Connect with us

Peristiwa

Fenomena Bediding Juli 2026: Suhu Malam Hari di Malang Tembus 16°C, BMKG Imbau Jaga Imunitas

Published

on

IMG 20260701 180917
Masyarakat di kawasan Pandanwangi, Kota Malang, mulai merasakan fenomena penurunan suhu udara ekstrem secara fluktuatif yang dikenal dengan istilah Bediding (istimewa)

KABARMALANG.COM – Masyarakat di kawasan Pandanwangi, Kota Malang, mulai merasakan fenomena penurunan suhu udara ekstrem secara fluktuatif yang dikenal dengan istilah Bediding, di mana suhu malam ini tercatat berada di angka 23°C dan diprediksi akan terus merosot hingga mencapai titik terendah berkisar 16°C sampai 17°C pada dini hari menjelang Kamis pagi, 2 Juli 2026.

Berdasarkan rilis analisis data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Jawa Timur, fenomena penurunan suhu harian secara drastis ini merupakan siklus klimatologis tahunan yang normal terjadi akibat adanya pergerakan angin Monsun Australia yang membawa massa udara kering dan dingin melewati garis khatulistiwa.

Minimnya tutupan awan di langit Malang Raya selama puncak musim kemarau mengakibatkan energi panas bumi yang diserap pada siang hari langsung terlepas kembali ke atmosfer secara instan tanpa penghalang pada malam hari.

Sehingga memicu sensasi dingin menusuk tulang yang diperkirakan akan berlangsung konisten hingga bulan September mendatang.

Tiga Faktor Utama Penyebab Udara Malang Terasa Sangat Dingin

​BMKG memetakan tiga kombinasi indikator alam yang melatarbelakangi terjadinya penurunan suhu udara secara signifikan di wilayah Malang Raya:

Intensitas Angin Monsun Australia: Benua Australia saat ini sedang berada pada puncak musim dingin.

Angin yang bergerak menuju Asia melewati Indonesia membawa massa udara yang bersifat sangat kering, minim uap air, dan bersuhu rendah.

Pelepasan Radiasi Bumi (Clear Sky): Pada musim kemarau, langit cenderung bersih tanpa hambatan awan.

Ketika malam tiba, radiasi gelombang panjang yang dipancarkan permukaan bumi langsung terbuang bebas ke luar angkasa, alih-alih dipantulkan kembali oleh awan.

Letak Geografis Dataran Tinggi: Secara topografi, Malang terletak di dataran tinggi yang dikelilingi oleh pegunungan.

Karakteristik ini secara alami membuat tingkat kerapatan udara lebih renggang dan suhu lingkungan jauh lebih dingin dibanding kawasan pesisir pantai.

Tabel Parameter Cuaca dan Durasi Puncak Fenomena Bediding

​Berikut adalah rangkuman estimasi fluktuasi parameter cuaca lokal selama masa transisi iklim kemarau tahun ini:

Lokasi Pengamatan Cuaca

Estimasi Suhu Minimum

Estimasi Suhu Maksimum

Periode Puncak Fenomena

Pandanwangi, Kota Malang

16°C – 17°C (Dini Hari)

30°C – 31°C (Siang Hari)

Juli – September 2026

Kawasan Lereng / Dataran Tinggi

12°C – 14°C (Dini Hari)

24°C – 26°C (Siang Hari)

Juli – September 2026

Tips Praktis Menjaga Kesehatan Tubuh dari Penurunan Suhu Ekstrem

​Perubahan suhu yang sangat kontras antara siang yang terik dan malam yang membeku dapat memicu kerentanan imunitas tubuh dari risiko penyakit saluran pernapasan (ISPA). Berikut langkah preventif yang disarankan:

Gunakan Pakaian Hangat berlapis: Selalu kenakan jaket tebal, kaus kaki, atau selimut hangat, terutama saat terpaksa melakukan aktivitas luar ruangan pada malam, dini hari, dan pagi hari.

Optimalkan Hidrasi Tubuh: Rutin mengonsumsi air putih hangat secara berkala untuk menjaga stabilitas suhu inti tubuh serta mencegah dehidrasi akibat kelembapan udara yang rendah.

Proteksi Kelembapan Kulit: Gunakan pelembap kulit (body lotion) secara teratur untuk meminimalkan risiko kulit menjadi kering, kusam, atau pecah-pecah akibat paparan angin kemarau yang kering.

 

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Advertisement

Terpopuler