Connect with us

Hukrim

Aksi Dukun Cabul, Berdalih Bisa Sembuhkan Jerawat

Diterbitkan

||

KABARMALANG.COM – Berdalih bisa menyembuhkan jerawat. Seorang dukun Sukir (59) warga Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang tega mencabuli pasiennya yang masih berusia di bawah umur.

Kejadian itu bermula saat korban mendatangi rumah tersangka dengan tujuan untuk minta doa agar lolos mengikuti seleksi paskibra. Meski hasil seleksinya kemudian korban tetap tidak lolos.

Pasca itu, pada April 2020 lalu tersangka kemudian mendatangi rumah korban lalu mengiming-imingi doa jawa agar korban terlindungi dan mempunyai banyak teman.

“Saat ini korban berusia 19 tahun dan masih duduk dibangku SMA,” ujar Kasatreskrim Polres Malang AKP Tiksnarto Andaru Rahutomo, Jumat (26/06/2020).

Tidak hanya itu, tersangka juga mengaku kepada korban bahwa pihaknya bisa menyembuhkan jarawat dan keputihan. Tak ayal, korban pun mempercayai tersangka dan mendatangi rumah tersangka beberapa kali.

“Ironis, tersangka ini mengaku bisa mengobati jerawat, padahal bukan dokter,” kata Andaru.

Lebih lanjut, Perwira berpangkat tiga strip itu mengatakan pada saat berobat tersebut, tersangka mensyaratkan agar korban telanjang untuk dimandikan air kembang oleh tersangka.

“Nah, saat itulah tersangka memasukkan tangannya ke kemaluan korban. Lalu karena takut lecet, tersangka kemudian memasukkan kemaluaanya,” ucap Andaru.

Kejadian itu terulang sampai 9 kali, dan terakhir pada 15 April lalu. Kala itu, menurut Andaru tersangka meminta korban untuk tidak membicarakan perbuatannya kepada orang lain. Jika tidak, tersangka mengancam akan menyantet semua keluarga korban.

“Dari ancaman itulah korban terpaksa memuruti nafsu bejat pelaku,” tuturnya.

Hal itu akhirnya terbongkar ketika korban terlihat resah. Lantas keluarga korban membujuk korban menceritakan kejadian yang dialami korban.

“Dari situ korban akhirnya menceritakan semuanya. Tak ayal, keluarga korban geram dengan cerita tersebut. Bahkan warga-warga setempat yang mendengar cerita itu juga geram sampai akhirnya rumah tersangka dikepung warga,” sambungnya.

Atas perbuatannya itu, tersangka dikenakan pasal 285 atau 286 KUHP, dengan ancaman hukuman paling lama 12 tahun. (imr/fir)

Hukrim

Kejari Tetapkan Tersangka Dugaan Korupsi RPH

Diterbitkan

||

Kejari Tetapkan Tersangka Dugaan Korupsi RPH
Kasi Pidsus Kejari Kota Malang Dino Kriesmiardi. (Foto : Istimewa)

KABARMALANG.COM – Kasus dugaan korupsi pengemukan sapi RPH memasuki babak baru. Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Malang telah menetapkan satu tersangka.

“Sudah ada penetapan tersangka. Namun saat ini (tersangka) belum bisa kami sebutkan,” ujar Kasi Pidsus Kejari Kota Malang, Dino Kriesmiardi kepada Kabarmalang.com, Jumat sore (27/11),

Menurut Dyno, tersangka dugaan korupsi RPH sudah dibidik. Tapi, Kejari masih menggali kemungkinan adanya aktor lain.

“Sesegera mungkin ada pengembangan kemungkinan menyusul tersangka lain,” tandas Dyno.

Pria berkacamata itu membocorkan identitas tersangka lain. Yaitu, pihak ketiga yang bekerjasama dengan tersangka utama.

Namun, diduga kuat calon tersangka kedua melarikan diri. “Ada pihak ketiga yang kita panggil. Kita lacak belum ketemu,” tambah Dyno.

Untuk memburu tersangka, Kejari tidak bekerja sendiri. Kejari Kota Malang melibatkan intel Kejagung RI. Kepolisian pun digandeng demi melacak keberadaan tersangka.

Menurutnya, penetapan tersangka didasari hasil pemeriksaan saksi dan bukti. Dua pekan terakhir, ada 12 saksi diperiksa kejaksaan.

Delapan di antaranya adalah pegawai RPH. Dua lainnya dari Inspektorat Kota Malang. Sedangkan, satu saksi lagi dari Bagian Hukum Pemkot Malang.

“Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan Jatim juga klarifikasi saksi. BPKP fokus pada penghitungan jumlah kerugian negara. Dugaan kerugian lebih dari Rp 1,5 miliar,” terangnya.

Sebelumnya, pertengahan 2020, Kejari Kota Malang membidik RPH. Diduga, ada korupsi penggemukan sapi di tahun anggaran 2017-2018.

Diduga, anggaran RPH dan penyertaan modal Pemkot Malang dikorupsi. Total anggarannya Rp 2,5 miliar. Sedangkan, dugaan kerugian negara Rp 1,4 miliar.

