Connect with us

Pemerintahan

Jabar Salurkan 16 Ribu APD Termasuk Bantuan dari Jack Ma ke Daerah

Diterbitkan

||

KOTA BANDUNG — Pemerintah Daerah Provinsi (Pemdaprov) Jawa Barat (Jabar) melalui Dinas Kesehatan Jabar menyalurkan bantuan Alat Pelindung Diri (APD) tahap ketiga ke kabupaten/kota dengan total bantuan 16.963 APD.

Bantuan APD tersebut diterima langsung oleh Gubernur Jabar Ridwan Kamil pada Kamis (2/04/2020). Selanjutnya, 16.963 APD tersebut ditujukan bagi 189 rumah sakit dan lima institusi di Jabar.

“Kami sudah mendistribusikan APD kurang lebih 16.900 ke rumah sakit dan daerah, termasuk yang dikirim Jack Ma dari Alibaba yang memang diperuntukkan untuk Indonesia melalui Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi,” ucap Kang Emil –sapaan Ridwan Kamil– saat melakukan konferensi pers di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Jumat (3/4).

Sebelumnya, Kang Emil dalam keterangannya di akun Instagram @ridwankamil menyatakan, dirinya mewakili warga Jabar berterima kasih atas bantuan penanganan COVID-19 dari Jack Ma, co-founder Alibaba Group, melalui Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Republik Indonesia.

“(Ada) APD, test swab, masker, dan lainnya. Alhamdulillah sudah dibantu oleh pemerintah pusat dalam hal ini Pak Luhut Binsar Pandjaitan selaku Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi, juga sebagian sumbernya datang dari Jack Ma, Alibaba Foundation,” ucap Kang Emil.

Dirinya pun berujar bahwa bantuan dari pebisnis asal China itu untuk warga Jabar yang tengah berjuang melawan COVID-19 membuktikan bahwa kemanusiaan tidak mengenal batas wilayah.

“Atas nama warga Jabar, saya ucapkan terima kasih kepada Jack Ma. Semoga bisnis Alibaba barokah, lahir batin, semoga Tuhan membalas kebaikan Akang Jack Ma yang luar biasa. Sekali lagi, xie xie (terima kasih),” ucap Kang Emil lewat video yang diunggah di postingan tersebut.

Kang Emil pun mengapresiasi bantuan yang diberikan oleh berbagai pihak yang sudah bahu-membahu dalam penanggulangan COVID-19 di Jabar. Dirinya berharap, akan semakin banyak pihak yang bekerja sama dalam menangani pandemi global ini.

“Saya mengimbau juga kepada masyarakat, mari bergotong royong menyumbangkan tenaga, pikiran, edukasi atau hartanya, sedikit untuk kepentingan memberantas COVID-19 ini. Yang sudah melakukan, saya ucapkan terima kasih dan mudah-mudahan dengan kekompakan, Insyaallah kita pasti menang melawan COVID-19,” ujar Kang Emil.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Jabar Berli Hamdani mengatakan, 189 rumah sakit yang menerima bantuan 16.963 APD ini tersebar di hampir seluruh wilayah Jabar, di antaranya RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung, RSUD Indramayu, RSUD Gunung Jati Cirebon, RSU PMI Bogor, RS Puri Cinere Depok, RS Permata Bekasi, RSUD Ciamis, hingga RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya.

Sementara lima institusi Jabar yang juga menerima bantuan APD adalah Laboratorium Kesehatan Provinsi Jawa Barat (Labkesda Jabar), Landasan Udara Husein Sastranegara, BPKPM Jabar, BPSDM Jabar, serta Dinas Kesehatan Jabar.

“Harapannya akan semakin banyak APD yang bisa kami distribusikan ke seluruh rumah sakit di Jabar maupun instansi daerah yang menjadi tempat pelaksanaan fungsi pelayanan,” kata Berli.

“Pemprov Jabar juga terus membuka kesempatan bagi perusahaan, organisasi, atau komunitas yang ingin membantu dalam penanganan pandemi (COVID-19) ini. Karena seperti pesan Gubernur (Ridwan Kamil), wabah ini bisa dihentikan jika semua pihak termasuk masyarakat bekerja sama,” tambahnya.

Adapun dua tahap pendistribusian APD sebelumnya yakni 11.382 APD berasal dari pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan dan BNPB serta 619 APD berasal dari Corporate Social Responsibility (CSR) PT Jasa Medivest –salah satu anak BUMD di Jabar. (Hum)

COVID-19

Puluhan Wartawan Kota Malang Swab Test

Diterbitkan

||

Proses akan dilakukan swab test kepada wartawan dan pegawai Humas Pemkot Malang di Labkesda. (Foto: Fathi)

KABARMALANG.COMPemkot Malang menggelar swab tes bagi puluhan wartawan biasa meliput di lingkungan Pemkot Malang.

Selain awak media, pegawai bagian humas Pemkot Malang juga ikut dalam swab digelar di Labkesda, Kota Malang, Kamis (3/12).

Swab sebagai upaya mitigasi pasca, Wali Kota Malang, Sutiaji terkonfirmasi Covid-19. Begitu juga dengan belasan ASN di lingkungan balai kota terindikasi Covid-19 pasca menjalani tes cepat.

“Intensitas pertemuan wartawan cukup tinggi dengan pejabat Pemkot Malang. Khususnya Bapak walikota ” ujar Kabag Humas Pemkot Malang, Nur Widianto kepada wartawan, di Labkesda.

