Connect with us

Edukasi

Walikota Sutiaji Tekankan Tertib Administrasi Penggunaan Dana BOS Tahun 2020

Diterbitkan

,

Wali Kota Malang Drs H Sutiaji saat memberikan pengarahan penggunaan dana BOSDA

KABARMALANG.COM – Wali Kota Malang Drs H Sutiaji menekankan pentingnya tertib administrasi dalam penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOSDA). Hal itu disampaikan ketika memberikan pengarahan untuk penggunaan dan pertanggungjawaban BOSDA bagi SD/MI/SMP/MTs swasta se-Kota Malang Tahun Anggaran 2020.

Dalam pengarahan berlangsung di aula Pertamina SMK Negeri 2 Kota Malang itu, Senin (6/7/2020), Wali Kota Sutiaji meminta agar Kepala Sekolah mampu mempertanggung jawabkan penggunaan dana BOSDA dengan memperhatikan beberapa poin penting.

“Tepat waktu, tepat sasaran dan transparan menjadi poin penting dalam penggunaan dana tersebut (BOSDA). Karena jika tidak, maka akan menghambat sekolah lainnya dalam pelaksanaan kegiatan,” ujar Wali Kota Sutiaji dalam arahannya.

Menurut Sutiaji, adanya kesepahaman antara yayasan dengan pihak sekolah juga dinilai sangat penting. Jangan sampai terjadi perbedaan persepsi yang bisa berakibat menghambat jalannya program dan kegiatan yang telah ditetapkan.

“Kedepan, saya berharap dengan adanya dana ini (BOSDA), sekolah dapat meningkatkan standar kualitas pendidikan meski ditengah-tengah situasi pandemi Covid-19,” tandas Sutiaji.

Sebanyak 87 sekolah swasta di Kota Malang akan menerima dana hibah BOSDA dengan total anggaran Rp 35.681.880.000 yang dikucurkan bagi 45.746 siswa di 217 sekolah se-Kota Malang.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Kota Malang Zubaidah menyatakan, dana Bosda yang dicairkan tahun ini sebesar Rp 35 miliar. Dana tersebut diperuntukkan bagi lembaga swasta khusus sekolah dasar (SD) serta Sekolah Menengah Pertama (SMP).

“Dalam minggu ini sudah dicairkan anggaran untuk bantuan sekolah swasta yaitu BOSDA, anggarannya sekitar Rp 35 miliar untuk lembaga swasta khusus SD maupun SMP,” kata Zubaidah terpisah.

Zubaidah menegaskan, total keseluruhan anggaran yang digelontorkan untuk sekolah swasta sebesar 47 persen. Dimana hampir 50 persen dari anggaran berasal dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud).

“Insya Allah, dalam kepemimpinan Bapak Wali Kota Sutiaji saat ini, kami sudah banyak sekali perhatian-perhatian yang tidak membedakan antara negeri maupun swasta,” ujar Zubaidah.

Untuk tahun 2020 ini, Disdikbud kota Malang mendapatkan alokasi anggaran sekitar Rp 205 miliar.  Namun dengan adanya pandemi, banyak alokasi anggaran yang dikurangi untuk percepatan penanganan Covid-19.

“Karena untuk Covid-19, banyak sekali kegiatan-kegiatan yang harus dihilangkan, contohnya lomba UKS, Green School Festival, dan beberapa kegiatan lain,” pungkas Zubaidah. (rjs/fir)

Edukasi

Pancasila Landasan Bangsa, Harus Tersampaikan Dengan Gaya Milenial

Diterbitkan

,

Pancasila Landasan Bangsa, Harus Tersampaikan Dengan Gaya Milenial
Wali Kota Malang, Sutiaji (ketiga dari kiri) bersama para narasumber lainnya di Seminar Pancasila (Foto: Fathi)

 

KABARMALANG.COM – Pancasila menjadi landasan bangsa dan negara Indonesia. Filosofi berlambang garuda harus menjadi pegangan seluruh masyarakat Indonesia.

