Connect with us

Kabar Batu

Belum Temukan Solusi KBM Konvensional, Pemprov Jatim Dorong Ciptakan Kampung Tangguh IT

Diterbitkan

,

IMG 20200730 175755

KABARMALANG.COM – Sistem KBM (Kegiatan Belajar Mengajar) secara daring (online.red) dipastikan akan terus berlanjut karena pemprov belum menemukan solusi agar peserta didik bisa segera melakukan sekolah secara konvensional (tatap muka).

Hal tersebut, ditegaskan secara langsung Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak ketika dikonfirmasi Kabarmalang.com pada Kamis (30/07/2020) di Golden Tulip dalam acara Rapat Koordinasi Tatanan Baru Pembangunan Ekonomi dan Sosial.

“Kami tidak bisa memberikan jawaban kapan bisa dilakukan tatap muka. Karena saat ini bukan hanya Indonesia yang mencoba namun juga luar negeri,” ungkapnya.

Menurutnya, masih begitu banyak upaya yang dilakukan sekolah untuk tatap muka namun selalu dilakukan review dan evaluasi dengan mempertimbangkan kemungkinan-kemungkinan terburuk.

Dari hal itulah, Emil berharap di Jatim sendiri bisa segera menciptakan kampung tangguh IT dengan membuat wifi atau memberikan bantuan berupa kuota internet dengan memanfaatkan DD (Dana Desa), sehingga bisa membantu kuota internet bagi warga yang pra sejahtera.

Sementara itu, dari Pemprov sendiri saat ini tengah berupaya membantu peserta didik dengan menggunakan BPOPP (Biaya Penunjang Operasional Penyelenggaraan Pendidikan) untuk membantu biaya internet wali murid pra sejahtera tersebut.

Ketika, disinggung terhadap adanya sekolah yang memaksakan untuk melakukan KBM secara konvensional karena susahnya sinyal di kawasan perbukitan dan jumlah murid yang minim seperti di SDN 04 Gunungsari Kecamatan Bumiaji Kota Batu, orang nomor dua di Jawa Timur tersebut bisa memaklumi dengan catatan tetap menggunakan protap kesehatan.

“Tidak bisa jika serta merta di blow up dan semua ikut-ikutan. Karena kasusnya dari awal sudah tidak normal dan seperti yang kita tahu cukup banyak sekolah di Jatim yang ditutup karena kekurangan murid,” terangnya.

Oleh sebab itu, ia menekankan bahwa dalam masa AKB (Adaptasi Kebiasaan Baru) ini pemerintah daerah bisa saling membahu dengan memanfaatkan sektor-sektor yang ada, agar pendidikan bisa terus berjalan walaupun di masa pandemi. (arl/fir)

 

Iklan

Terpopuler