Swab diharapkan, bisa memperjelas kondisi kesehatan awak media. Sehingga, kerja harian sebagai jurnalis tidak terganggu.

“Kami di humas Pemkot Malang juga swab tes. Karena memang persinggungan kerjanya bersama teman-teman media,” lanjutnya.

Hasil swab tes akan bisa diketahui dua atau tiga hari kedepan. Jika ada yang positif Covid-19, Dinas Kesehatan akan memberikan treatmen.

“Ada arahan nanti dari tim Dinas Kesehatan. Secara SOP diarahkan isolasi mandiri. Itu jika tidak disertai komorbid,” jelasnya.(fat/yds)

Lanjutkan Membaca

Pemerintahan

FKD Wadahi Penyandang Disabilitas Kota Malang

Diterbitkan

||

Workshop ulat sutera, salah satu kegiatan dari FKD Kota Malang (Foto: Fathi).

 

KABARMALANG.COMKota Malang sangat concern terhadap isu disabilitas. Forum Komunikasi Disabilitas (FKD) pun dibentuk di Kota Malang.

FKD tersebar di lima kecamatan. Anggotanya diisi oleh semua ragam disabilitas. FKD menjadi wadah pemberdayaan dan pembinaan penyandang disabilitas.

“Kegiatan FKD Kota Malang misalnya terapi dan kewirausahaan. Ini berlaku untuk penyandang disabilitas di masing-masing kecamatan,” ujar Titing Rara Wulansari, Pendamping Penyandang Disabilitas Kementrian Sosial untuk Malang Raya dihubungi Kabarmalang.com, Kamis (3/12).

Terapi disesuaikan dengan kebutuhan penyandang disabilitas. Khususnya, bagi anak-anak lambat belajar dan autis.

“Biasanya yang lambat belajar hanya tentang kemandirian. Serta, aktivitas harian seperti mengancing dan melipat baju,” terangnya.

Sementara, terapi tuna grahita adalah mewarnai dan menyusun balok.

Bagi penyandang disabilitas dewasa, ada pelatihan kewirausahaan. “Ada workshop ulat sutera, dan kewirausahaan produk makanan,” jelasnya.

Melalui FKD, pembinaan penyandang disabilitas juga melalui keluarga.

“Pembinaannya lebih fokus pada penguatan keluarga. Karena keluarga adalah faktor utama mandiri tidaknya penyandang disabilitas,” ungkapnya.

Menurutnya, pembinaan dalam keluarga perlu dikuatkan. Karena penyandang disabilitas acapkali mendapatkan diskriminasi di tengah masyarakat.

Dia berharap diskriminasi terhadap penyandang disabilitas berhenti. Apalagi, hari ini (3/12) momen Hari Disabilitas Internasional 2020.

Titing ingin semua masyarakat saling bersinergi. Kehidupan masyarakat harus didorong inklusif dan ramah disabilitas.

“Sehingga, penyandang yang mandiri bisa terjun langsung ke masyarakat,” tutupnya.(fat/yds)

Lanjutkan Membaca

Pemerintahan

Dinsos Kampanyekan Anti Diskriminasi Disabilitas

Diterbitkan

||

Penyandang disabilitas saat mendaki gunung Wedon, Kecamatan Lawang. (Ilustrasi)

 

KABARMALANG.COM Dinsos Kabupaten Malang terus mengencangkan perhatian terhadap penyandang disabilitas. Kampanye anti diskriminasi penyandang disabilitas pun digalakkan.

Harapannya, penyandang disabilitas tidak mengalami dikriminasi masyarakat. Dinsos menuangkan misi ini lewat program sosialisasi.

Dinsos biasanya melibatkan PKK, perangkat desa, dan organisasi masyarakat. Sosialisasi anti diskriminasi penyandang disabilitas digelar rutin.

“Kita memberi pemahaman kepada mereka. Bahwa penyandang disabilitas punya hak sama di masyarakat,” beber Kabid Rehabilitasi dan Sosial Dinsos Kabupaten Malang Retno Tri saat dikonfirmasi, Kamis (3/12).

Diharapkan, para pemangku desa dan tokoh ormas bisa paham. Sehingga, mereka bisa melanjutkan isu anti diskriminasi kepada masyarakat.

Saat ini, ada 13.300 penyandang disabilitas di Kabupaten Malang. Sebagian penyandang berat rutin menerima bantuan Dinsos.

“Yakni Program Asistensi Sosial Penyandang Disabilitas Berat (ASPDB). Tahun ini sebanyak 100 orang. Tahun 2021 kita mengajukan 200 orang,” tutur Retno.

Dinsos menyadari peran pemerintah terbatas. Bantuan tidak akan bisa diberikan merata.

Sehingga, pelatihan keterampilan pun digelar. Supaya, penyandang disabilitas bisa mandiri secara ekonomi.

“Setiap tahun kita selalu memberikan pelatihan. Tahun 2020, kita berikan pelatihan batik bercak,” terang Retno.

Hanya saja, pelaksanaan pelatihan tahun ini terganggu. Pelatihan hanya bisa dilaksanakan satu angkatan saja.

Anggaran Dinsos banyak dialokasikan untuk penanganan covid-19. “Satu angkatan pelatihan jumlahnya 30 penyandang disabilitas,” tutupnya.(im/yds)

Lanjutkan Membaca
Advertisement Iklan Hari Jadi Kabupaten Malang dari Disparbud Kabupaten Malang
Advertisement Iklan Hari Jadi Kabupaten Malang dari Perumda Tirta Kanjuruhan

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com