Connect with us

Pilbup 2020

Bendera Dibakar, PDIP Kabupaten Malang Tempuh Jalur Hukum

Diterbitkan

||

KABARMALANG.COM – DPC PDIP Kabupaten Malang berencana melaporkan perkara pembakaran bendera di Jakarta beberapa waktu lalu ke Polres Malang. Hal ini disampaikan Ketua DPC PDIP Kabupaten Malang, Didik Gatot Subroto.

“Laporannya nanti Sabtu. Yang dilakukan PDI Perjuangan, karena ini perintah harian pak Sekjen (Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto, red), maka DPC PDI Perjuangan melakukan hal-hal yang dilaksanakan,” ujar Didik, Kamis (02/07/2020).

Salah satu diantaranya, mengambil langkah-langkah, berkoordinasi dengan teman-teman DPC, BBHA (Badan Bantuan Hukum dan Advokasi, red). DPC segera membuat pelaporan kepada Polres Malang.

“Harapannya, polisi segera menindak tegas beberapa oknum yang telah membakar bendera partai,” katanya.

Lebih jauh, Didik menyebut, meskipun peristiwa tersebut terjadi di Jakarta, namun pihaknya tetap membuat laporan resmi dalam rangka mendukung apa yang telah dilakukan oleh Dewan Pimpinan Pusat atau DPP PDIP.

“Kita tetap membuat laporan resmi dalam rangka memberikan dukungan laporan yang dilakukan oleh DPP,” pungkasnya. (dim/fir)

Pilbup 2020

Malang Jejeg Klaim Didukung Masyarakat Non Partisan

Diterbitkan

||

Oleh

Ketua Tim Pemenangan Malang Jejeg, Sutopo Dewangga. (Foto: Imron Haqiqi).

KABARMALANG.COM- Malang Jejeg mengklaim konsituennya dalam Pilkada Kabupaten Malang 9 Desember mendatang adalah masyarakat yang selama ini tidak berpartisipasi dalam Pilkada Kabupaten Malang alias Golput.

Hal itu diungkapkan oleh Ketua Tim Pemenangan Malang Jejeg, Sutopo Dewangga, berdasarkan hasil pantaun timnya di lapangan.

“Seluruh pendukunga kami 100 persen adalah non-partisan, yakni orang-orang yang memang selama ini tidak ikut partai dan selama ini tidak bersikap,” tegasnya saat dikonfirmasi, Senin (21/9/2020).

Sutopo menambahkan bahwa bergabungnya masyarakat non partisan itu masuk akal mengingat latar belakang Malang Jejeg bukan bukanlah partai politik.

“Masyarakat-masyarakat itu kan rata-rata Non Partai, begitupun kami latar belakangnya juga bukan politisi. Jadi ada kecocokan,” bebernya.

Terpisah, Komisioner Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, & SDM KPU Kabupaten Malang, Marhaendra Pramudya Mahardika membeberkan dari tahun ke tahun, partisipasi masyarakat dalam pilkada tidak lebih dari 70 persen.

Berdasarkan data KPU Kabupaten Malang, pada pilkada 2005 lalu, partisipasi masyarakat hanya 68,2 persen.

Dari jumlah total 1.768.002 DPT (Data Pemilih Tetap) Kabupaten Malang kala itu, yang hadir ke TPS (Tempat Pemungutan Suara) alias yang menggunakan hak suaranya sebanyak 1.206.366 orang, sedangkan 561.636 diantaranya tidak hadir ke TPS.

Begitupun di pilkada 2010. Di tahun itu prosentase partisipasi masyarakat justru semakin menurun dibanding 2005, yakni sebesar 59,5 persen saja.

Dari total 1.121.187 jumlah DPT kala itu, hanya 764.078 DPT yang hadir ke TPS, sedangkan 1.885.265 diantaranya tidak menggunakan hak pilihnya.

Kondisi yang sama juga berlanjut pada pilkada tahun 2015. pada tahun itu, dari total DPT sebanyak 2.063.079, masyarakat yang hadir TPS sebanyak 1.203.949 DPT, sedangkan 859.130 diantaranya tidak menggunakan hak pilihnya. Artinya prosentase partisipasi masyarakat hanya 58,4 persen.

“Tingkat partisipasi masyarakat tersebut berbeda dengan Pilpres (Pemilihan Presiden) atau Pileg (Pemilihan Legislatif). Pada saat itu prosentase partisipasi masyarakat Kabupaten Malang bisa mencapai 80 persen,” ungkapnya.

Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Dika itu menduga minimnya tingkat partisipasi masyarakat Kabupaten Malang dalam pilkada tersebut disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya karena figur kontestan dalam pilkada kurang terasa di masyarakat.

“Sedangkan kalau pilpres, pada 2019 lalu misalnya, kan isu dari masing-masing kontestan sangat terasa di masyarakat, bahkan hingga ditingkatan paling bawah,” ujarnya.

