang untuk selalu menerapkan protokol kesehatan. Terutama mengenakan masker.

“Karena ketika mengenakan masker setiap kita akan mengurangi persebaran Covid-19,” terangnya.

Kota Malang secara pelan tapi pasti menurutnya akan terus melakukan koordinasi dan upaya untuk pencegahan Covid-19. Kolaborasi dengan berbagai pihak terus dilakukan. Terutama dengan media massa dalam mensosialisasikan dan memberikan berita yang benar kepada masyarakat berkaitan dengan Covid-19.

“Pentahelix sangat penting dalam hal ini. Maka kami mengucapkan terima kasih atas kegiatan sosialisasi yang digelar kali ini bersama BPJS-Kesehatan dan beberapa unsur lain,” terang Sutiaji.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Malang, Dina Diana Permata menambahkan, BPJS-Kesehatan ingin berperan langsung dalam mencegah persebaran Covid-19. Salah satunya dengan mendukung kegiatan sosialisasi kepada masyarakat menengah ke bawah yang memang harus didatangi langsung untuk menerapkan disiplin protokol kesehatan.

“Kami berharap masyarakat akan lebih meningkatkan kedisiplinannya dengan penerapan protokol kesehatan,” jelasnya.

Ketua PWI Malang Raya, Ariful Huda menyampaikan, kegiatan sosialisasi sengaja dilaksanakan di kawasan Pasar Burung dan Pasar Bunga Splendid Kota Malang, lantaran di pasar masih banyak ditemui masyarakat yang melanggar protokol kesehatan. Salah satunya seperti tidak mengenakan masker.

Dengan kegiatan yang dikemas lebih santai itu, diharapkan masyarakat akan lebih terbuka dengan kebiasaan baru yang ada. Sehingga, masyarakat tidak lagi abai dengan protokol kesehatan, dan lebih waspada terhadap kemungkinan persebaran Covid-19. (tik/fir)

 

Lanjutkan Membaca

COVID-19

Puluhan Peserta SKB CPNS Pemkab Malang Reaktif Corona

Diterbitkan

||

Oleh

Peserta yang diduga reaktif Covid-19 saat mengikuti SKB CPNS Kabupaten Malang. (Foto: Imron Haqiqi).

 

KABARMALANG.COM – Sempat terhenti akibat pandemi, tahapan seleksi CPNS Kabupaten Malang dilanjutkan kembali sejak Jum’at (25/09/2020) lalu.

Diketahui tahapan saat ini adalah SKB (Seleksi Kompetisi Bidang). Diketahui, kuota penerimaan CPNS Kabupaten Malang sebanyak 527 orang.

Menariknya, dari sekian CPNS yang mengikuti SKB tersebut. 26 orang diantaranya dinyatakan reaktif Covid-19.

Hanya saja, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Malang tetap memberi kesempatan untuk peserta yang diduga terpapar Covid-19 tersebut, dan disediakan bilik tersendiri.

“Ya, memang ada yang reaktif, tapi seleksi tetap kami lanjutkan. Hanya saja mereka disediakan bilik sendiri,” tutur Kepala BKPSDM Kabupaten Malang, Nurman Ramdansyah.

Memang, berdasarkan pantauan Kabarmalang.com tampak petugas BKPSDM yang menangani peserta yang diduga terpapar Covid-19 menggunakan APD (Alat Pelindung Diri) lengkap.

Lebih lanjut, pelaksanaan tahapan seleksi CPNS tersebut merupakan lanjutan dari tahapan pada tahun 2019 lalu.

“Tapi karena pandemi Covid-19 akhirnya ditunda sampai sekarang. Kalau seandainya tidak ada pendemi Covid-19 seharusnya SKB ini dilaksanakan pada bulan Mei lalu,” tuturnya.

Tidak hanya Kabupaten Malang, pelaksanaan SKB tersebut juga diikuti oleh 4 Kabupaten/Kota, yakni Kabupaten Malang, Kota Malang, Kabupaten Pasuruan, dan Kota Pasuruan.

“Total peserta yang ikut sebanyak 4800 orang. Namun hari ini, Senin (28/09/2020) gilirannya Kabupaten Malang,” tutupnya. (ron/rjs)

Lanjutkan Membaca
Advertisement Iklan Sosialisasi Perwali Kota Batu
Advertisement Iklan cukai Pemkot Batu

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com