Dyno menyebut sudah menyita beberapa alat bukti. “Misalnya dokumen penyertaan modal. Lalu, dokumen permohonan pengajuan proposal. Dokumen proses pencairan. Serta, perjanjian penggemukan sapi,” tutup Dyno.(carep-04/yds)

Lanjutkan Membaca

Hukrim

Polres Malang Target Sepekan Selesaikan Kasus Air PDAM Tercemar Solar

Diterbitkan

||

Kapolres Malang AKBP Hendri Umar
Kapolres Malang AKBP Hendri Umar (Foto : Kabarmalang.com)

 

KABARMALANG.COM – Mungkin ini menjadi kabar baik bagi masyarakat Kota Malang yang terdampak air yang tercemar solar beberapa waktu lalu.

Karena, Polres Malang menargetkan pengusutan kasus tumpahan solar, yang mencemari pintu air milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Malang kini bernama Perumda Tugu Tirta selesai dalam waktu satu pekan.

“Semoga dalam satu pekan ini kami bisa memberikan hasil dari penyidikan kasus di Sumber Air Wendit, kepada rekan-rekan,” tutur Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar saat dikonfirmasi, Jumat (27/11/2020).

Saat ini, kata Hendri, kasus tersebut sudah masuk dalam tahap penyidikan, setelah beberapa pekan lalu polisi melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di Sumber Air Wendit, Pakis, Kabupaten Malang.

Hendri mengatakan sebanyak 12 orang operator pompa air di Sumber Air Wendit, Pakis, Kabupaten Malang sudah dilakukan pemeriksaan terkait dengan insiden tumpahan solar tersebut.

“Ada sekitar 12 orang yang kami periksa. Dari operator yang ada di Sumber Air Wendit. Di sana (TKP) kan ada pompa airnya, ada petugas operator dan petugas-petugas yang lainnya juga akan kami periksa,” ungkapnya.

Tahap penyidikan tersebut menurut Hendri untuk mengetahui apakah ada unsur kelalaian atau unsur kesengajaan yang dilakukan oleh petugas dari PDAM Kota Malang.

“Nanti akan kami pastikan apakah ada unsur kelalaian di sana atau murni karena ada hal-hal yang tidak bisa dihindari di sana,” ujarnya.

Terkait adanya dugaan sabotase pihak luar PDAM Kota Malang dalam kasus tumpahan solar ke pintu air tersebut, Hendri mengatakan ia masih menunggu proses penyidikan yang dilakukan oleh Polres Malang.

“Nanti dari hasil penyidikan keseluruhan baru bisa kami infokan,” katanya.

“Nanti juga akan kami tambahkan dengan teknisi-teknisi yang lain atau yang ahli dalam bidang tersebut ketika mereka berada dalam situasi khusus (tumpahan solar) yang berlangsung,” sambungnya.

Diberitakan sebelumnya, sejumlah warga Kota Malang mengeluhkan kualitas air Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PDAM) yang berbau karena tercemar bahan bakar solar.

Kejadian awal tercemarnya air PDAM Kota Malang tercemar solar bermula dari adanya kelebihan kapasitas saat pengisian tangki solar sebagai bahan bakar untuk menghidupkan pompa air.

Tangki pompa air yang berkapasitas sebanyak 1.000 liter, diisi solar sebanyak 3 ribu liter. Kelebihan kapasitas tersebut membuat 2 ribu solar tumpah ke pintu air. (im/rjs)

Lanjutkan Membaca

Hukrim

Polres Batu Bekuk Warga Sidomulyo, Karena Hina TNI Lewat Facebook

Diterbitkan

||

Kasatreskrim Polres Batu AKP Jeifson Sitorus (arl)
Kasatreskrim Polres Batu AKP Jeifson Sitorus (Foto : Kabarmalang.com)

 

KABARMALANG.COM – Jagat maya kembali diramaikan oleh ujaran kebencian yang mencatut institusi TNI dan dilakukan oleh akun media sosial facebook bernama Syaiful Imam.

Dalam ujaran kebencian yang dicantumkan mencatut institusi TNI dan mengkritisi kinerja yang telah dilakukan.

“Kemarin sudah kami mintai keterangan dan sudah kami amankan. Tersangka beralamatkan di Jalan Cemara Udang, RT 2 RW 4, Desa Sidomulyo, Kecamatan Batu,” terang Kasat Reskrim Polres Batu AKP Jeifson Sitorus, Kamis (26/11).

Jeifson menerangkan, pelaku mengakui telah memposting ujaran kebencian melalui akun Facebook miliknya, yang bernama Syaiful Imam.

Ujaran disampaikan juga sangat berpotensi memicu kontradiksi, sehingga pihaknya kemudian menetapkan sebagai tersangka.

Jeifson menambahkan, tersangka dikenakan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dengan ancaman hukuman selama 4 tahun penjara.

“Dari sini tersangka akan dijatuhi hukuman kurungan maksimal 12 tahun penjara,” jelas Jeifson.

Hukuman tersebut diberikan karena tersangka terbukti telah melanggar pasal 51 ayat (2) UU ITE atau pasal 45 ayat (3) junto pasal 27 ayat (3) UU ITE subsider pasal 207 KUHP.

Akun Facebook Syaiful Imam ini sebelum mengunggah kalimat berisi ujaran kebencian yang dialamatkan kepada TNI.

Tak berselang lama, pelaku berhasil diidentifikasi dan kemudian dibawa ke Mapolres Batu untuk menjalani pemeriksaan. (arl/rjs)

Lanjutkan Membaca
Advertisement Iklan Hari Jadi Kabupaten Malang dari Disparbud Kabupaten Malang
Advertisement Iklan Hari Jadi Kabupaten Malang dari Perumda Tirta Kanjuruhan

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com