Connect with us

Pilbup 2020

Daya dr Umar Dan Didik Di Pilkada Kabupaten Malang, Ini Kata Pakar Politik

Diterbitkan

||

KABARMALANG.COM – Bakal calon yang akan melenggang berebut kursi Bupati Malang melalui Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menjadi tanda tanya. Dikabarkan partai berlambang bintang sembilan itu akan mengumumkan kepastian calonnya pada akhir Juni ini.

Namun ada dua sosok yang disebut-sebut mempunyai potensi kuat mendapat rekom partai pimpinan Muhaimin Iskandar itu, yakni dr Umar Usman dan mantan Sekda Kabupaten Malang, Didik Budi Muljono.

Diberitakan sebelumnya, dr Umar Usman mengklaim pihaknya sudah mendapat persetujuan PKB baik di DPC maupun DPP, meski rekom secara tertulis belum dipegangnya.

Sedangkan di sisi lain, Didik Budi Muljono juga mengaku sudah melakukan koordinasi dengan pihak DPC PKB, bahkan juga di PAC untuk meyakinkan bahwa pihaknya pantas mendapat dukungan dari partai yang didirikan oleh Gus Dur tersebut.

Menanggapi hal tersebut, salah seorang pengamat politik Universitas Brawijaya, Wawan Sobari mengatakan keduanya sama mempunyai potensi yang kuat dari sisi popularitas.

“Dalam menentukan elektabilitas calon itu bisa diukur dari dua sudut pandang, yakni tingkat popularitas dan tingkat ketepilihan. Dari sisi popularitasnya keduanya sama-sama populer di masyarakat,” Wawan, Senin (29/06/2020).

Namun, lanjut Wawan jika berdasarkan tingkat keterpilihan, dr Umar dipandang lebih kuat dibanding Didik. Sebab, dr Umar sebagai ketua PCNU lebih banyak turun ke masyarakat dibanding Didik.

“Apalagi di tataran masyarakat NU,” ucapnya.

Sebab, menurut Wawan, karakter masyarakat Jawa Timur dalam memilih pemimpin secara umum lebih suka terhadap sosok yang familiar bagi mereka.

“Tapi akan menjadi lebih baik lagi jika kedua sosok (dr Umar Usman dan Didik Budi Muljono) tersebut berjalan beriringan. Sebab bagaimanapun Didik juga butuh kendaraan. Tapi kan tidak harus PKB, bisa ambil partai poros tengah yang lain, lalu bersanding dengan dr Umar,” tukasnya. (imr/fir)

Pilbup 2020

KPU Tetapkan Sandi Nomor Urut Satu Dan Ladub Nomor Dua

Diterbitkan

||

Oleh

Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Malang, HM Sanusi-Didik Gatot Subroto (Sandi) dan Latifah Shohib-Didik Budi Muljono saat menerima nomor urut dari KPU Kabupaten Malang (Foto: Imron Haqiqi)

 

KABARMALANG.COM – Kedua pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Malang yang akan berkompetisi dalam Pilkada Kabupaten Malang 9 Desember mendatang sudah mendapatkan nomor urut.

Berdasarkan penetapan KPU Kabupaten Malang pada rapat pleno terbuka pengundian nomor urut pasangan calon (Paslon) Bupati-Wakil Bupati Malang, Kamis (24/09/2020) untuk Paslon HM Sanusi-Didik Gatot Subroto (Sandi) mendapat nomor urut 1. Sedangkan Paslon Latifah Shohib-Didik Gatot Subroto (Ladub) masuk urutan 2.

Paslon Sandi berharap nomor urut 1 yang diterimanya tersebut bisa menjadi tauladan serta menjadi pilihan masyarakat Kabupaten Malang dalam Pilkada 9 Desember nanti.

“Pada 9 Desember nanti masyarakat Kabupaten Malang hanya satu pilihan, Sandi untuk Malang Makmur,” kata Didik Gatot Subroto dalam konferensi persnya usai menerima nomor urut dari KPU Kabupaten Malang.

Sementara itu, Ketua Tim Pemenangan Sandi, Hari Sasongko mengatakan usai menerima nomor urut tersebut pihaknya akan menyiapkan desain dan akan menyebarluaskan kepada masyarakat sesuai dengan tahapan kampanye yang telah diatur oleh KPU Kabupaten Malang.

“Misi kita (Sandi) menang dalam pilkada sekaligus menang dalam hal pencegahan Covid-19,” tegasnya.

