Connect with us

Edukasi

Dua Prodi Universitas Brawijaya Banyak Diminati Pendaftar SNMPTN

Published

on

IMG 20200228 092913

KABARMALANG.COM – Dua jurusan kedokteran dan manajemen Universitas Brawijaya (UB) paling diminati pendaftar jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi NegeriĀ  (SNMPTN). Sampai hari ini merupakan hari terakhir dari jumlah 30.360 pendaftar mayoritas memilih dua jurusan itu.

Wakil Rektor I Bidang Akademik Profesor Aulanni’am mengatakan, kuota penerimaan untuk jalur SNMPTN sebanyak 30 persen atau 4.300 dari total kuota keseluruhan sebanyak 14.310 mahasiswa.

“Hari ini merupakan hari terakhir jalur SNMPTN. Jumlah pendaftar yang masuk cukup besar mencapai 30 ribu lebih. Sementara kuota jalur SNMPTN hanya 30 persen atau 4.300 dari total penerimaan sebanyak 14.310 mahasiswa di tahun 2020 ini,” katanya kepada wartawan, Jumat (28/2/2020).

Diungkapkan, di Universitas Brawijaya beberapa prodi masih mensyaratkan adanya tes khusus selain nilai raport. Jumlah siswa yang lolos pada SNMPTN diseleksi langsung oleh Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) berdasarkan urutan nilai dari masing-masing siswa di seluruh SMA di Indonesia.

“Setiap peserta harus memiliki akun LTMPT untuk mendaftar jalur SNMPTN, UTBK (Ujian Tulis Berbasis Komputer) dan SBMPTN,” ungkapnya.

Ditambahkan, untuk kuota jalur SBMPTN sebanyak 40 pesen atau sekitar 5.724 mahasiswa. Untuk SBMPTN tahun ini, UB sudah menyiapkan 2000 komputer dan 170 komputer cadangan untuk mengantisipasi jika pada saat pelaksanaan terdapat kendala.

“Untuk UTBK kami sudah siapkan 2000 komputer dan 170 komputer cadangan supaya proses UTBK bisa berjalan lancar,” imbuhnya.

Sementara untuk seleksi mandiri, UB menetapkan kuota sebanyak 30 persen atau sekitar 4.286. Seleksi akan dilaksanakan secara tulis ini agar siswa benar-benar fokus dengan prodi dan universitas yang akan dipilih, mengurangi jumlah pendaftar yang tidak melakukan daftar ulang, dan agar memberikan kesempatan siswa lebih menyeluruh.

“UB menyiapkan kuota mahasiswa baru sebanyak 14.300-an, memang hal ini ada penurunan dibandingkan tahun lalu yang menerima sebanyak 14.600-an. Tetapi kita masih melihat karena akan berurutan setelah diketahui jumlah yang tidak mendaftar pada SNMPTN dan SBMPTN dan jumlahnya akan dikembalikan di SMUB seperti tahun lalu,” jelasnya

Mengenai dua program studi (prodi) baru yakni aktuaria dan kehutanan juga memiliki daya tarik yang cukup tinggi di SNMPTN, Aulanni’am mengatakan kedua prodi tersebut direncanakan memiliki kuota dua kelas yang berjumlah 60-80 mahasiswa.

Terpisah Kepala Bagian Akademik Heri Prawoto Widodo menuturkan, UTBK akan dilaksanakan selama satu minggu terhitung mulaiĀ  (20/4-26/4/2020) dengan pembagian minat Soshum, Saintek, dan Gabungan.

“UTBK akan terbagi atas 2 sesi setiap harinya, untuk menyukseskan pelaksanaan UTBK, sudah dilakukan koordinasi dengan seluruh fakultas dilingkungan UB tentang kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi.
Sehingga pada tanggal 2 Maret semua sudah siap dan diharapkan tidak ada lagi pergantian tempat dan komputer pada pelaksanaan UTBK,” tuturnya.

Heri juga menghimbau agar pendaftar SNMPTN yang ingin mengikuti UTBK bisa segera mendaftarkan diri agar bisa mendapat lokasi tes terdekat.

“Harapan kami siswa yang dafatr SNMPTN dengan peluang kurang bisa daftar UTBK karena jika menunggu dia tidak bisa dapat tempat tes terdekat sehingga harus keluar kota,” pungkasnya. (rjs/fir)

Advertisement

Terpopuler