Wali Kota Malang, Sutiaji pun sepakat. Tetapi dia mengatakan perlunya inovasi kekinian milenial.

Sehingga, nilai Pancasila sebagai landasan bangsa tersaji apik. Supaya, seluruh lapisan masyarakat Indonesia tergerak.

Kabar Lainnya : Pancasila Sebagai Landasan Dasar Negara.

Sutiaji menegaskan ini saat menjadi narasumber seminar Pancasila. Tajuk seminarnya adalah ‘Pancasila Sebagai Pencegah Tindakan Korupsi’.

UMM dan BPIP menggelar seminar ini di GKB 4 UMM, Rabu (3/3).

“Bagaimana nantinya BPIP menggarap konten-konten media sosial,” ujar Sutiaji kepada wartawan, di GKB 4 UMM, Rabu (3/3).

“Sehingga ada narasi Pancasila sebagai landasan bangsa. Tetapi, visualisasinya berbentuk film animasi. Kemudian film pendek, dan YouTube juga bisa,” ujar nomor satu di Pemkot Malang tersebut.

Menurut Sutiaji, masyarakat Indonesia harus mengenal Pancasila sejak dini. Dari situ akan muncul rasa cinta terhadap dasar negara Indonesia tersebut.

“Sehingga, dari mana kita cinta kalau tidak mengenal. Mulai dari kalangan bawah sampai atas. Harusnya mulai tertanam sejak kecil. Nanti tinggal pengamalannya,” tutupnya.

Rektor UMM, Dr. Fauzan, M.Pd menambahkan. Seminar itu bentuk kerja sama BPIP dengan UMM. Tujuannya untuk sosialisasi tindakan preventif terhadap korupsi.

“Harapannya seminar ini mengedukasi peserta seminar dan masyarakat Indonesia. Jangan sampai ada kegiatan korupsi lagi,” ujar Fauzan.

Fauzan mengungkapkan seminar tersebut banyak membahas integritas moral.

“Ada korupsi yang sudah ketahuan dan tidak ketahuan. Itu berkaitan dengan integritas moral,” terangnya.

Menurut Fauzan, bangsa Indonesia harus memiliki integritas moral tinggi. Lalu komitmen berbangsa dan bernegara yang tinggi pula.

“Agar, bangsa Indonesia memiliki keadaban yang tinggi. Lewat peradaban yang tinggilah bangsa Indonesia akan maju. Bersanding dengan negara-negara besar yang lain,” tutupnya.(fat/yds)

Lanjutkan Membaca

Edukasi

Abraham Lomi Gantikan Kustamar Sebagai Rektor ITN Malang

Diterbitkan

,

Abraham Lomi saat sumpah pelantikan sebagai Rektor ITN Malang. (Foto : Istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Prof Dr Eng Ir Abraham Lomi MSEE, resmi menjadi Rektor ITN Malang. Abraham menggantikan Prof Dr Ir Kustamar MT yang meninggal.

Pelantikan Abraham Lomi terhelat Rabu (3/3) pagi. Prosesi pelantikan tergelar di ITN Malang. Abraham juga menjabat periode 2021-2023.

Abraham menyebut bahwa tugas ini berat. “Ini tanggung jawab yang berat. Karena, ada 10 pakta integritas dari pendahulu saya. Yaitu pak Rektor almarhum Prof Dr Ir Kustamar MT,” ujar Abraham usai pelantikan.

Menurutnya, 10 visi Kustamar, menuntut ITN berlari cepat. Bahkan, dalam waktu 4 tahun, belum tentu program itu tercapai.

“Apalagi saya yang hanya 2 tahun. Tetapi, kita komitmen. ITN dan P2PUTN harus sinergi. Kita pikul visi ini bersama-sama, supaya seimbang,” ujar sabuk hitam bela diri Shorinji Kempo itu.

Abraham sendiri pernah menjadi rektor ITN 2003-2007 dan 2007-2011. Dia juga tetap mengajar di ITN setelah tak menjadi rektor.

“Saya pun terlibat dalam program-program pendahulu saya. Sehingga saya tahu persis perkembangan ITN,” ujarnya.

