Connect with us

Edukasi

Cerita Mahasiswi UMM Lulus Skripsi Semester 6 Berkat Studi Ekskursi di Bangkok

Diterbitkan

||

Senja Richmasari, mahasiswi UMM yang lulus skripsi di semester 6

KABARMALANG.COM – Meski dalam situasi pandemi Covid-19, Program Studi Pendidikan Guru Sekoah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Malang UMM), tetap menggelar ujian skripsi.

Menariknya, ujian skripsi ini tidak hanya diikuti oleh mahasiswa tingkat akhir seperti pada umumnya, tetapi juga diikuti oleh mahasiswa yang baru berada di semester 6.

Dia adalah Senja Richmasari, mahasiswa istimewa yang berhasil merampungkan skripsi berjudul ‘Pengembangan Media Interaktif The Math CAPPYFAM (Cartoon Happy Family) dengan Menggunakan Aplikasi Adobe Flash pada Materi Keliling dan Luas Bangun Datar Kelas 4 Sekolah Dasar’ pada semester 6 berkat kegiatan Studi Ekskursi Luar Negeri (SE LN) di Bangkok, Thailand.

Pada 27 Juli hingga 2 Agustus 2019, Senja mengikuti SE LN di Bangkok. Pelaksanaan SE LN pada tanggal yang sudah ditentukan ini merupakan rangkaian dari proses seleksi tingkat Prodi PGSD UMM.

Setiap mahasiswa yang akan mengikuti SE LN akan mendapat pembimbing skripsi terlebih dahulu. Sehingga pada saat pelaksanaan di Bangkok, mahasiswa sekaligus mengambil data penelitian skripsi di Sekolah Indonesia Bangkok.

“Setelah menyelesaikan kegiatan tersebut, saya menyusun laporan SE LN yang juga merupakan hasil penelitian dari skripsi saya. Oleh karenanya, tahapan akhir SE LN yang mengantarkan terselesaikannya skripsi saya di semester 6 ini,” terang mahasiswa asal Sidoarjo ini.

SE LN merupakan bagian dari program inovatif SAL-Experience (Student Active Learning Experience) yang dikembangkan Prodi PGSD UMM. Program ini dibuat dalam rangka mewujudkan belajar yang inovatif, kreatif, bermakna, dan menyenangkan bagi para mahasiswa di setiap mata kuliah.

Selain itu, program SAL-experience ini juga untuk mewujudkan program universitas yaitu KTW (Kelulusan Tepat Waktu).

“Universitas memiliki program Kelulusan Tepat Waktu (KTW). Program ini kemudian diterjemahkan ke dalam program SAL-Experince ini yang berfokus pada optimalisasi proses dan output perkuliahan. Dengan kata lain, Program KTW ini diinisiasi dengan adanya kebiasaan budaya ilmiah di kalangan mahasiswa pada saat perkuliahan,” ungkap Kaprodi PGSD UMM, Dyah Worowirastri, S.Pd.,M.Pd.

Banyak manfaat yang diperoleh Senja dari program SE LN. Seperti sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui, Senja tidak hanya menyelesaikan program SE LN, tetapi juga mendapatkan pengalaman internasional dan menjadi lulusan pertama pada angkatan 2017.

“Program SE-LN, memberikan berbagai pengalaman di kancah internasional. Saya mendapat kesempatan untuk mengajar, meneliti di sekolah Indonesia Bangkok merupakan pengalaman yang berharga dalam hidup saya,” paparnya.

“Bimbingan skripsi dan Ujian Skripsi bisa diselesaikan dalam sekali kegiatan. Hingga mengantarkan saya untuk menjadi mahasiswa pertama angkatan 2017 yang sudah Ujian Skripsi. Kali ini saya tinggal menyelesaikan dua mata kuliah lagi di semester 7 untuk bisa lulus sarjana,” imbuh mahasiswa yang meraih IPK 3,93 ini.

Dalam beberapa bulan ke depan, tak kurang dari 35 mahasiswa siap menyusul Senja untuk lulus lebih cepat berkat SAL-Experince dengan produk yang beragam seperti publikasi ilmiah, buku ber-ISBN, HKI, dan konten Youtube. Ini menjadi bukti nyata inovasi-inovasi Prodi PGSD UM mampu mendorong mahasiswa untuk terus berkarya dan mempercepat masa studinya. (fir/rjs)

Edukasi

UMM Tetap Selenggarakan Wisuda Luring di Masa Pandemi

Diterbitkan

||

Oleh

Foto: Suasana Wisuda Luring UMM di Gedung UMM Dome

KABARMALANG.COM – Di tengah penerapan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB), Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) tetap menggelar perhelatan wisuda luring secara bergelombang mulai Senin hingga Rabu (14-16/9).

Seperti pada perhelatan biasanya, wisuda yang sempat tertunda satu periode ini akan diselenggarakan dengan tetap menghadirkan seluruh wisudawan/wisudawati di Dome UMM.

