Connect with us

Pemerintahan

Target Predikat Utama: Kota Malang Raih Skor Evaluasi Mandiri KLA 763,41 Tahun 2026

Published

on

Target Predikat Utama: Kota Malang Raih Skor Evaluasi Mandiri KLA 763,41 Tahun 2026
Pemerintah Kota Malang melalui Dinsos-P3AP2KB resmi menargetkan predikat Kota Layak Anak (KLA) kategori Utama pada tahun 2026 setelah sukses menyelesaikan seluruh tahapan pengisian aplikasi evaluasi milik Kementerian PPPA RI pada Maret 2026 (istimewa)

KABARMALANG.COMPemerintah Kota Malang melalui Dinsos-P3AP2KB resmi menargetkan predikat Kota Layak Anak (KLA) kategori Utama pada tahun 2026 setelah sukses menyelesaikan seluruh tahapan pengisian aplikasi evaluasi milik Kementerian PPPA RI pada Maret 2026.

Proses pengisian data yang dilakukan secara intensif di Kota Malang ini menghasilkan nilai bobot Evaluasi Mandiri (EM) sebesar 763,41, salah satu yang tertinggi di Provinsi Jawa Timur.

Langkah strategis ini diambil sebagai upaya nyata Pemkot Malang untuk meningkatkan standar perlindungan anak melampaui predikat “Nindya” yang telah diraih empat kali berturut-turut.

Dengan mengoptimalkan sinergitas lintas instansi mulai dari tingkat kelembagaan hingga perlindungan khusus bagi anak.

​Fokus Penilaian Evaluasi KLA 2026

​Terdapat tujuh poin utama yang menjadi indikator penilaian dalam aplikasi evaluasi KLA tahun ini:

​Kelembagaan: Penguatan koordinasi antar dinas besar di lingkungan Pemkot Malang.

​Klaster 1: Hak sipil dan kebebasan anak.

​Klaster 2: Lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif.

​Klaster 3: Kesehatan dasar dan kesejahteraan.

​Klaster 4: Pendidikan, pemanfaatan waktu luang, dan kegiatan budaya.

​Klaster 5: Perlindungan khusus anak (melibatkan Lapas, Bapas, dan BNN).

​Wilayah: Penyelenggaraan KLA di tingkat kecamatan, desa, dan kelurahan.

​Pencapaian Skor Evaluasi Mandiri (EM) Kota Malang

Indikator

Capaian Kota Malang

Status

Nilai Bobot EM

763,41

Tertinggi di Jawa Timur

Nilai Maksimal

1.000

Target Kategori Utama

Predikat Sebelumnya

Nindya (4 Kali)

Menuju KLA Utama

 

Sinergitas dan Bimbingan Teknis

​Kepala Bidang PPA Dinsos-P3AP2KB Kota Malang, Atiyatul Husna (Iik), menjelaskan bahwa keberhasilan pengisian aplikasi ini didukung oleh:

​Bimtek Spesifik: Pelaksanaan bimbingan teknis untuk setiap klaster dengan melibatkan gugus tugas KLA.

​Koordinasi Lintas Sektoral: Kerja sama aktif dengan instansi di luar Pemkot Malang seperti Lapas, Bapas, hingga BNN untuk klaster perlindungan khusus.

​Evaluasi Mandiri: Proses peninjauan ulang yang dipimpin langsung oleh Tim PPA untuk memastikan validitas data sebelum pengumuman final.

​Target Final: Dengan raihan skor EM yang kompetitif, Pemkot Malang optimis dapat meninggalkan predikat Nindya dan naik kelas menjadi Kota Layak Anak kategori Utama yang akan diumumkan oleh Kementerian PPPA RI dalam waktu dekat. (adv)

 

Advertisement
Advertisement

Terpopuler