Untuk diketahui, majunya Paslon Sandi dalam Pilkada Kabupaten Malang 2020 diusung oleh enam partai, yakni PDI Perjuangan, PPP, NasDem, Demokrat, Gerindra, dan Golkar.

Sementara itu, Paslon Latifah Shohib-Didik Budi Muljono (Ladub) mengaku menerima dengan nomor urut 2 yang diterimanya. Pasalnya sebelumnya pasangan yang mengusung tagline Malang Bangkit itu telah memproklamirkan salam dua jari kepada para pendukungnya.

“Jadi, mendapatkan nomor urut 2 bukan menjadi masalah bagi kami. Sebab kita sudah mengenalkan salam dua jari ke masyarakat. Justru memudahkan kami untuk sosialisasi, tidak mengulangi lagi, tidak merubah. Karena sudah semangatnya, semangat Ladub,” tegas Latifah Shohib dalam konferensi persnya di Ruang Faksi DPRD Kabupaten Malang, Kamis (24/09/2020).

Lebih lanjut, Bu Nyai -sapaan akrab Latifah Shohib- mengatakan Ladub bakal melakukan sosialisasi terkait visi misi yang tertuang dalam Malang Bangkit.

“Kami akan menyampaikan visi misi kepada masyarakat tentang pemberdayaan masyarakat, pemberdayaan perempuan, percepatan pembangunan, kemudian pertanian,” terangnya.

Perempuan yang merupakan kerabat Alm Gusdur itu menyebut, Kabupaten Malang memiliki potensi luar biasa. Dan hal itu menurutnya membutuhkan kepemimpinan yang tepat.

“Potensi yang luar biasa di Kabupaten Malang terkait dengan pengembangan destinasi wisata itu merupakan salah satu program unggulan dari Ladub,” tutupnya. (haq/fir)

Lanjutkan Membaca

Pilbup 2020

Wartawan Dilarang Meliput Rapat Pleno Pengundian Nomor Urut Paslon Bupati Dan Wakil Bupati Malang

Diterbitkan

||

Oleh

Situasi diluar ruang rapat pleno terbuka pengundian nomor urut Paslon Bupati-Wakil Bupati Malang (Foto: Imron Haqiqi)

 

KABARMALANG.COM – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Malang melarang puluhan wartawan baik media cetak, televisi dan online untuk melakukan peliputan saat gelar rapat pleno terbuka pengundian nomor urut pasangan calon (Paslon) Bupati-Wakil Bupati Malang di ruang Paripurna DPRD Kabupaten Malang, Kamis (24/09/2020).

Pelarangan tersebut diungkapkan oleh salah satu pegawai KPU Kabupaten Malang yang diketahui bernama Bobby Gandi yang menjabat sebagai Kasubag teknis KPU Kabupaten Malang. Pegawai itu meminta wartawan untuk tidak masuk ke ruangan tersebut.

“Berdasarkan PKPU Nomor 13 tahun 2020, rapat pleno terbuka pengundian nomor urut pasangan calon (Paslon) Bupati-Wakil Bupati Malang yang diperbolehkan masuk hanya Paslon dan 2 orang perwakilan Bawaslu, 3 orang pendukung, 7 atau 5 orang KPU Provinsi atau Kota/Kabupaten. Sedangkan media juga tidak disebutkan dalam PKPU tersebut,” katanya saat dimintai klarifikasi oleh wartawan.

Lebih lanjut, Gandhi menyarankan wartawan untuk melihat siaran acara daring melalui kanal Youtube KPU Kabupaten Malang. Usai membacakan link siaran acara sidang, Gandhi langsung memasuki ruang sidang kembali.

Wartawan mencoba mendesak pihak KPU agar diperbolehkan masuk, namun tetap saja tidak diperbolehkan. Tak ayal, seluruh wartawan all out dari sekitar rapat pleno terbuka pengundian nomor urut pasangan calon (Paslon) Bupati-Wakil Bupati Malang itu.

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua PWI Malang Raya, Cahyono menilai bahwa pelarangan oleh KPU tersebut jelas melanggar Undang-Undang (UU) Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers pasal 4 di dalam ayat 1 disebutkan bahwa kemerdekaan pers dijamin sebagai hak asasi warga negara.

“KPU Kabupaten Malang berdalih atas dasar PKPU nomor 13 tahun 2020, tentang pelaksanaan rapat pleno terbuka. Kekuatan PP dan Undang-undang tinggi mana?,” simpulnya.

