Connect with us

Kabar Batu

Representasikan Kondisi Saat ini, Ki Jopo Tampilkan Sambega Covid-19

Diterbitkan

||

KABARMALANG.COM – Sujopo Sumarah Purbo salah satu seniman Kota Batu penari 1000 topeng kembali membuat karya bernama ‘Sambega Covid-19′. Karya tersebut diciptakan sebagai bentuk representasi dari gejolak pageblug yang tengah dihadapi oleh dunia.

Meskipun terbatas secara ruang karena adanya aturan yang diterapkan oleh pemerintah untuk memutus mata rantai penularan virus, seniman yang bertempat tinggal di Pohkopek Gang 11 RT 1 RW 12, Dusun Gondorejo, Desa Oro-Oro Ombo, Kecamatan Batu tersebut secara gamblang berujar tetap bisa berkarya melalui berita-berita yang ia konsumsi dan dipadukan dengan imaji petuah dari orang terdahulu.

“Karya ini saya buat dari melihat berita di media massa. Setiap beritanya saya ikuti. Terutama Covid-19. Akhirnya timbul keprihatinan untuk membuat karya,” ujar pria yang akrab disapa Ki Jopo tersebut, Minggu (28/06/2020).

Ia juga menerangkan, sambega sendiri merupakan bahasa Pali yang merupakan bahasa dari kitab agama Budha dan memiliki arti berkecamuk atau bergejolak.

Lebih lanjut, tujuan dirinya membuat karya tersebut merupakan sebuah pesan kepada masyarakat Indonesia di tengah pandemi Covid-19. Pasalnya masih banyak masyarakat yang acuh terhadap aturan pemerintah dalam mencegah persebaran Covid-19.

“Kok becikmen (terlalu.red) masyarakat Indonesia ini dengan tidak mengikuti aturan di tengah pandemi Covid-19. Seperti tidak menggunakan masker dan tidak jaga jarak saat beraktifitas,” terangnya.

Menurutnya cerita dari Sambega sendiri yakni menerangkan bahwa eyang Ismoyo Jati atau Semar mewanti-wanti bahwa kedepannya akan ada zaman edan atau saat ini bisa dikatakan ada wabah. Sehingga membuat eyang Ismoyo Jati turut prihatin.

Sementara itu, ia juga mengekspresikan tari naga barong dan leak yang diintepretasikan naga barong dan leak sebagai virus yang ada.

Di tengah-tengah tarian, muncul sosok topeng cantik yang saya representasikan sebagai pramugari cantik dan memiliki keluarga dengan seorang bayi.

“Namun sayangnya sepulang kerja ia langsung menggendong anaknya yang masih balita. Kemudian juga bergumul dengan suaminya tanpa membersihkan diri (cuci tangan.red) dahulu. Pada akhirnya terjangkit Covid-19,” ucapnya.

Sehingga dari situlah, eyang Ismoyo Jati datang mengambil sang bayi untuk memandikan agar sang jabang bayi tidak tertular.

Tak hanya itu saja, ia juga menari dengan mengenakan APD lengkap dengan face shiled, dan sarung tangan sebagai representasi tenaga medis saat menari degan gerakan seoalah-olah mengobati pasien Covid-19. Dibumbuhi juga gerakan yang menunjukkan doa permintaan kepada seng pencipta agar pagebluk segera berakhir.

Namun dibalik karya sambega Covid-19 yang ia buat. Diakuinya bahwa selama tiga bulan ini ia harus tiarap total atau tidak bisa bekerja mencari nafkah sama sekali.

“Kalau masalah dapur, ya sudah tiga bula ini tidak ada pemasukan bro. Jadi untuk melakoni kebutuhan sehari-hari saya sampai jual kendang, dandang, dan keris (tosan aji.red) yang saya punya. Yang penting bukan kostum tari dan peralatan main lainnya,” ungkap laki-laki berusia 70 tahun ini.

Bahkan, yang ia juga mengakui terpaksa berhutang di Eco Green Park untuk dua pentas agar dirinya terus bisa menyambung hidup. “Selain itu saya juga hutang dua egolan (pentas.red) kedepan agar bisa menyambung hidup sehari-hari. Nanti saat normal kembali baru bisa tampil dua kali pentas,” imbuhnya.

Disisi lain, selama berkarya ia menuturka. selalu ingat dengan Gendon Humardani, Bagong Kusudiarjo, Eddy Rumpoko yang selalu memberi dirinya support untuk terus menghasilkan dan berkarya.

“Tiga orang tersebut yang selalu support saya untuk tetap semangat dan tidak putus asa dalam berkesenian. Serta teman akrab saya almarhum Gendono yang menyusun iringan musikalisasi musik dalam tarian samdega Covid-19,” terangnya.

Dalam penampilan tari samdega Covid-19, Ki Jopo dibantu dengan kolaborasi antar seniman seperti Seno Bramantio film maker dokumenter, Herman Aga dan Adi Mahardian Mukti dari Tukunuku yang juga seorang sutradara film fiksi. Mereka turut membantu dengan membuat dokumenter pendek Samdega Covid-19 di Coban Putri. (arl/fir)

Kabar Batu

PKH Batu Cair, 3498 KK Terima Bantuan

Diterbitkan

||

Suasana penyerahan bantuan beras pada keluarga PKH Batu. (Foto : Arul)

KABARMALANG.COM – Program Keluarga Harapan Kota Batu akhirnya cair. Penerima PKH sejumlah 3.498 KK pun kembali bernafas lega.

