Connect with us

Pemerintahan

Sekda Jabar Laporkan Dua Fase Penanggulangan COVID-19 ke Kemendagri

Diterbitkan

||

KOTA BANDUNG — Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat (Jabar) Setiawan Wangsaatmaja mengatakan ada dua fase yang dilakukan Pemerintah Daerah Provinsi (Pemdaprov) Jabar dalam menanggulangi COVID-19.

“Fase pertama adalah bagaimana kita sesegera mungkin untuk menanggulangi dari sisi kesehatan,” kata Setiawan usai melakukan video conference bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) di Jabar Command Center, Kota Bandung, Jumat (3/04/2020).

Sejumlah upaya sudah dilakukan Pemdaprov Jabar untuk menanggulangi COVID-19 di sisi kesehatan. Mulai dari menetapkan rumah sakit rujukan, membuat peta persebaran COVID-19 melalui tes masif, sampai melengkapi alat-alat kesehatan bagi tenaga medis.

“Setelah itu, fase kedua adalah bagaimana kita membangun sosial safety net atau jaring pengaman sosial. Dua fase ini yang akan kita lakukan untuk di Jawa Barat,” ucapnya.

Terkait jaring pengaman sosial, Pemdaprov Jabar akan memberikan bantuan sebesar Rp500 ribu kepada warga rentan miskin baru. Saat ini, Pemdaprov Jabar tengah melakukan pendataan.

Setiawan pun melaporkan kepada Kemendagri semua upaya Pemdaprov Jabar dalam percepatan penanggulangan COVID-19.

“Kami dari Jawa Barat sudah melaporkan hal-hal apa saja yang telah kami lakukan. Termasuk menindaklanjuti surat edaran Mendagri RI terkait dengan (pembentukan) gugus tugas,” katanya.

Imbauan kepada masyarakat untuk tidak mudik pun gencar dilakukan Pemdaprov Jabar. Hal itu bertujuan guna mencegah penyebaran COVID-19. Setiawan menegaskan, masyarakat yang terlanjur mudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan harus mengisolasi diri selama 14 hari.

“Jadi, kita pun berupaya, bekerja keras, untuk mengampanyekan bahwa (yang sudah mudik) ini jadi ODP. Harus mengisolasi diri,” ucapnya. (Hum)

Pemerintahan

Kapolda Jatim Silaturahmi Ketua PWNU

Diterbitkan

||

Kapolda Jatim Silaturahmi Ketua PWNU
Silaturahmi Kapolda Jatim Irjen Nico Afinta dengan Ketua PWNU jatim KH Marzuki Mustamar di Kota Malang. (Foto : Istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Kapolda Jatim Irjen Nico Afinta mengunjungi Malang. Nico bersilaturahmi dengan Ketua PWNU Jatim, KH Marzuki Mustamar.

Jumat (27/11) pagi, Nico datang ke PP Sabilurrosyad Gasek. Di situlah Kiai Marzuki berkantor dan mengasuh santrinya.

Nico datang ke Gasek ditemani Forpimda Kota Malang. Yaitu, Wawali Kota Malang Sofyan Edi Jarowo. Serta, Kapolresta Makota Kombespol Leonardus Simarmata.

“Saya sengaja datang untuk silaturahmi dengan Ketua PWNU Jatim. Penting bagi saya untuk berkolaborasi dengan Kiai Marzuki. Karena, kami harus bersama jogo Jawa Timur,” ujar Nico kepada wartawan usai silaturahmi di Gasek, Karangbesuki.

Menurut Nico, PWNU Jatim adalah organisasi umat terbesar Jatim. Sehingga, perannya pun besar bagi Jawa Timur.

Nico datang meminta doa dan dukungan untuk Jawa Timur. Supaya, PWNU Jatim ikut aktif mendukung kebijakan pemerintah.

“Khususnya penanganan Covid-19 dan Pilkada. Kami orang baru, memohon restu melaksanakan tugas Kapolda Jatim,” tandasnya.

Tak lupa, Nico menitipkan para Kapolres-nya di penjuru Jatim. Termasuk, Leo yang bertugas di Malang Kota.

Dia meminta NU bersinergi dengan seluruh Kapolres di Jatim. Serta, mendorong sinergi TNI-Polri ulama. “Sinergi ini untuk jogo keamanan Jawa Timur,” tutupnya.

 

Disambut Baik Kiai Marzuki

Kiai Marzuki sangat antusias menyambut Nico. Karena, keamanan Jawa Timur tidak hanya soal pendekatan kedinasan.

“Tapi juga pendekatan kultural, silaturahmi kepada tokoh. Dengan melaksanakan ini, separuh upaya mengamankan Jatim sudah selesai,” ujar Kiai Marzuki.

Menurut Kiai Marzuki, ulama adalah pemimpin umat. Lewat hubungan baik dengan ulama, pendekatan umat pun berjalan.

KH Marzuki Mustamar, Irjen Nico Afinta, Wawali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko dan Kapolresta Makota Kombespol Leonardus Simarmata

“Beres atas, insyaallah beres bawah. Intinya bagaimana Jatim aman kondusif dan lancar semua,” terang Kiai Marzuki.

