Connect with us

Edukasi

Tips Dokter RSU UMM Tingkatkan Imun Tubuh

Diterbitkan

||

KABARMALANG.COM – Imunitas tubuh merupakan salah satu cara untuk mencegah infeksi virus dan bakteri, terutama Covid-19 yang sedang marak belakangan ini.

Selaku Dokter Rumah Sakit Umum Universitas Muhammadiyah Malang (RSU UMM) dan Dosen Fakultas Kedokteran UMM dr Gita Sekar Prihanti menjelaskan bahwa manusia terdiri dari ‘soul, mind and body’ dan dari masing-masing komponen tersebut perlu diberi ‘nutrisi’ agar dapat meningkatkan imunitas tubuh.

Nutrisi yang diperlukan tubuh manusia terutama yang berperan dalam menghadapi Covid-19 -karena terbukti berperan dalam meningkatkan imunitas tubuh- antara lain vitamin A, B6, B12, C, D, E, Folate, Copper, Iron, Zinc dan Selenium.

Micronutrient tersebut paling utama didapatkan dari sumber makanan.

“Suplemen yang berisi micronutrient yang dimaksud hanya dibutuhkan untuk individu yang tidak mampu memenuhi kebutuhan nutrisinya dari makanan, individu yang beresiko atau telah terinfeksi Covid-19 dengan atau tanpa memiliki komorbid (penyakit penyerta),” jelas dr Gita dalam keterangannya, Kamis (25/6/2020).

Dokter Gita juga menambahkan bahwa kegiatan karantina di rumah dalam waktu lama yang bertujuan untuk menurunkan resiko infeksi sebenarnya juga dapat menimbulkan masalah baru berupa penurunan aktifitas fisik.

Karena hal ini dapat berakibat penambahan berat badan, penurunan imunitas dan berkurangnya kekuatan otot tubuh yang dapat membawa progresivitas komplikasi penyakit kronik.

Sejak kegiatan olahraga ditemukan dapat meningkatkan sistem imun, maka anjuran aktifitas fisik menjadi salah satu cara untuk meningkatkan imunitas.

“Olahraga sederhana di rumah saja untuk menjaga kebugaran tubuh. Lakukanlah aktifitas fisik di rumah secara bertahap dan rutin dengan memperhatikan kondisi kesehatan masing-masing individu,” paparnya.

Dokter Gita lantas merekomendasikan aktifitas fisik karena aktifitas fisik merupakan salah salah satu cara manajemen stres.

Manusia juga butuh nurtrisi untuk pikiran (mind), yakni dengan berusaha berpikir positif sebagai bagian dari manajemen stres dan selalu berusaha menggunakan informasi yang bermanfaat serta valid (dapat dipercaya).

“Karena sekali pikiran negatif dibiarkan masuk, maka akan terjadi ‘banjir bandang’ yang akan menimbulkan kecemasan, kesedihan, stress sehingga dapat menurunkan imunitas, dan pada akhirnya resiko gangguan kesehatan makin meningkat,” tegasnya.

Stres dapat muncul baik karena karantina di rumah, perawatan di rumah sakit, social distancing, faktor ekonomi, pekerjaan, maupun kecemasan terinfeksi covid 19 dan masih banyak stressor lainnya.

Stres yang dialami dan proses karantina panjang di rumah dapat mengakibatkan perubahan pola makan, baik dari segi jumlah, jadwal dan jenis makanan. Oleh karena itu manajemen stress yang konstruktif sangat diperlukan untuk meningkatkan imunitas.

Sedangkan ‘soul’ atau jiwa yang merupakan bagian terbesar dari manusia karena mempengaruhi “mind and body” juga perlu diberi nutrisi melalui terapi spiritual.

Istilah yang menarik untuk pendekatan agama untuk meningkatkan imunitas ini disebut juga ‘qur’anic immunity’.

Rasa syukur di setiap langkah kehidupan perlu dikedepankan sebagai salah satu upaya meningkatkan imunitas.

“Pendekatan agama ini juga merupakan salah satu manajemen stress yang konstruktif sehingga dapat meningkatkan imunitas yang dibutuhkan terutama ketika menghadapi pandemi Covid-19,” tandasnya. (rjs/fir)

Edukasi

UMM Tetap Selenggarakan Wisuda Luring di Masa Pandemi

Diterbitkan

||

Oleh

Foto: Suasana Wisuda Luring UMM di Gedung UMM Dome

KABARMALANG.COM – Di tengah penerapan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB), Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) tetap menggelar perhelatan wisuda luring secara bergelombang mulai Senin hingga Rabu (14-16/9).

Seperti pada perhelatan biasanya, wisuda yang sempat tertunda satu periode ini akan diselenggarakan dengan tetap menghadirkan seluruh wisudawan/wisudawati di Dome UMM.

Gelaran prosesi wisuda juga disiarkan streaming Youtube di channel UMMTube. Mengingat, sebagian calon wisudawan masih tertahan di daerah asal masing-masing.

