Connect with us

Pemerintahan

Berlaku Hari Ini, Tak Pakai Masker KTP Disita

Diterbitkan

||

KABARMALANG.COM – Pemerintah Kabupaten Malang akhirnya memberlakukan sanksi tegas bagi warga yang ditemukan tak memakai masker. Yakni dengan penyitaan Kartu Tanda Penduduk (KTP). Aturan tersebut tertuang dalam Perbup Nomor 20 Tahun 2020 tentang Pendoman Tatanan Normal Baru Covid-19.

Bupati Malang Sanusi menegaskan, penyitaan KTP diterapkan ketika menemukan warga tak mengenakan masker saat beraktifitas diluar rumah. KTP yang disita dapat kembali diambil di kantor kecamatan setempat dengan syarat memakai masker.

“Mulai hari ini, sudah berlaku sanksi yaitu penyitaan KTP bagi warga yang diketahui tak memakai masker. KTP yang disita kembali dapat diambil di kantor kecamatan setempat, dengan syarat memakai masker,” ujar Sanusi, Rabu (24/6/2020).

Dengan adanya sanksi penyitaan KTP, lanjut Sanusi, secara otomatis mewajibkan seluruh masyarakat memakai masker saat beraktifitas diluar rumah. Hal itu juga sebagai upaya memutus penyebaran Covid-19 di zona merah sekaligus seluruh wilayah Kabupaten Malang.

“Sekarang wajib pakai masker, khususnya di daerah zona merah seperti Singosari dan Karangploso. Tapi nanti akan berlaku menyeluruh di Kabupaten Malang,” tegas politisi PDI Perjuangan ini.

Sanusi mengaku, hasil evaluasi meningkatnya sebaran Covid-19 di Kabupaten Malang dikarenakan masyarakat kurang disiplin menerapkan protokol kesehatan, seperti tak memakai masker saat berada di luar rumah.

Atas dasar itulah, kata Sanusi, pemberlakuan sanksi bagi warga yang tak memakai masker perlu diterapkan dan berlaku mulai hari ini. “Jika kemarin, hanya sanksi teguran atau kerja sosial dan olahraga. Tetapi mulai hari ini, sudah ada sanksi penyitaan KTP,” ungkap Sanusi.

Terpisah Wakil Komandan Satgas Transisi New Normal Kabupaten Malang AKBP Hendri Umar mengungkapkan, TNI-Polri siap memback up Satpol PP dalam menegakkan aturan serta sanksi agar masyarakat menjalankan protokol kesehatan ketika berada diluar rumah.

“Fungsi Satpol PP harus dioptimalkan, dan kami bersama Pak Dandim siap memback up kerja Satpol PP untuk mendisiplinkan masyarakat agar menerapkan protokol kesehatan, seperti memakai masker. Tentunya, penegakkan aturan secara humanis,” ujar Hendri Umar terpisah.

Hendri menambahkan, sosialisasi wajib terus digencarkan untuk menyampaikan himbauan dengan sasaran kelompok-kelompok masyarakat. Seperti nelayan, petani karyawan pabrik agar mereka benar-benar menerapkan protokol kesehatan dalam kehidupan sehari-hari.

“Kita punya Bhabinkamtibmas, Pak Dandim juga punya Babinsa untuk terus memberikan himbauan-himbauan kepada kelompok-kelompok masyarakat agar mereka benar-benar menerapkan protokol kesehatan dalam kehidupan sehari-hari,” imbuh Hendri. (rjs/fir)

Pemerintahan

Netralitas ASN Jadi Sorotan Dalam Pilkada, Sekda Gelar Rakor Tiga Pilar

Diterbitkan

||

Oleh

Sekda Kabupaten Malang, Dr. Ir. Wahyu Hidayat, MM. (Imron Haqiqi)

 

KABARMALANG.COM – Sekretaris Daerah (Sekda), Wahyu Hidayat bertekad untuk menjaga netralitas ASN Kabupaten Malang ditengah semakin memanasnya situasi Pilkada Kabupaten Malang Desember mendatang.

Untuk memastikan tekadnya itu, pihaknya (Wahyu Hidayat), selaku penanggung jawab ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Malang akan menggelar rapat koordinasi dengan Tiga Pilar, yakni dengan Inspektorat dan Bawaslu Kabupaten Malang.

“Senin (21/09) besok, kami akan rakor bersama tiga pilar. Bagi kami netralitas ASN harga mati. Nanti saya akan gandeng Badan Pengawas pemilu (Bawaslu), dan inspektorat untuk menindak ASN yang tidak netral sesuai dengan aturan yang berlaku,” ungkap Wahyu saat ditemui di Pringgitan Pendopo Agung Kabupaten Malang, Minggu (20/09/2020).

Lebih lanjut, Mantan Kepada Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman Dan Cipta Karya itu berharap Bawaslu Kabupaten Malang turut berperan aktif dalam menjalankan netralitas ASN.

“Bawaslu kan punya anggota hingga ditingkat bawah, jika ada temuan segera laporkan ke saya, nanti akan kita tindak tegas,” jelasnya.

Dengan begitu, Wahyu optimis netralitas ASN di lingkungan Pemkab Malang bisa terwujud.