Faktor lain, lanjut Dika kemungkinan disebabkan karena masing-masing TPS menampung jumlah jumlah pemilih yang lebih besar. Pada tahun 2015 misalnya, setiap TPS menampung sebanyak 800 pemilih.

“Dalam hal ini, pilpres pun juga sama sebenarnya, tapi kan isu masing-masing kontestan sangat kuat di masyarakat,” katanya.

Berkaca dari hal tersebut, Dika mengaku KPU pesimis bakal mampu mendulang partisipasi masyarakat pada pilkada tahun ini, meskipun jumlah pemilih dalam setiap TPS dikurangi, yakni maksimal hanya 600 pemilih.

Sebab menurutnya pada tahun ini ada faktor pandemi yang menjadi kendala tersendiri.

“Meskipun kami (KPU) tetap berupaya agar partisipasi masyarakat dalam pilkada tahun ini bisa mencapai di atas 60 persen. Dengan cara memassifkan banner-banner di setiap wilayah,” tegas Dika. (haq/rjs

Lanjutkan Membaca

Pilbup 2020

Gemasaba Akan Maksimalkan Saluran Media Sosial Untuk Memenangkan Ladub

Diterbitkan

||

Oleh

Anggota Gemasaba Kabupaten Malang saat menggelar konsilidasi pemenangan Ladub (Foto: Istimewa).

 

KABARMALANG.COM – Semua elemen tampaknya terus digerakkan untuk memenangkan pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati Malang, Latifah Shohib dan Didik Budi Muljono alias Ladub. Tidak terkecuali Gemasaba (Gerakan Pemuda Satu Bangsa) Kabupaten Malang yang merupakan Banom (Badan Semi Otonom) dari PKB (Partai Kebangkitan Bangsa).

Banom partai berlambang bintang sembilan itu melakukan konsolidasi pada Rabu (16/09/2020) di Nine Coffe, Kecamatan Gondanglegi untuk memantapkan strategi pemenangan bertagline Malang Bangkit tersebut.

“Kami (Gemasaba) bertugas menggaet pemilih millenial untuk memenangkan paslon Ladub,” ungkap Ketua DPC Gemasaba Kabupaten Malang, M. Syamsul Arifin Zrt.

Lebih rinci, Syamsul -sapaan akrabnya- strategi yang akan yang akan digunakan untuk menggaet millenial itu yakni dengan memaksimalkan media sosial sebagai sarana kampanye.

“Nantinya, kami akan membentuk cyber armi atau gerakan di media untuk memperkenalkan pasangan Ladub kepada masyarakat secara umum, mengingat media sosial saat ini melalui smartphone sangat melekat pada masyarakat,” bebernya.

Untuk diketahui, Gemasaba adalah salah satu Banom PKB yang basisnya adalah mahasiswa. Tampak dalam kegiatan konsolidasi tersebut dihadiri oleh 20 anggota Gemasaba Kabupaten Malang.

“Setiap anggota ini latar belakang perguruan tingginya berbeda. Begitupun latar belakang keilmuannya juga beragan. Jadi dengan beragamnya latar belakang keilmuan ini kami yakin bisa lebih maksimal untuk memperkenalkan Ladub kepada masyarakat,” tutup Syamsul. (haq/fir)

Lanjutkan Membaca

Pilbup 2020

Satu Hari setelah Dinyatakan Lolos, Malang Jejeg Langsung Daftar Ke KPU

Diterbitkan

||

Oleh

Heri Cahyono didampingi relawannya mendaftarkan diri ke KPU Kabupaten Malang, (Foto: Istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Sehari setelah ditetapkan lolos, bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Malang jalur perseorangan, Heri Cahyono alias Sam HC dan Gunadi Handoko langsung mendaftarkan diri ke KPU Kabupaten Malang, Rabu (16/09/2020).

Dengan mengenakan pakaian adat Jawa dan Madura, Sam HC dan Gunadi Handoko datang ke KPU ditemani oleh beberapa relawannya.

Kepada awak media, Sam HC mengatakan tidak ada persiapan khusus untuk mengikuti tahapan pendaftaran tersebut.

“Biasa saja. Tadi hanya tes swab di rumah sakit Lavallete, kemudian foto dan ukur baju,” ungkap Sam HC.

Lebih lanjut, Pria asal Kasembon itu mengaku sengaja hanya mengajak beberapa relawan saja, alasannya karena saat ini masih masa pandemi Covid-19.

“Era Covid, ya ini saja. Kita harus taat protokol kesehatan. Banyak sebenarnya yang mau ikut tapi kami tidak memperbolehkan,” jelasnya.

Sementara itu, untuk tim pemenangan sendiri menurut Sam HC pihaknya mengaku belum membentuk. Namun, dia memastikan bahwa mesin Malang Jejeg masih tetap solid.

“Tim pemenangan belum dibentuk. Struktur kita tetap masih utuh, yang mencari syarat minimal dukungan itu,” tukasnya. (haq/fir)

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement Iklan Sosialisasi Perwali Kota Batu
Advertisement Iklan cukai Pemkot Batu

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com