Pemerintahan
Pajak di Wilayah KPP Pratama Kepanjen Tumbuh 3,65% Terbesar Industri Rokok

KABARMALANG.COM – Penerimaan pajak di wilayah Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Kepanjen di semester pertama tahun 2020 ini mengalami pertumbuhan sebesar 3,65 persen yakni sebesar Rp 345 Miliar. Pertumbuhan tersebut dapat dilihat jika dibandingkan dengan perolehan pada semester pertama tahun 2019 yakni sebesar Rp 333 Miliar.
Kepala KPP Pratama Kepanjen, Budi Harjanto mengatakan, sektor andalan yang masih menjadi penyumbang pajak terbesar berasal dari PPh non migas dan PPN. Dimana prosentase kontribusi yang disumbangkan dari PPN dari industri pengolahan tembakau atau industri rokok.
“Karena ternyata pada masa pandemi seperti saat ini makin bagus perdagangannya, karena WFH masyarakatnya makin kenceng konsumsi rokok,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjannya, Jumat (24/07/2020).
Adapun besar kontribusi pajak yang diberikan dari industri pengolahan adalah sebesar 58,64 persen. Dimana dari angka tersebut, 77 persennya berasal dari industri rokok. Dan sisanya ada berbagai macam industri pengolahan seperti makanan dan salah satunya adalah gula.
Sementara itu, berdasarkan Perpres 54 tahun 2020, Budi mengatakan, bahwa target pajak secara nasional diturunkan sebesar -5,9 persen dari realisasi perolehan pajak pada tahun 2019. Sehingga secara nasional pada APBN, target penerimaan pajak secara nasional yang semula Rp 1.599 Trilyun, diturunkan menjadi Rp 1.198 Trilyun.
“Kalau berkaca pada angka teraebut, maka untuk target pajak di wilayah KPP Pratama Kepanjen turun menjadi Rp 732 Miliar, dimana sebelumnya yang ditargetkan sebesar Rp 1,024 Trilyun. Pada semester pertama, kita sudah tumbuh sebesar 3,65 persen, yakni sebesar Rp 345 Milyar. Dan hingga saat ini kita sudah menerima Rp 366 Milyar. Sudah 50 persen lebih,” terangnya.
Dirinya berharap, penerimaan pajak di wilayah KPP Pratama Kepanjen minimal bisa sama dengan penerimaan tahun lalu, yaitu di angka Rp 770 M walaupun targetnya 734 M. Berdasarkan perhitungannya, jika penerimaan pajak pada tahun ini bisa sama dengan tahun lalu, maka akan dapat tercapai 100 persen lebih.
Sedangkan capaian penerimaan pajak yang saat ini bisa tumbuh 3,65 persen disebabkan karena beberapa faktor, dan menurutnya tidak bisa jika hanya dilihat dari satu sisi. Ia menyebut, jika dilihat dari segi obyeknya, WP yang berada di wilayah KPP Pratama Kepanjen paling banyak adalah industri pengolahan tembakau dan makanan.
“Nah dari situ, di tengah pandemi ini, ternyata tingkat konsumsi masyarakat pada rokok maupun makanan meningkat. Meski masih kecil, namun perdangannya juga mengalami peningkatan, yakni 0,15 persen,” pungkasnya. (ris/fir)
Serba Serbi4 minggu yang laluDaftar Tarif Listrik PLN Agustus 2026 Resmi Tidak Naik: Rincian Lengkap Rumah Tangga dan Bisnis
Peristiwa4 minggu yang laluKota Padang Dilanda Banjir Besar di 15 Titik Hari Ini 3 Agustus 2026: Fasilitas Kesehatan Terendam, BPBD Terjunkan Perahu Karet
Pemerintahan4 minggu yang laluPembukaan Pusdiklat Paskibraka Kota Malang 2026: Wali Kota Wahyu Hidayat Gembleng 78 Pelajar Terbaik
Hukrim3 minggu yang laluPelaku Penganiayaan di Gedangan Malang Berhasil Ditangkap Polres Malang Usai Sempat Buron
Serba Serbi4 minggu yang laluGerakan GAS UMKM KKN MAs Dorong Digitalisasi Pedagang Pasar Jumat Desa Tawangsari Lewat QRIS dan Google Maps
Serba Serbi3 minggu yang laluSosialisasi Olahan Daun Kelor KKN MAs Kelompok 109 Dorong Gizi dan Ekonomi di Desa Tumpang
Serba Serbi3 minggu yang laluGerakan SEHATI Kelompok 99 KKN MAs Dorong Kesehatan Lansia dan Balita di Desa Tawangsari
Serba Serbi3 minggu yang laluInformasi Cuaca Jawa Timur Hari Ini Rabu 12 Agustus 2026 Cerah Berawan Tanpa Potensi Hujan





































