Connect with us

Serba Serbi

Ada Edaran RW 02 Klojen Menolak Tenaga Medis ?

Diterbitkan

||

KABARMALANG.COM – Muncul surat edaran berisi penolakan tenaga medis yang diterbitkan pengurus RW 02 Kelurahan Klojen, Kota Malang. Surat edaran itu kemudian viral di media sosial. Bagaimana sebenarnya ?.

Dalam surat bernomor 02/RW02/U/IV/2020 berisi himbauan yang ditujukan kepada pengusaha kos di wilayah RW02 Kelurahan Klojen.

Diawal surat membeberkan tentang edaran yang terbit berdasarkan surat Wali Kota Malang Nomor 338.973/35.73.133/2020 tertanggal 30 Maret 2020 tentang larangan warga Kota Malang bekerja di zona merah, khususnya pada butir ke-2 dan ke-3.

Yang isinya, pertama tidak menerima hunian kos yang berasal dari RSSA/RS lain, baik sebagai penjaga pasien ataupun yang sedang menunggu tindakan medis dari dokter hal ini melanggar ketentuan usaha kos-kosan, membahayakan warga sekitar, serta meresahkan warga sekitar rumah kos.

Bukan saja tenaga kesehatan, surat himbauan juga melarang penghuni kos membawa atau memasukkan tamu yang berasal dari luar kota.

Belakangan muncul klarifikasi dari pengurus RW 02 Kelurahan Klojen terkait surat edaran itu. Dalam video berisi klarifikasi itu, Asmadji selaku Ketua RW 02 membantah jika wilayahnya menolak dokter maupun tenaga medis.

Mereka justru pahlawan di tengah penanganan virus COVID-19. “Kami ingin mengklarifikasi, khususnya pada poin 1. Bahwa yang kami maksud adalah pasien. Bukan tenaga medis ataupu dokter yang kos di wilayah kami, karena mereka justru pahlawan dalam penanganan COVID saat ini,” ungkap Asmadji dalam video yang dilihat KABARMALANG.COM, Senin (27/04/2020).

Asmadji mengaku, seringkali menerima pengaduan warga terkait pasien dan penunggu. Diluar itu, warga juga banyak menemukan sampah medis pada pagi hari.

“Kehadiran pasien yang membawa keresahan, kami juga banyak menerima keluhan kalau pagi sering menemukan sisa-sisa sampah medis. Jadi mohon maaf, kami tidak menolak kehadiran dokter maupun para medis di wilayah kami, tetapi pasien,” tegas Asmadji.

Pengurus RW 02 Kelurahan Klojen telah merevisi surat edaran lama dengan surat edaran baru bernomor 03/RW02/U/IV/2020 juga ditanda tangani Ketua RW 02 Asmadji, pada poin pertama mengatur penerapan physical distancing dan social distancing untuk seluruh wilayah RW 02 Kelurahan Klojen.

Poin kedua berisi, mencatat seluruh pendatang baru di RW 02 untuk dilaporkan kepada pihak kelurahan. Pada poin berikutnya, meminta agar tidak ada penambahan hunian kos baru, sampai pemerintah mencabut masa tanggap darurat penanganan COVID-19. (rjs/tik)

Kabar Batu

Wisata Air Terjun Coban Talun Bergeliat

Diterbitkan

||

Wisata Coban Talun di Kota Batu. (Foto : Arul)

 

KABARMALANG.COM – Wana wisata alam Coban Talun bergeliat. Setelah buka 4 bulan, omsetnya mencapai Rp 240 juta.

Ledakan wisata diakui terasa di Coban Talun. Harga tiket wisata air terjun Kota Batu memang murah. Cuma Rp 10 ribu saja.

“Sekitar 60 juta kurang lebih per bulan. Alhamdulillah bisa sampai seramai ini,” terang Samsul Hadi pengelola Coban Talun, Senin sore (23/11).

Dia menerangkan, wisatawan mencapai 1500 pengunjung di hari biasa. Saat akhir pekan, jumlahnya sampai dua kali lipat.

Yaitu, 2500 sampai 3000 pengunjung Dia pun optimis menyambut high season. Kenaikan wisatawan bisa memadati kapasitas Coban Talun.

“Kapasitas Coban Talun sekitar 5000 pengunjung. Kemungkinan akan penuh saat libur akhir tahun,” imbuhnya.

Wisatawan mulai beraktivitas di wisata alam tersebut. Protap kesehatan pun diterapkan secara ketat.

Mulai dari cek suhu dan cuci tangan. Serta, pembatasan pengunjung di satu spot.

“Pengunjung masuk diarahkan ke coban. Ketika coban penuh, diarahkan ke rumah oyot. Begitu seterusnya. Sehingga, pengunjung diajak ke 5 spot berbeda Coban Talun,” tandasnya.(arl/yds)

Lanjutkan Membaca

Serba Serbi

Coldiac ‘Sampaikan’ Single Baru, Lewat Label Raisa

Diterbitkan

||

Foto: Coldiac, grup band indie pop Kota Malang (Istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Band indie pop Kota Malang, Coldiac telah merilis karya terbaru berjudul “Sampaikan”. Di bawah naungan label Juni Records, Jumat lalu (13/11).