Meski diselenggarakan di tengah pandemi, prosesi penyelenggaraan wisuda untuk Periode II dan III ini akan tetap dilakukan tanpa menghilangkan kesan formal dan unsur kehidmatannya.

Rektor UMM Dr. Fauzan, M.Pd., menyatakan, saat orang tua yang mengantarkan anaknya untuk kuliah di UMM disambut dengan penuh unsur kehidmatan dan penuh haru, demikian sama halnya saat UMM melepas mereka. “Akan ada perasaan yang hilang jika prosesi wisuda murni online atau daring,” katanya.

Untuk mengantisipasi penularan Covid-19, UMM telah mempersiapkan segala kebutuhannya. Termasuk mempersiapkan protokol kesehatan khusus. Di antaranya kendaraan pengantar wisudawan/wisudawati hanya 50 persen dari kapasitas maksimalnya.

Penumpang kendaraan tidak melebihi batas maksimal suhu tubuh 37,8 derajat, mengenakan masker selama kegiatan di kampus atau prosesi wisuda, membawa makanan dan minuman sendiri, serta mencuci tangan/pakai hand sanitizer.

Wisuda periode II ini untuk mengukuhkan calon wisudawan/wisudawati Program Pendidikan Doktor (S3), Program Pendidikan Magister (S2), Program Pendidikan Sarjana (S1), Program Pendidikan Diploma Tiga (D-3) dan Profesi.

Lebih jauh, jumlah lulusan pada periode II Tahun 2020 adalah sebanyak 1077 orang.

Sementara, untuk jumlah wisudawan/wisudawati pada periode II Tahun 2020 adalah sebanyak 930 orang yang terdiri dari 345 wisudawan dan 585 wisudawati. (fat/rjs)

Lanjutkan Membaca

Edukasi

Psikolog UB Gelar Pertunjukan Boneka Tumbuhkan Disability Awareness

Diterbitkan

||

Oleh

Kegiatan dilaksanakan melalui aplikasi Zoom Meeting

 

KABARMALANG.COM – Penyandang disabilitas hingga kini masih rentan menjadi target sikap negatif teman sebaya di ruang kelas. Sedikit teman juga kurang diterima dan jarang sosialisasi. Akibatnya, mereka mengalami perasaan kesepian.

Karenanya, sangat penting membangun kesadaran anak sejak dini terhadap penyandang disabilitas yang berkualitas sebagai sarana meningkatkan pengetahuan, sikap, niat dan minat positif mereka.

Selama ini, seringkali terdapat permasalahan yang dialami oleh siswa penyandang disabilitas baik dalam penyesuaian sosial maupun akademis di sekolah.

Melihat hal ini, dosen jurusan psikologi FISIP Universitas Brawijaya mengadakan pertunjukan boneka dengan tujuan mengenalkan dan meningkatkan sensitivitas anak terhadap penyandang disabilitas. Anak memiliki pengetahuan faktual dan sikap yang lebih positif terhadap penyandang disabilitas.

Kegiatan ini diinisiasi oleh tiga psikolog; Yuliezar Perwira Dara, S.Psi., M.Psi., Ulifa Rahma, S.Psi, M.Psi., dan Faizah, S.Psi., M.Psi. Ketiganya merupakan dosen sekaligus Psikolog Pendidikan perkembangan di Jurusan Psikologi FISIP Universitas Brawijaya, yang tergabung dalam Kelompok Jabatan Fungsional Disabilitas.

Kegiatan tersebut dilaksanakan Jumat, 28 Agustus 2020 dan 4 September 2020 dengan mengedukasi siswa-siswa SD Kristen Charis dalam belajar Pendidikan karakter siswa hebat bersosial.

Materi puppetshow ini masuk dalam mata pelajaran life skill yang diharapkan dapat membangun kemampuan sosial yang semakin matang dan menyenangkan di antara teman sebaya dengan siswa penyandang disabilitas.

Kegiatan dilaksanakan melalui aplikasi Zoom Meeting, karena belum memungkinkan untuk memberikan psikoedukasi melalui tatap muka dengan siswa.

Diikuti 64 siswa SD Kristen Charis, kegiatan ini mendapatkan antusiasme yang cukup bagus dari guru dan siswa.

“Inti cerita dari pertunjukan boneka (Puppet show) ini adalah pengantar tentang gambaran kekhususan/keterbatasan siswa Down sindrom dan Disleksia, mengenal persamaan siswa penyandang disabilitas dengan teman lainnya, dan penjelasan tentang hal-hal yang dapat dilakukan bersama siswa penyandang disabilitas yang dikemas melalui cerita kesetiakawanan di sekolah,” Yuliezar menjelaskan isi gambaran program yang diselenggarakan.

