Connect with us

Kabar Batu

Siap-siap, Di Kota Batu Tak Lagi Gampang Merokok

Diterbitkan

||

KABARMALANG.COM – Tak lama lagi di Kota Batu yang terkenal dengan destinasi wisatanya ini akan cukup sulit bagi wisatawan yang hendak merokok secara sembarangan.

Pasalnya, hingga saat ini Pemkot Batu bersama DPRD tengah mempersiapkan Ranperda (Rencana Peraturan Daerah) KTR (Kawasan Tanpa Rokok) dan menjadi pembahasan serius untuk agar Polusi dan kenyamanan wisatawan yang bukan perokok tidak terganggu.

“Ranperda ini mengacu pada PP nomor 109 tahun 2012 tentang pengamanan bahan yang mengandung zat adiktif produk tembakau, turunan dari UU nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan. Jadi saat ini memang menjadi perbincangan serius,” ujar Walikota Dewanti Rumpoko, Minggu (28/06/2020).

Perda KTR ini, ia melanjutkan, juga merupakan salah satu upaya mempertahankan predikat Kota Layak Anak yang didapatkan pada 2019 lalu.

Lebih lanjut, wanita yang akrab disapa Bude itu menerangkan bahwa akan ada beberapa tempat yang dijadikan sebagai KTR seperti fasilitas pelayanan kesehatan, tempat proses belajar mengajar, tempat ibadah, angkutan umum, tempat kerja serta tempat umum dan tempat lain yang ditentukan. Zona KTR ini juga telah tertuang dalam pasal 49 PP nomor 109 tahun 2012.

“Maka perlu dijaga kebersihan udara. Di tempat pendidikan, di kantor-kantor, fasilitas kesehatan, taman agar tak terpolusi oleh rokok. KTR ini membatasi kegiatan merokok di dalam ruangan. Seperti di Gedung Among Tani Kota Batu,” papar Dewanti.

Disampaikan juga bahwa nantinya, akan diberikan sosialisasi dan akan dilakukan melalui Dinas Kesehatan dengan berbagai metode dan saluran media sehingga nantinya bisa efektif dilaksanakan masyarakat. Ia pun tak menampik jika nantinya perokok akan diberi ruangan khusus untuk melakukan aktivitas merokok.

Disinggung terkait sanksi pelanggar perda KTR, orang nomor satu di Kota Batu itu menyebutkan bahwa pihaknya saat ini tengah membicarakan hal tersebut dengan anggota legislatif.

“Untuk sanksi memang masih dalam pembicaraan, namun jika ada sanksi nantinya kami juga akan memberikan apresiasi bagi pendukung perda KTR ini apalagi jika dia ikut berperan aktif,” pungkasnya. (arl/fir)

Kabar Batu

KADIN Kota Batu Bakal Launching Koperasi Untuk Masyarakat

Diterbitkan

||

Oleh

Ilustrasi UMKM Kota Batu

 

KABARMALANG.COM – KADIN (Kamar Dagang dan Industri) Kota Batu akan membangun Koperasi Mikawa untuk membangun kemajuan perekonomian masyarakat di Kota Batu.

Endro Wahyu Wijoyono, Ketua Kadin Kota Batu mengatakan bahwa koperasi ini nantinya bisa membantu mengatasi permodalan bagi pelaku UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah).

“Kami pastikan bunganya rendah, dan ini juga khusus untuk masyarakat Batu,” terangnya kepada Kabarmalang.com pada Jumat (25/09/2020).

Selain itu, pembetukan koperasi ini juga merupakan salah satu progres refleksi Kadin Kota Batu selama satu tahun dan sekaligus untuk peringatan Kadin Indonesia yang ke 52 tahun.

Sementara itu Ketua Dewan Pertimbangan Kadin Kota Batu, Suryo Widodo yang mengatakan bahwa pemetaan potensi ini dilakukan sebagai dasar penguatan ekonomi. Sehingga akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi terlebih saat ini masa pandemi Covid-19.

“Kami akan membangun ekonomi Kota Batu dengan mulai memetakan dasar potensi ekonomi yang ada di setiap desa/kelurahan. Serta, kualifikasi pelaku-pelaku usaha yang ada di seluruh Batu. Targetnya sekecil apapun potensi dan unggulan ekonomi bakal kita bantu baik dari segi permodalan, pemasaran, dan pengembangan,” tuturnya.