Label Juni Records kini menaungi banyak musisi kenamaan seperti Raisa, Kunto Aji, Dipha Barus, dan grup band Barasuara.

Single ini jadi lagu pertama yang dirilis dalam bahasa Indonesia. Ditulis oleh Derry selaku keyboardis dan Sambadha sang vokalis. Coldiac memproduksinya secara mandiri di Malang.

“Pemilihan lirik berbahasa Indonesia bikin rilisan terbaru Coldiac terasa beda, walaupun secara musik tetap punya benang merah dengan EP terdahulu,” ungkap Adryanto Pratono, CEO Juni Records.

Adryanto meyakini lagu “Sampaikan” dapat menjadi awalan yang baik untuk Coldiac.

Komposisi dan vibes lagu ini banyak terpengaruh tembang pop Indonesia era 90-an, seperti Dewa 19, KLa Project, Potret dan lainnya. Pemilihan suara keys dan gitar terdengar cukup vintage.

Seputar makna lagu, Coldiac berpesan untuk berani mengutarakan perasaan dan apa yang sedang dipikirkan.

“Ide lagu ini berangkat dari sesuatu yang dekat dengan keseharian kita, seperti momen menyatakan sesuatu ke orang lain tapi ragu sehingga akhirnya dipendam. Padahal hidup itu cukup singkat untuk memiliki penyesalan,” ungkap Sambadha.

Elemen Indonesia juga diusung Coldiac di video klipnya, dengan mengambil latar Gunung Bromo guna menguatkan pesan dari lagu “Sampaikan”.

“Di video klip ini gue menghamparkan simbol-simbol komunikasi di padang pasir Gunung Bromo,” ujar Prialangga, sutradara video klip.

Menurut Prialangga, personil Coldiac tampil mewakili ragam akibat jika terdapat suatu pesan yang tidak tersampaikan. (fat/fir)

 

Lanjutkan Membaca

Pemerintahan

Terminal Wisata Segera Hadir di Tumpang

Diterbitkan

||

Kadishub Kabupaten Malang, Hafi Lutfi saat sidak lokasi Terminal Wisata Tumpang. (Foto : Istimewa)

 

KABARMALANG.COMPemkab Malang terus menggenjot infrastruktur wisatanya. Dishub Kabupaten Malang membangun lagi kios pedagang terminal Tumpang.

Pembangunan dilaksanakan bersama Paguyuban Pedagang Terminal Tumpang. Konsep yang diusung adalah Terminal Wisata Tumpang.

Terminal ini diharap mendukung pengembangan wisata Kabupaten Malang. Kadishub Kabupaten Malang, Hafi Lutfi membenarkan.

Kios-kios Terminal Wisata Tumpang dibidik menjadi transit wisatawan.

“Terminal Wisata Tumpang ini sangat strategis bagi wisatawan. Banyak destinasi wisata di wilayah ini,” terang Lutfi saat dikonfirmasi, Kamis (19/11).

Beberapa tempat wisata tersebar di Tumpang, Jabung dan Poncokusumo. Tumpang juga jalan menuju Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.

Lutfi menilai, Pasar Tumpang kerap menjadi titik penjemputan wisatawan. Terutama, pengguna jasa mobil Jip yang hendak menuju TNBTS.

“Diharapkan Terminal Wisata Tumpang ini mampu menggerakkan perekonomian sekitar,” ujarnya.

Pembangunan Terminal Wisata Tumpang memakai APBD Kabupaten Malang 2020. “Anggarannya Rp 150 juta,” sebutnya.

Ketua Paguyuban Pedagang Terminal Tumpang, Lukman Faliq menambahi. Terminal Wisata Tumpang ini juga disupport dana swadaya pedagang.

“Pedagang iuran swadaya. Tiap pedagang 2,2 juta. Dikumpulkan dari 53 pedagang terdata paguyuban,” ujarnya.

Lukman menyebut urunan pedagang sudah dirupakan material. Yaitu, bahan tembok pembatas dan lantai dasar.

Lukman mengapresiasi izin swadaya pembangunan Terminal Wisata Tumpang. Yang dibantu APBD 2020.

“Kita dibantu seperti ini dan diberi izin. Terimakasih kepada Dishub Kabupaten Malang. Kita siap untuk membantu pembangunan,” katanya.

Pembangunan Terminal Wisata Tumpang sudah diharapkan sejak 2011.

“Kita siap mengkondisikan terminal agar meningkatkan PAD. Kita siap bantu,” pungkasnya.(im/yds)

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement Iklan Hari Jadi Kabupaten Malang dari Disparbud Kabupaten Malang
Advertisement Iklan Hari Jadi Kabupaten Malang dari Perumda Tirta Kanjuruhan
Advertisement Iklan Sosialisasi Perwali Kota Batu
Advertisement Iklan cukai Pemkot Batu

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com