Connect with us

Hukrim

Kembali Digelar, Kasus Dugaan Mark Up Lahan SMAN 3 Dilanjutkan

Diterbitkan

||

KABARMALANG.COM – Dugaan mark up yang terjadi pada pengadaan lahan untuk pembangunan SMA Negeri 3 di Desa Sumbergondo, Kecamatan Bumiaji dengan dana yang bersumber dari APBD tahun 2014.

Berdasarkan dari Surat Perintah Penyelidikan Kajari Kota Batu Nomor: Print-02.a/M.5.44.Fd1/06/2020/ tanggal 22Juni 2020, Sri Heny Alamsari Kajari (Kepala Kejaksaan Negeri) Kota Batu membeberkan kembali melanjutkan kasus tersebut dan pihaknya telah memanggil belasan saksi untuk dimintai keterangan.

“Benar telah kami panggil belasan saksinya namun untuk identitas belum bisa kami jelaskan lebih jauh untuk kebutuhan keterangan penyeledikian lebih lanjut,” ungkap Heny, Selasa (07/07/2020).

Ia juga mengungkapkan, pihaknya akan terus mengawal kasus tersebut sampai tuntas agar kondusifitas Kota Batu bisa terus terjaga dari tindakan Korupsi.

Hal ini dibenarkan oleh Kasi Pidsus Kejari Kota Batu, Endro Rizki Irlazuardi yang mengungkapkan tanah seluas 8.152 meter persegi tersebut dibeli dengan anggaran sebesar Rp. 15 Milyar.

“Gedung SMAN 3 itu dulu juga diresmikan langsung oleh Eddy Rumpoko ketika dia masih menjabat sebagai Walikota Batu,” terangnya.

Diwawancarai secara terpisah, Sudarno Koordinator Good Governance Activator Alliance (GGAA) memaparkan bahwa langkah tegas Kejari Batu dalam menciptakan clean and clear goverment merupakan salah satu upaya menjaga kewibawaan negara.

Ia tidak ingin masyarakat mengalami kerugian keuangan negara, karena digerogoti oleh oknum yang tidak bertanggungjawab.

“Insyaallah kami akan mengawal sampai kasus ini selesai. Kami pun sangat yakin akan profesionalisme kejaksaan dalam menangani dugaan pengadaan lahan SMAN 3 Kota Batu ini,” pungkasnya. (arl/fir)

 

Advertisement HUT PDIP ke 48

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com