Atas hal itu, Cahyono menyayangkan sikap KPU Kabupaten Malang yang melarang para wartawan untuk melakukan peliputan pengambilan nomor urut Paslon Bupati-Wakil Malang dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Malang 2020.

“Akibat peristiwa itu, saya selaku wakil ketua PWI Malang Raya bakal melayangkan surat DKPP (Dewan Kehormatan Pelaksana Pemilu),” tukasnya. (haq/fir)

Lanjutkan Membaca

Pilbup 2020

Tanggapan Malang Jejeg Soal KPU Tunda Tes Kesehatan

Diterbitkan

||

Oleh

KABARMALANG.COM – Beredar kabar bahwa salah salah satu bakal calon Bupati Malang jalur perseorangan, Heri Cahyono terpapar Covid-19.

Kabar itu dibenarkan oleh KPU kabupaten Malang melalui pernyataan yang dikeluarkan melalui rilis resminya, Selasa (22/9/2020).

Dalam keterangannya, KPU Kabupaten Malang menyatakan berdasarkan Pasal 50C ayat (1) PKPU Nomor 10 Tahun 2020 yang disebutkan jika KPU Provinsi atau KPU Kabupaten/Kota menunda tahapan pemeriksaan kesehatan jasmani, rohani, dan bebas penyalahgunaan narkotika bagi Bakal Pasangan Calon atau salah satu Bakal Pasangan Calon yang dinyatakan positif Covid-19.

Poin pertama, bahwa KPU Kabupaten Malang menunda tahapan pemeriksaan kesehatan jasmani, rohani, dan bebas penyalahgunaan narkotika bagi bakal pasangan calon Heri Cahyono dan Gunadi Handoko.

Poin kedua, bakal pasangan calon atau salah satu bakal pasangan calon yang dinyatakan positif Covid-19 dilakukan penanganan sesuai peraturan perundang-undangan yang mengatur mengenai pencegahan dan pengendalian Covid-19.

Poin ketiga, setelah dilakukan penanganan bagi Bapaslon atau salah satu Bapaslon yang telah dinyatakan negatif atau sembuh dari Covid-19, barulah pihak KPU Kabupaten Malang akan melakukan pengecekan kembali terhadap berkas administrasi dari Bapaslon perseorangan.

Pada poin terakhir, jangka waktu penelitian administrasi sebagaimana dimaksud di poin ke 3 paling lama 20 ( dua puluh ) hari sejjak dilakukan pemeriksaan kesehatan jasmani, rohani, dan bebas penyalahgunaan narkotika.

Menanggapi hal itu, Sam HC -sapaan akrab Heri Cahyono- mengakui bahwa hasil dari tes swab yang dilakukan di RS Lavalette, Kota Malang pada 16 September lalu pihaknya memang dinyatakan terpapar positif Covid-19.

“Iya, benar. Akan tetapi, saya meragukan hasil itu.  Sehingga saya melakukan tes Swab pembanding di lain tempat yaitu Laboraturium Prodia Kota Malang, dan hasilnya saya tidak terdeteksi Covid-19,” tegas Sam HC dalam konferensi pers, Selasa (22/9/2020).

Selain itu, lanjut Sam HC, dirinya juga telah melakukan rapid tes di RS Madinah, Kasembon, hasilnya juga non-reaktif.

“Rapid tes dan swab itu selaras. Sehingga saya bebas berinteraksi,” tandasnya.

Sam HC, kemudian mempertanyakan, ketika dinyatakan positif Covid-19. Kenapa dirinya tidak mendapat respon dari Tim Satgas Covid dari Pemkab Malang, yaitu penjemputan.

“Harusnya kalau saya dinyatakan positif saya dijemput oleh tim Satgas Covid-19. Namun, faktanya sampai saat ini tidak ada tindakan apapun. Bagi kami ini tanda tanya besar,” ungkapnya.

Sementara itu, Tim Hukum Malang Jejeg, Fransiscus Setiadi mengatakan, bahwa pengambilan sampel kurang sehat atau terlalu lelah pada tes Swab dilakukan, sehingga hasilnya positif.

“Setelah menerima hasil itu, kami pulang memperbaiki diri. Dengan istrirahat yang cukup dan kosumsi makanan berkualitas. Setalah itu tes kembali, dan hasilnya non reaktif dari hasil rapid tes, dan tidak terditeksi Covid-19 di tes Swab,” kata Fransiscus terpisah. (ron/rjs)

Lanjutkan Membaca
Advertisement Iklan Sosialisasi Perwali Kota Batu
Advertisement Iklan cukai Pemkot Batu

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com