Gelaran prosesi wisuda juga disiarkan streaming Youtube di channel UMMTube. Mengingat, sebagian calon wisudawan masih tertahan di daerah asal masing-masing.

Meski diselenggarakan di tengah pandemi, prosesi penyelenggaraan wisuda untuk Periode II dan III ini akan tetap dilakukan tanpa menghilangkan kesan formal dan unsur kehidmatannya.

Rektor UMM Dr. Fauzan, M.Pd., menyatakan, saat orang tua yang mengantarkan anaknya untuk kuliah di UMM disambut dengan penuh unsur kehidmatan dan penuh haru, demikian sama halnya saat UMM melepas mereka. “Akan ada perasaan yang hilang jika prosesi wisuda murni online atau daring,” katanya.

Untuk mengantisipasi penularan Covid-19, UMM telah mempersiapkan segala kebutuhannya. Termasuk mempersiapkan protokol kesehatan khusus. Di antaranya kendaraan pengantar wisudawan/wisudawati hanya 50 persen dari kapasitas maksimalnya.

Penumpang kendaraan tidak melebihi batas maksimal suhu tubuh 37,8 derajat, mengenakan masker selama kegiatan di kampus atau prosesi wisuda, membawa makanan dan minuman sendiri, serta mencuci tangan/pakai hand sanitizer.

Wisuda periode II ini untuk mengukuhkan calon wisudawan/wisudawati Program Pendidikan Doktor (S3), Program Pendidikan Magister (S2), Program Pendidikan Sarjana (S1), Program Pendidikan Diploma Tiga (D-3) dan Profesi.

Lebih jauh, jumlah lulusan pada periode II Tahun 2020 adalah sebanyak 1077 orang.

Sementara, untuk jumlah wisudawan/wisudawati pada periode II Tahun 2020 adalah sebanyak 930 orang yang terdiri dari 345 wisudawan dan 585 wisudawati. (fat/rjs)

Lanjutkan Membaca

Edukasi

Psikolog UB Gelar Pertunjukan Boneka Tumbuhkan Disability Awareness

Diterbitkan

||

Oleh

Kegiatan dilaksanakan melalui aplikasi Zoom Meeting

 

KABARMALANG.COM – Penyandang disabilitas hingga kini masih rentan menjadi target sikap negatif teman sebaya di ruang kelas. Sedikit teman juga kurang diterima dan jarang sosialisasi. Akibatnya, mereka mengalami perasaan kesepian.

Karenanya, sangat penting membangun kesadaran anak sejak dini terhadap penyandang disabilitas yang berkualitas sebagai sarana meningkatkan pengetahuan, sikap, niat dan minat positif mereka.

Selama ini, seringkali terdapat permasalahan yang dialami oleh siswa penyandang disabilitas baik dalam penyesuaian sosial maupun akademis di sekolah.

Melihat hal ini, dosen jurusan psikologi FISIP Universitas Brawijaya mengadakan pertunjukan boneka dengan tujuan mengenalkan dan meningkatkan sensitivitas anak terhadap penyandang disabilitas. Anak memiliki pengetahuan faktual dan sikap yang lebih positif terhadap penyandang disabilitas.

Kegiatan ini diinisiasi oleh tiga psikolog; Yuliezar Perwira Dara, S.Psi., M.Psi., Ulifa Rahma, S.Psi, M.Psi., dan Faizah, S.Psi., M.Psi. Ketiganya merupakan dosen sekaligus Psikolog Pendidikan perkembangan di Jurusan Psikologi FISIP Universitas Brawijaya, yang tergabung dalam Kelompok Jabatan Fungsional Disabilitas.

Kegiatan tersebut dilaksanakan Jumat, 28 Agustus 2020 dan 4 September 2020 dengan mengedukasi siswa-siswa SD Kristen Charis dalam belajar Pendidikan karakter siswa hebat bersosial.

Materi puppetshow ini masuk dalam mata pelajaran life skill yang diharapkan dapat membangun kemampuan sosial yang semakin matang dan menyenangkan di antara teman sebaya dengan siswa penyandang disabilitas.

Kegiatan dilaksanakan melalui aplikasi Zoom Meeting, karena belum memungkinkan untuk memberikan psikoedukasi melalui tatap muka dengan siswa.

Diikuti 64 siswa SD Kristen Charis, kegiatan ini mendapatkan antusiasme yang cukup bagus dari guru dan siswa.

“Inti cerita dari pertunjukan boneka (Puppet show) ini adalah pengantar tentang gambaran kekhususan/keterbatasan siswa Down sindrom dan Disleksia, mengenal persamaan siswa penyandang disabilitas dengan teman lainnya, dan penjelasan tentang hal-hal yang dapat dilakukan bersama siswa penyandang disabilitas yang dikemas melalui cerita kesetiakawanan di sekolah,” Yuliezar menjelaskan isi gambaran program yang diselenggarakan.

