Connect with us

Serba Serbi

Pemerintah Masih Kaji Rencana Dibukanya Kembali Sekolah

Published

on

IMG 20200803 144653

KABARMALANG.COM – Pemerintah Republik Indonesia (RI) saat ini sedang mengkaji terkait wacana akan dibukanya kembali sekolah-sekolah selama sekitar 3 bulan lebih, ditutup karena pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19).

Dari informasi yang dihimpun, nantinya jika memang dibuka, kegiatan belajar mengajar di sekolah akan dilakukan secara bertahap dari SMA/SMK hingga TK. Hal itu mengingat semakin kecil usia, semakin rentan tertular Covid-19.

“Untuk pendidikan saat ini sedang dikaji, rencananya, menteri pendidikan Pak Nadiem sudah menyampaikan, bawa seandainya nanti sekolah sudah dibuka, akan dilaksanakan bertahap dari SMA/SMK hingga TK. Itu semua disebabkan karena semakin kecil usia, semakin rentan tertular Covid-19, sebab kondisi tubuhnya masih rentan,” ujar Anggota Komisi X DPR RI, Lathifah Shohib.

Namun begitu, untuk daerah yang sudah dinyatakan sebagai zona hijau dari penyebaran Covid-19, Lathifah mengatakan bahwa Satgas Covid-19 sudah memperbolehkan sekolah untuk dibuka.

“Satgas Covid-19 yang masih belum memperbolehkan, terutama untuk daerah yang masih zona merah dan zona orange, itu masih belum boleh untuk dibuka,” imbuh politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini.

Hal itu berbeda dengan destinasi wisata yang sudah ada beberapa diperbolehkan untuk beroperasi. Menurut Latihifah, destinasi wisata memiliki kerentanan penyebaran Covid-19 yang lebih rendah. Sebab, lanjut dia, tempat wisata memiliki ruang yang lebih luas jika dibanding dengan sekolah.

“Kalau tempat wisata kan mungkin kerentanannya lebih rendah. Mungkin karena tempatnya lebih luas sehingga penyebaran Covid-19 lebih bisa dijaga. Kalau di sekolah itu kan lingkupnya lebih kecil. Ditambah lagi, salah satu penguat sistem imun kan kalau kita yakin bahwa kita ini sehat, dan dalam kondisi senang. Nah kalau di sekolah, bisa saja anak stres karena PR,” terangnya.

Dari informasi yang dihimpun, beberapa sekolah di beberapa daerah juga ada sekolah yang mengirimkan tenaga pendidik atau gurunya untuk memberi memberi materi pelajaran di rumah siswanya.

Namun, dalam praktiknya di lapangan, kegiatan belajar mengajar di rumah siswa tetap dengan memperhatikan protokol kesehatan. Salah satunya dengan membatasi siswa dalam setiap harinya. (ris/fir)

Advertisement

Terpopuler