Menurut Suryo Widodo, dengan mengetahui potensi yang ada maka Kadin bisa membantu memfasilitasi untuk pengembangannya. Termasuk juga menciptakan pelaku usaha baru yang belum ada namun berpotensi besar di wilayah tersebut.

Kadin tentu menargetkan ekonomi Kota Batu bisa segera bangkit dan terus tumbuh sehingga dampak jangka panjangnya bisa dirasakan dan mensejahterakan masyarakat. Baik dari pertanian, peluang wisata dan lainnya. (arl/fir)

 

Lanjutkan Membaca

Kabar Batu

Kasus Covid-19 Al Izzah, Masyarakat Sumberejo Butuh Keterbukaan Informasi

Diterbitkan

||

Oleh

Ponpes Al Izzah Kota Batu

 

KABARMALANG.COM – Merebaknya isu tentang ratusan santri ponpes Al Izzah Internasional Boarding School membuat keresahan tersendiri bagi warga Desa Sumberejo.

Menurut Kepala Desa Sumberejo, Riyanto mengungkapkan bahwa keresahan tersebut sebetulnya hal yang sangat manusiawi karena kurangnya informasi dari pihak Dinkes Kota Batu maupun dari pihak ponpes.

“Masyarakat memang membutuhkan keterbukaan informasi, tujuannya untuk berjaga-jaga dan mawas diri,” terangnya kepada Kabarmalang.com pada Jumat siang (25/09/2020).

Riyanto juga menerangkan bahwa tidak ada maksud untuk mengasingkan atau apapun namun lebih menuju tindakan preventif yang harus dilakukan oleh warga sekitar.

Lebih jauh, Riyanto menjelaskan pihak pemerintah desa hanya mendapatkan informasi adanya 31 orang terkonfirmasi positif Covid-19 di Al Izzah. Informasi tersebut diakui hanya sebatas itu karena banyak munculnya pemberitaan dari beberapa media.

Tak sampai disitu saja, kepala desa tersebut juga mengakui sebelum terjadinya kasus positif Covid-19 di ponpes, terdapat 38 pekerja dari Jawa Tengah datang ke Al Izzah.

Mereka adalah para pekerja yang mengerjakan pembangunan di pondok pria. 38 orang ini laki-laki semua dan sempat menginap di Balaidesa semalam. Namun Riyanto tidak dapat memastikan apakah ada kaitannya atau tidak antara kasus Covid-19 dengan para pekerja.

“Rencananya akan kami lakukan tes cepat. Belum tahu jumlahnya karena sampai saat ini tengah kami hitung,” tukasnya. (arl/fir)

 

Lanjutkan Membaca

Kabar Batu

Dugaan Mark Up Lahan SMAN 3 Kota Batu, Akhir September Ditarget Naik Penyidikan

Diterbitkan

||

Oleh

SMAN 3 Kota Batu

 

KABARMALANG.COM – Cukup lama berkutatnya Kejaksaan Negeri Kota Batu dengan kasus dugaan mark up lahan SMAN 3 Kota Batu ditargetkan Kepala Kejaksaan Negeri Kota Batu Supriyanto untuk bisa naik ke penyidikan pada akhir September.

Kepada kabarmalang.com, ia menekankan bahwa hingga saat ini sudah ada sekitar 45 saksi yang telah terpanggil.

“Bulan ini kami targetkan agar bisa menghasilkan kesimpulan. Kami harao bahkan bisa naik ke penyidikan,” tuturnya, Jumat (25/9/2020).

Supriyanto menambahkan pada aktifitas terakhir, Kejari Kota Batu telah berkoordinasi dengan MAPPI (Masyarakat Profesi Penilai Indonesia) untuk memastikan apakah ada unsur pidananya.

Menurutnya, jangka waktu penyelidikan maksimal 14 hari. Namun jangka waktu itu bisa dipersingkat atau pun diperpanjang dengan mempertimbangkan kompleksitas perkara yang ditangani.

“Progres kedepannya akan berkoordinasi dengan BPKP (Badan Pengawas Keuangan Provinsi) dan BPN (Badan Pertanahan Nasional),” terangnya.

Dia menegaskan bahwa pihaknya tidak mau terlewat satupun bukti yang dikumpulkan dan bertindak dengan kehati-hatian penuh. (arl/rjs)

 

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement Iklan Sosialisasi Perwali Kota Batu
Advertisement Iklan cukai Pemkot Batu

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com