Salah satu pendamping/guru di SD Kristen Charis Malang, yaitu Teacher Marta Enggar Ingtyas, S.Pd, menyampaikan, kegiatan dengan media Puppet (boneka tangan) cukup menarik untuk anak-anak. Isi cerita bermanfaat untuk mengenalkan anak mengenai keadaan teman penyandang disabilitas.

Hal ini sejalan dengan keadaan sekolah yang merupakan sekolah inklusi, yang juga membersamai siswa penyandang disabilitas belajar di SD Kristen Charis ini.

“Untuk selanjutnya perlu praktik lebih jauh pada keseharian anak dari materi puppet show ini. Dan anak usia sekolah dasar perlu adanya pembelajaran berulang-ulang dan media yang menarik antusiasme untuk membangun pemahaman dan sikap yang semakin baik,” kata Enggar.

Program psikoedukasi melalui puppet show ini sangat baik dan sangat dibutuhkan oleh anak-anak. “Dari sini mereka mengenal istilah disabilitas yang dialami teman di sekitarnya, mengetahui kesulitan dan keunikan teman,” ujar Chris Wijayanti Puspita,M.E, salah satu guru di SD Charis menambahkan.

Walaupun sehari-hari mereka sebenarnya sudah berinteraksi dengan mereka, kadang teman sebaya tidak paham dengan apa yang dialami temannya. Dari program ini juga, anak-anak belajar mengenai cara bersikap dengan teman penyandang disabilitas, apa yang bisa dilakukan bersama-sama untuk berteman.

Selain menyampaikan mengenai disability awareness, sesuai dengan kondisi saat ini di masa pandemi Covid-19, penyelenggara menyisipkan materi protokol kesehatan sebagaimana diimbau oleh WHO, 2020.

Di antaranya adalah melalui menjaga hidup bersih dan sehat, serta interaksi sosial yang aman, untuk diterapkan kepada peserta psikoedukasi.

Materi disampaikan melalui lagu dan gerak tangan yang energik yang diikuti oleh seluruh peserta, yaitu tepuk corona: mengenai imbauan memakai masker, handsanitizer, cuci tangan dengan air mengalir, dan jaga jarak sosial.

Pertemanan di masa pandemi masih dapat dijalin dengan bertelepon, menggunakan media sosial/aplikasi meeting yang sudah tersedia saat ini, sehingga teman-teman masih dapat terhubung termasuk dengan teman penyandang disabilitas. (adv)

Lanjutkan Membaca

Edukasi

Tahun Depan, Guru Honorer Kabupaten Malang Digaji 2 Juta?

Diterbitkan

||

Oleh

Bupati Malang H M Sanusi (foto : Imron Haqiqi)

KABARMALANG.COM – Tenanga Pendidik Kontrak (TPK) alias guru Honorer tentunya bahagia. Rencananya, pada 2021 nanti, Bupati Malang, HM Sanusi menjajikan akan menambah gajinya hingga Rp 2 juta per bulan.

Hal itu dilakukan sebagai upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang untuk meningkatkan kesejahteraan guru honorer di lingkungan Pemkab Malang.

“Kalau saat ini gaji guru honorer dikeluhkan, karena nilainya masih kecil. Pada 2021 nanti Insya Allah kami (Pemkab Malang) naikkan hingga Rp. 2 juta,” terang Sanusi, Sabtu (12/9/2020).

Kebijakan itu, menurut pria kelahiran Gondanglegi tersebut akan diberlakukan untuk semua tingkatan sekolah yang berada di bawah naungan Pemkab Malang.

“Semuanya, baik SD maupun SMP, Negeri atau Swasta, yang berada di bawah naungan Dinas Pendidikan Kabupaten Malang gajinya akan kami tambah,” tuturnya.

Hanya saja, kebijakan itu tidak berlaku untuk sekolah yang berada di bawah naungan Kemenag Kabupaten Malang.

“Kalau madrasah kami belum bisa, karena itu berada di bawah naungan Kemenag, bukan Pemkab Malang,” katanya.

Untuk diketahui, jumlah guru honorer di Kabupaten Malang, berdasarkan data yang dihimpun sebanyak 4747 orang untuk Sekolah Dasar (SD), dan 1274 orang untuk guru SMP.

Sedangkan gaji yang diberikan bervariasi, sesuai kebijakan setiap sekolah masing, karena diambilkan dari Bantuan Operasional Sekolah (BOS) sesuai dengan Permendikbud Nomor 19 tahun 2020 terkait teknis penggunaan bantuan operasional sekolah atau BOS.

Sebelumnya, dalam Permendikbud Nomor 8 tahun 2020 gaji guru honorer hanya bisa diambilkan 50% dari dana BOS reguler.

Namun, dalam Pasal 9A ayat (2) aturan baru persentase tersebut tak berlaku lagi selama masa darurat kesehatan covid-19. (haq/rjs)

Lanjutkan Membaca
Advertisement Iklan Sosialisasi Perwali Kota Batu
Advertisement Iklan cukai Pemkot Batu

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com