Ditanya terkait sanksi yang akan dikenakan jika ada oknum ASN tidak netral, Wahyu menegaskan akan berlakukan undang-undang kedisiplinan ASN sesuai PKPU nomor 6 tahun 2020.

“Sanksinya sudah jelas dalam UU kedisiplinan ASN, dan PKPU yang baru, yakni sanksi moral, sanksi hukuman disiplin ringan hingga berat,” pungkasnya.

Untuk diketahui, menjelang pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) Kabupaten Malang 2020 yang akan di gelar pada Rabu 9 Desember mendatang, netralitas ASN di lingkungan Kabupaten Malang menjadi sorotan masyarakat.

Apalagi, satu dari tiga pasangan calon, merupakan calon petahana, yakni HM Sanusi berpasangan dengan Didik Gatot Subroto. (haq/fir)

Lanjutkan Membaca

Pemerintahan

Masker Scuba Tidak Disarankan, Kadinkes Kabupaten Malang: Jika Terlanjur Pakailah Tiga Lapis

Diterbitkan

||

Oleh

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, drg Arbani Mukti Wibowo

 

KABARMALANG.COM – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, drg Arbani Mukti Wibowo menyarankan masyarakat tidak hanya membiasakan menggunakan masker, tapi juga memperhatikan jarak antar satu sama lain.

“Pakai masker saja tidak cukup. Itu hanya mencegah penularan corona 40 persen saja,” ungkap Arbani ketika dikonfirmasi, Sabtu (19/09/2020).

Terlebih, penggunaan masker jenis Scuba yang kini justru tengah populer di masyarakat. Karena selain harga yang​ relatif lebih murah, bisa dicuci kembali​, sekaligus tekstur kainnya yang lembut kerap menjadi alasan masker tersebut begitu laris.

Namun, tidak dinyana masker jenis itu justru tidak direkomendasikan. Kecuali, jika dilapisi hingga tiga bagian.

“Alasannya, masker Scuba pori-pori kainnya lebih lebar sekaligus cenderung lebih tipis,” tutur Arbani.

Untuk itu, Arbani lebih menyarankan masyarakat memakai masker medis atau masker kain tiga lapis.

“Bila terlanjur​ sudah punya scuba, ya pakailah 3 lapis​ masker,” sarannya.

Selain itu, cara yang lebih efektif untuk mencegah penularan Covid-19 harus dibarengi dengan penerapan physical distancing, alias jaga jarak dan tak berkerumun.

Pria yang mengawali karir sebagai dokter​ gigi ini, sebenarnya melarang kebiasaan makan bersama di kantor atau diwarung.

“Saran saya, kalau makan dikantor atau diwarung lebih baik dibungkus dan dibawa pulang. Karena kalau dimakan ditempat itu justru itulah yang rawan penularan Covid-19,” ucap Arbani.​ (haq/fir)

Lanjutkan Membaca

Pemerintahan

Gubernur Khofifah Serahkan Ventilator untuk 11 RS Rujukan Covid-19

Diterbitkan

||

Oleh

Gubernur Khofifah menyerahkan secara simbolis alat ventilator kepada RS rujukan Covid-19

 

KABARAMALANG.COM – Masih dalam rangkaian kunjungan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa di Kota Malang. Kali ini Khofifah mengadakan agenda penyerahan bantuan, yakni alat ventilator untuk 11 rumah sakit rujukan Covid-19 di area Malang Raya, Kabupaten Blitar dan Kota Blitar.

Pemberian masker untuk Tagana, TKSK, dan Korkab PKH. Lalu Bantuan Langsung Tunai Dana Desa, BKK Bumdes, dan BKK Jatim PUSPA. Hingga penyerahan Bantuan Subsidi Upah (BSU).

Dalam agenda yang berlangsung di Gedung BPSDM itu, Khofifah mengatakan bahwa setelah penyerahan ventilator, seluruh penerima ventilator, akan ditraining secara virtual oleh tim dari tim US AID.

“Saya ingin sampaikan, bahwa proses ini, karena ini ke enam, SOPnya sama. Kalau ventilator kan untuk kuratif, tetapi preventif harus di depan. Maka sekarang praktisnya ini relawan pilar-pilar sosial, ada TAGANA, ada TKSK, ini relawan sosial yang kita punya, antara lain mereka,” kata Khofifah, Sabtu (19/09/2020).

Kemudian, lanjut Khofifah, ada pendamping PKH, yang mendampingi para keluarga penerima manfaatnya. Ada juga pendamping desa, yang akan mendampingi masyarakat desa yang menerima BLT.

“Ini akan menjadi penyeiring, kuratifnya ditingkatkan, tapi preventifnya juga tetap diperluas. Seperti tadi, bersama Pangdam dan Kapolda, kita gowes bareng di Malang ini, sambil bagi-bagi masker. Harapannya adalah, ada kuratif, ada promotof preventif, tetapi tetap ada proses edukasi yang tetap jalan,” ungkap Khofifah. (fat/fir)

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement Iklan Sosialisasi Perwali Kota Batu
Advertisement Iklan cukai Pemkot Batu

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com