Salah satu pendamping/guru di SD Kristen Charis Malang, yaitu Teacher Marta Enggar Ingtyas, S.Pd, menyampaikan, kegiatan dengan media Puppet (boneka tangan) cukup menarik untuk anak-anak. Isi cerita bermanfaat untuk mengenalkan anak mengenai keadaan teman penyandang disabilitas.

Hal ini sejalan dengan keadaan sekolah yang merupakan sekolah inklusi, yang juga membersamai siswa penyandang disabilitas belajar di SD Kristen Charis ini.

“Untuk selanjutnya perlu praktik lebih jauh pada keseharian anak dari materi puppet show ini. Dan anak usia sekolah dasar perlu adanya pembelajaran berulang-ulang dan media yang menarik antusiasme untuk membangun pemahaman dan sikap yang semakin baik,” kata Enggar.

Program psikoedukasi melalui puppet show ini sangat baik dan sangat dibutuhkan oleh anak-anak. “Dari sini mereka mengenal istilah disabilitas yang dialami teman di sekitarnya, mengetahui kesulitan dan keunikan teman,” ujar Chris Wijayanti Puspita,M.E, salah satu guru di SD Charis menambahkan.

Walaupun sehari-hari mereka sebenarnya sudah berinteraksi dengan mereka, kadang teman sebaya tidak paham dengan apa yang dialami temannya. Dari program ini juga, anak-anak belajar mengenai cara bersikap dengan teman penyandang disabilitas, apa yang bisa dilakukan bersama-sama untuk berteman.

Selain menyampaikan mengenai disability awareness, sesuai dengan kondisi saat ini di masa pandemi Covid-19, penyelenggara menyisipkan materi protokol kesehatan sebagaimana diimbau oleh WHO, 2020.

Di antaranya adalah melalui menjaga hidup bersih dan sehat, serta interaksi sosial yang aman, untuk diterapkan kepada peserta psikoedukasi.

Materi disampaikan melalui lagu dan gerak tangan yang energik yang diikuti oleh seluruh peserta, yaitu tepuk corona: mengenai imbauan memakai masker, handsanitizer, cuci tangan dengan air mengalir, dan jaga jarak sosial.

Pertemanan di masa pandemi masih dapat dijalin dengan bertelepon, menggunakan media sosial/aplikasi meeting yang sudah tersedia saat ini, sehingga teman-teman masih dapat terhubung termasuk dengan teman penyandang disabilitas. (adv)

Lanjutkan Membaca

Edukasi

Tahun Depan, Guru Honorer Kabupaten Malang Digaji 2 Juta?

Diterbitkan

||

Oleh

Bupati Malang H M Sanusi (foto : Imron Haqiqi)

KABARMALANG.COM – Tenanga Pendidik Kontrak (TPK) alias guru Honorer tentunya bahagia. Rencananya, pada 2021 nanti, Bupati Malang, HM Sanusi menjajikan akan menambah gajinya hingga Rp 2 juta per bulan.

Hal itu dilakukan sebagai upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang untuk meningkatkan kesejahteraan guru honorer di lingkungan Pemkab Malang.

“Kalau saat ini gaji guru honorer dikeluhkan, karena nilainya masih kecil. Pada 2021 nanti Insya Allah kami (Pemkab Malang) naikkan hingga Rp. 2 juta,” terang Sanusi, Sabtu (12/9/2020).

Kebijakan itu, menurut pria kelahiran Gondanglegi tersebut akan diberlakukan untuk semua tingkatan sekolah yang berada di bawah naungan Pemkab Malang.

“Semuanya, baik SD maupun SMP, Negeri atau Swasta, yang berada di bawah naungan Dinas Pendidikan Kabupaten Malang gajinya akan kami tambah,” tuturnya.

Hanya saja, kebijakan itu tidak berlaku untuk sekolah yang berada di bawah naungan Kemenag Kabupaten Malang.

“Kalau madrasah kami belum bisa, karena itu berada di bawah naungan Kemenag, bukan Pemkab Malang,” katanya.

Untuk diketahui, jumlah guru honorer di Kabupaten Malang, berdasarkan data yang dihimpun sebanyak 4747 orang untuk Sekolah Dasar (SD), dan 1274 orang untuk guru SMP.

Sedangkan gaji yang diberikan bervariasi, sesuai kebijakan setiap sekolah masing, karena diambilkan dari Bantuan Operasional Sekolah (BOS) sesuai dengan Permendikbud Nomor 19 tahun 2020 terkait teknis penggunaan bantuan operasional sekolah atau BOS.

Sebelumnya, dalam Permendikbud Nomor 8 tahun 2020 gaji guru honorer hanya bisa diambilkan 50% dari dana BOS reguler.

Namun, dalam Pasal 9A ayat (2) aturan baru persentase tersebut tak berlaku lagi selama masa darurat kesehatan covid-19. (haq/rjs)

Lanjutkan Membaca
Advertisement Iklan Sosialisasi Perwali Kota Batu
Advertisement Iklan cukai Pemkot Batu

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com