Serba Serbi
Pemerintah Masih Kaji Rencana Dibukanya Kembali Sekolah

KABARMALANG.COM – Pemerintah Republik Indonesia (RI) saat ini sedang mengkaji terkait wacana akan dibukanya kembali sekolah-sekolah selama sekitar 3 bulan lebih, ditutup karena pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19).
Dari informasi yang dihimpun, nantinya jika memang dibuka, kegiatan belajar mengajar di sekolah akan dilakukan secara bertahap dari SMA/SMK hingga TK. Hal itu mengingat semakin kecil usia, semakin rentan tertular Covid-19.
“Untuk pendidikan saat ini sedang dikaji, rencananya, menteri pendidikan Pak Nadiem sudah menyampaikan, bawa seandainya nanti sekolah sudah dibuka, akan dilaksanakan bertahap dari SMA/SMK hingga TK. Itu semua disebabkan karena semakin kecil usia, semakin rentan tertular Covid-19, sebab kondisi tubuhnya masih rentan,” ujar Anggota Komisi X DPR RI, Lathifah Shohib.
Namun begitu, untuk daerah yang sudah dinyatakan sebagai zona hijau dari penyebaran Covid-19, Lathifah mengatakan bahwa Satgas Covid-19 sudah memperbolehkan sekolah untuk dibuka.
“Satgas Covid-19 yang masih belum memperbolehkan, terutama untuk daerah yang masih zona merah dan zona orange, itu masih belum boleh untuk dibuka,” imbuh politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini.
Hal itu berbeda dengan destinasi wisata yang sudah ada beberapa diperbolehkan untuk beroperasi. Menurut Latihifah, destinasi wisata memiliki kerentanan penyebaran Covid-19 yang lebih rendah. Sebab, lanjut dia, tempat wisata memiliki ruang yang lebih luas jika dibanding dengan sekolah.
“Kalau tempat wisata kan mungkin kerentanannya lebih rendah. Mungkin karena tempatnya lebih luas sehingga penyebaran Covid-19 lebih bisa dijaga. Kalau di sekolah itu kan lingkupnya lebih kecil. Ditambah lagi, salah satu penguat sistem imun kan kalau kita yakin bahwa kita ini sehat, dan dalam kondisi senang. Nah kalau di sekolah, bisa saja anak stres karena PR,” terangnya.
Dari informasi yang dihimpun, beberapa sekolah di beberapa daerah juga ada sekolah yang mengirimkan tenaga pendidik atau gurunya untuk memberi memberi materi pelajaran di rumah siswanya.
Namun, dalam praktiknya di lapangan, kegiatan belajar mengajar di rumah siswa tetap dengan memperhatikan protokol kesehatan. Salah satunya dengan membatasi siswa dalam setiap harinya. (ris/fir)
Peristiwa2 minggu agoGeger Penemuan Jasad Bayi Laki-laki di Saluran Irigasi Sawah Sukonolo Bululawang, Polres Malang Buru Pelaku
Serba Serbi2 minggu agoPromo JSM Superindo Malang Hari Ini 3–5 Juli 2026: Ayam Segar dan Minyak Goreng Diskon Besar!
Pemerintahan3 minggu agoTekan Fenomena Fatherless di Momentum Harganas 2026, Pemkot Malang Gencarkan Gerakan Ayah Mengantar Anak Sekolah
Serba Serbi2 minggu agoPrakiraan Cuaca Jawa Timur Hari Ini 5 Juli 2026: Dominasi Cerah Terik, Waspada Suhu Dingin Batu dan Kabut Malam Hari
Olahraga3 minggu agoHasil Piala Dunia 2026: Gol Telat Martinelli Bawa Brasil Menang Dramatis 2-1 dan Singkirkan Jepang di Babak 32 Besar
Serba Serbi2 minggu agoRamalan Zodiak Besok Jumat 3 Juli 2026: Cancer dan Capricorn Banjir Cuan, Sagitarius Wajib Waspada!
Peristiwa2 minggu agoRampok Honda Jazz Putih di Sumberpucung, Pelaku Curas Viral Diringkus Polres Malang Saat Hendak Jual Mobil
Serba Serbi2 minggu agoSitus Resmi BMKG Luncurkan Sistem Informasi Real-Time Terpadu: Antisipasi Dampak Puncak Kemarau 2026





