Pasalnya, bantuan pemerintah pusat berupa 15 kilogram sembako. Bantuan ini dinilai penting bagi warga di tengah pandemi.

“Programnya tiga bulan dan ini yang terakhir. Agustus dan September kemarin juga sudah disalurkan,” ungkap Wakil Wali Kota Batu Punjul Santoso, Rabu siang (21/10).

Dia menambahkan, bantuan PKH disalurkan dua hari terakhir. Pendistribusian dilakukan dengan kerja sama Bulog.

Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan melakukan pendataan. Data ini, diserahkan kepada Bulog.

Penyaluran beras hari ini dilakukan di dua kecamatan. Yakni, Kecamatan Bumiaji dan Kecamatan Batu.

“Yakni, Songgokerto, Sisir, dan Sidomulyo. Ini untuk Batu. Kalau Kecamatan Bumiaji keseluruhan, 9 kelurahan semua,” katanya.

Dia juga berharap bantuan ini membantu daya beli masyarakat. Serta, menekan angka kemiskinan di Kota Batu.

“Jadi masyarakat tinggal memikirkan untuk membeli lauknya saja,” tutup Punjul.(arl/yds)

Lanjutkan Membaca

Kabar Batu

Kampung Bulukerto, Suguhkan Kopi Rasa Apel

Diterbitkan

||

Foto : Wisatawan Kunjungi Wisata Edukasi Kopi di Bulukerto (Foto : istimewa)

KABARMALANG.COMKota Batu terkenal dengan wisata buatan. Tapi, wisata edukasi kopi menjadi alternatif baru.

Wisata edukasi ini memperkenalkan produk kopi olahan Kota Batu. Lokasi wisatanya ada di Dusun Buludendeng Desa Bulukerto Bumiaji.

Ciri khas kopinya adalah memiliki rasa apel dalam seduhannya.

“Awalnya kami ragu untuk membuat inovasi ini. Namun ketika dicoba, ternyata responnya diluar dugaan kami,” beber Oktavian Dwi Suhermanto, penggerak Kampung Kopi Bulukerto, ketika ditemui di Kampung Kopi Aroma Apel Rabu siang (21/10).

Dia mengungkapkan kopi ini tak hanya beraroma apel. Produk yang dinamai kopi Siman tersebut punya aftertaste apel.

Kepada Kabarmalang.com, Herman membeberkan rahasianya. Kopi arabika punya sifat khusus. Dia selalu menyerap aroma dilingkungan sekitarnya.

Dia sengaja menanam di bawah pohon apel. Sehingga setiap kopi yang dipanen beraroma segar buah apel.

“Kalau harga, kita mematok dengan harga normal. Rp 10 ribu untuk 100 gram kopi bubuk. Rp 40 ribu untuk 200 gramnya,” bebernya.

Sedangkan, green bean dipatok Rp 350 ribu per 5 kilogram.

Herman menjelaskan, kopi apel ditanam di lahan 10 hektar. Perkebunan dikelola Kelompok Tani Sri Makmur.

Dalam setahun, petani memanen 600 kilogram. “Alhamdulillah bisa maju sepesat ini. Varian aroma buah lain sedang kami trial,” tutupnya.(arl/yds)

Lanjutkan Membaca

Kabar Batu

Patirtaan Kaygun Dibuka Dua Hari Lagi

Diterbitkan

||

Patirtaan Kaygun di Desa Tlekung.

KABARMALANG.COM – Desa Tlekung diresmikan menjadi salah satu desa wisata. Patirtaan Kaygun akan menjadi destinasinya.

Wisata air ini akan dibuka pada Jumat depan. Patirtaan Kaygun ini disinyalir  menambah Pendapatan Asli Desa.

Karena, wisata ini diklaim sangat ramah dengan kantong. Petirtaan Kaygun dibuka setiap weekend saja.

“Yakni Jumat sampai Minggu. Jumat depan ini pembukaan pertama,” terang Kades Tlekung Mardi, Selasa siang (20/10).

Dia menegaskan, tiket masuk kolam renang Patirtaan Kaygun sangat terjangkau. Wisatawan hanya diwajibkan membayar Rp 5000 saja. Itu sudah bisa renang sepuasnya.

Walaupun begitu, destinasi wisata baru masih belum finish. Pasalnya, areal dalam sedang dipersiapkan stan penjualan makanan minuman.

Stan ini akan langsung dikelola oleh Bumdes. “Harganya juga tidak akan mahal. Yakni antara Rp 3000 sampai Rp 20 ribu saja,” imbuhnya.

Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko menargetkan peningkatan wisatawan.

Desa wisata ini diharap menambah pilihan wisatawan.

“Kan bagus kalau mau kemanapun ada tempat wisata. Apalagi pasca PSBB akses mobilitas cukup terbuka. Dengan syarat menerapkan protokol kesehatan,” tuturnya.

Ia juga berharap Patirtaan Kaygun menggeliatkan wisata Kota Batu.(arl/yds)

Lanjutkan Membaca
Advertisement Iklan Sosialisasi Perwali Kota Batu
Advertisement Iklan cukai Pemkot Batu

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com