Kiai Marzuki pun menerima kehadiran Kapolda baru. Menurutnya, keputusan Kapolri menunjuk Nico bisa diterima.

“Siapapun yang berkhidmat di Jatim, harus diterima. Prosesnya matang, prosedural dan legal. Tak ada alasan menolak siapapun. Karena, Polri pasti berbuat yang terbaik bagi bangsa ini,” tutup Kiai Marzuki.(carep-04/yds)

Lanjutkan Membaca

Pemerintahan

R-APBD Kota Malang Dikonsultasikan ke Pemprov

Diterbitkan

||

Wakil Walikota Malang, Sofyan Edi Jarwoko bersama Jajaran DPRD Kota Malang (Foto: Fathi)

 

KABARMALANG.COM – Ranperda APBD Kota Malang tahun anggaran 2021 disetujui. Seluruh fraksi di DRPD Kota Malang menyetujui Ranperda itu, Kamis (26 /11).

Persetujuan disampaikan dalam paripurna di gedung DPRD Kota Malang. Ranperda yang disetujui akan dikonsultasikan ke Pemprov Jatim.

“Nantinya akan ada hasil evaluasi, konsultasi, dan koordinasi. Itu harus dikonsultasikan satu bulan sebelum pelaksanaan APBD 2021,” kata Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko.

Hasil konsultasi akan dipakai mengevaluasi dan memperbaiki R-APBD. Setelah perbaikan, APBD baru bisa dilaksanakan di awal tahun anggaran 2021.

“Memang harus on time seperti ini. Karena memang ini harapannya pemerintah pusat. Program-program APBD segera direalisasikan,” jelasnya.

Tujuannya, untuk menyemangati kondisi ekonomi yang ada. Ekonomi Kota Malang dinilai sudah bangkit tapi belum bersemangat.

“Ekonomi Kota Malang perlu dihangatkan. Caranya dengan menggerakkan APBD lebih awal. Itu langkah-langkah yang akan dilakukan,” jelas Edi.

Edi mengatakan, konsentrasi penganggaran 2021 mengarah kepada pemulihan covid-19. Setelah itu, APBD dipakai untuk jaring pengaman sosial.

“Recovery ekonomi harus dilakukan oleh OPD. Harus tetap koordinasi, komunikasi dan sinergi. Jangan sampai miskoordinasi dan lain sebagainya,” tutup Edi.(fat/yds)

Lanjutkan Membaca

Olahraga

Dinkes Gelar Pelatihan Pengukuran Kebugaran Jasmani

Diterbitkan

||

Agenda Pelatihan Pengukuran Kebugaran Jasmani Siswa, oleh Dinkes Kota Malang. (Foto : Istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Dinkes Kota Malang menghelat pelatihan pengukuran kebugaran jasmani, Rabu (25/11). Agenda ini dihelat di kantor Dinkes Kota Malang.

Pesertanya adalah 50 guru penjaskes SMP se-Kota Malang. Sementara, pemateri dari Dinkes Kota Malang.

“Ini pelatihan guru olahraga untuk mengukur kebugaran jasmani anak,” kata Lilik Suharti, PJ Program K3 dan Olahraga Dinkes Kota Malang, kepada Kabarmalang.com, Kamis (26/11).

Lilik menyebut pemerintah memiliki program pengukuran kebugaran jasmani. Namun, programnya tidak terkhusus bagi anak sekolah saja.

Pengukuran kebugaran bagi karyawan, sekolah, dan masyarakat juga ada. Namun, kali ini materi pelatihan fokus pada kebugaran anak.

Misalnya, program kesehatan dan aktivitas fisik. Lalu, materi latihan fisik yang Baik, Benar, Teratur, Terukur (BBTT).

“Kemudian tentang pengukuran jasmani. Baik tata cara, teknik sampai entry datanya,” imbuhnya.

Lilik Suharti, PJ Program K3 dan Olahraga Dinkes Kota Malang

Dinkes juga menonjolkan materi latihan fisik BBTT. Karena, materi ini penting bagi tumbuh kembang fisik anak.

Menurut Lilik, latihan fisik BBTT harus dimulai sejak dini. Dia pun merinci soal latihan fisik BBTT.

“Contohnya, kalau latihan fisik harus ada pemanasan dulu. Setelah itu inti dan diakhiri dengan pendinginan,” imbuhnya.

Contoh lainnya, latihan fisik harus secara rutin. Latihan fisik tidak boleh setengah-setengah.

“Seminggu latihan, seminggu selanjutnya tidak. Ini tidak boleh,” tuturnya.

Selain itu, latihan fisik ideal adalah seminggu empat kali. Tapi, frekuensi latihan sebenarnya tergantung hasil kebugaran anak.

Lilik menuturkan peserta pelatihan sangat antusias mengikuti agenda ini. Karena, guru diberikan pengetahuan dan pemahaman tentang olahraga anak.(fat/yds)

Lanjutkan Membaca
Advertisement Iklan Hari Jadi Kabupaten Malang dari Disparbud Kabupaten Malang
Advertisement Iklan Hari Jadi Kabupaten Malang dari Perumda Tirta Kanjuruhan

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com