Dia pun siap, bekerja keras untuk ITN periode 2021-2023. Tetapi, dia pun berpesan agar semua pihak membangun sinergi.

“Kalau kami salah, tentu silakan tegur. Tetapi, ketika sukses, beri reward. Kami pun siap menjalankan tugas sesuai SOP,” ujarnya.

Rektor ITN Malang periode 2021-2023.

Menurut Abraham, ada tiga hal penting di masa jabatannya. Pertama, harus melaksanakan visi Rektor Kustamar dan tercapai.

“Kedua, bangun komunikasi terus dengan P2PUTN. Ketiga, pembinaan regenerasi,” sambungnya.

Menurutnya, ITN penuh dengan orang-orang muda. Saat jabatannya berakhir, dia ingin orang-orang muda ini menahkodai ITN.

“Mereka yang menjadi nahkoda ITN ke depan. Tentunya dengan inovasi dan kreativitas,” tutur Rektor ITN.

Kabar Lainnya : ITN Tawarkan Triple Helix Pembangunan Nasional.

Sejumlah pejabat menyaksikan pelantikan Rektor ITN. Dewan pengawas, perimbangan dan Senat ITN.

Selanjutnya Rektor UKWK Malang, Frater Dr Klemens Mere BHK. Kemudian LLDikti Jatim. Setelah itu perwakilan tiga kepala daerah.

Serta, beberapa tokoh dan aparat. Baik dari Kelurahan Sumbersari, Babinsa dan Babinkamtibmas.(carep-04/yds)

Lanjutkan Membaca

COVID-19

Tenaga Pendidik Negeri Dapat Jatah Vaksin, Guru Swasta Gigit Jari

Diterbitkan

,

Tenaga Pendidik Negeri Dapat Jatah Vaksin, Guru Swasta Gigit Jari
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, drg Arbani Mukti Wibowo. (Foto: Imron Haqiqi)

 

KABARMALANG.COM – Tenaga pendidik sekolah swasta tampaknya harus bersabar. Karena, pencanangan vaksinasi guru, hanya bagi sekolah negeri.

Kadinkes Kabupaten Malang, drg Arbani Mukti Wibowo tidak menampiknya. Dia mengatakan vaksinasi tenaga pendidik negeri masuk tahap kedua.

Vaksinasinya bersamaan dengan jajaran TNI dan Polri.

“Untuk guru yang bertugas di sekolah negeri. Jumlahnya sekitar 14-15 ribu orang,” ungkapnya, Selasa (2/3).

Pelaksanaan vaksinasinya, menurut Arbani sudah mulai Senin (1/3) kemarin. Sedangkan guru sekolah swasta harus gigit jari.

Karena, mantan Direktur RSUD Lawang belum tahu kapan vaksinasinya. Tetapi, Pemkab Malang sudah mengantongi data guru swasta tersebut.

“Kalau datanya sudah kami kantongi. Tetapi kalau pelaksanaanya belum tahu,” tuturnya.

Sebagai informasi, selain guru, pelaksanaan vaksinasi tahap kedua ini sasarannya adalah TNI dan Polri.

Untuk Polri jumlahnya sebanyak 1226 orang, TNI sebanyak 1227 orang, dan 3000 tenaga kesehatan yang belum mendapat jatah vaksinasi pada tahap pertama beberapa waktu lalu.

“Jumlah vaksin yang tersedia saat ini jumlahnya sebanyak 4060 Vial. Jumlah itu bisa disuntikkan bagi 20.300 Orang,” pungkas Arbani.

Sementara, data PGRI Kabupaten Malang menyebut ada 6021 guru. Mereka adalah guru honorer yang ada di Kabupaten Malang.

Kabar Lainnya : 2021 Bupati Malang Janjikan Gaji 2 Juta Per Bulan Guru Honorer.

Jumlahnya sebanyak 6.021 orang. Sekitar 4747 orang adalah guru honorer SD. Sementara, 1274 orang guru honorer SMP.(im/yds)

Lanjutkan Membaca

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com