Connect with us

Edukasi

Aksi Heroik Bripka Lucky Gagalkan Mahasiswa Akan Bunuh Diri

Diterbitkan

||

KABARMALANG.COM – Aksi heroik Bripka Lucky Rahadianto diapresiasi banyak pihak. Berkat upayanya menggagalkan seorang pria yang hendak bunuh diri di kamar kosnya.

Peristiwa terjadi Jumat (07/02/2020), siang, ketika itu Bripka Lucky yang bertugas sebagai Bhabinkamtibmas Kelurahan Bareng Polsekta Klojen, Polresta Malang Kota, memperoleh laporan adanya seorang pria yang mengancam untuk bunuh diri.

Bersama petugas medis, Bripka Lucky mendatangi rumah kost di Jalan Terusan Ijeng, Kelurahan Bareng, Kecamatan Klojen, Kota Malang, tempat dimana korban dilaporkan mengamuk dengan membawa sebilah pisau.

Setiba di lokasi, Bripka Lucky mendapatkan kebenaran dari informasi yang diterima. Dia pun berusaha untuk menghentikan upaya pria tersebut mengakhiri hidupnya itu.

“Berkat aksi heroik Bripka Lucky, percobaan bunuh diri oleh seorang pria saat itu bisa digagalkan,” ungkap Kasubbag Humas Polresta Malang Kota, Iptu Ni Made Seruni Marhaeni kepada wartawan, Sabtu (08/02/2020).

Dikatakan, setelah bisa disadarkan untuk tidak mengakhiri hidupnya pria tersebut kemudian dievakuasi tim medis ke rumah sakit. “Setelah percobaan bunuh diri digagalkan, yang bersangkuta selanjutnya dievakuasi ke rumah sakit oleh tim medis,” beber Marhaeni.

Hasil identifikasi petugas, pria tersebut berinisial BCA (23), yang beralamat di Desa Botoh, Desa Petungrejo, Kecamatan Nguntoro Nadi, Kabupaten Magetan. BCA disebut sebagai mahasiswa yang tengah mengalami gagal ginjal.

Usaha bunuh diri itu terungkap, berawal ketika kakak korban berinisial HRD meminta penjaga kost memeriksa kamar adiknya.

Penjaga kos kemudian mendatangi kamar nomor 04 yang ditempati oleh BCA. Saat itu, pintu kamar dalam kondisi terkunci. Takut terjadi sesuatu, penjaga kost akhirnya nekat mencongkel jendela kamar.

Ketika dibuka, yang bersangkutan (BCA) dalam kondisi pingsan dan kemudian penjaga kost berusaha untuk membangunkannya.

Setelah terbangun, lanjut Marhaeni, BCA justru mengamuk dengan melempar kursi ke arah penjaga kos. Bahkan, berusaha melepas peralatan gagal ginjal yang menempel di bagian dada kanannya.

“Saat berusaha dicegah, yang bersangkutan (BCA) justru mengancam penjaga kos dengan pisau. Saat itulah penjaga kost kemudian menghubungi kepolisian,” tutur Marhaeni.

Dia menambahkan, korban dalam keadaan selamat dan saat ini telah mendapatkan perawatan di RS Lavalette, Kota Malang. “Yang bersangkutan untuk dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan,” tandas Marhaeni.

Dalam peristiwa itu, polisi menyita sejumlah barang bukti yakni sebilah pisau dapur, gunting, serta alat pengukur tensi darah. (rjs/fir)

Edukasi

Ospek Daring Program Pendidikan Vokasi UB Ramah Difabel

Diterbitkan

||

Oleh

Ketua Pelaksana PKKMB Program Pendidikan Vokasi UB 2020, Harnan Maliki Abdullah

 

KABARMALANG.COM – Ospek di Kampus Universitas Brawijaya dikenal dengan istilah Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru Universitas Brawijaya (PKKMB UB). Untuk tahun ajaran 2020/2021, karena sedang masa pandemi, maka proses PKKMBnya dilaksanakan secara daring.

Khusus di PKKMB UB Program Pendidikan Vokasi, tahun ini diikuti oleh 1119 mahasiswa baru. Dari total jumlah tersebut, ada sekitar seratusan mahasiswa baru yang difabel atau berkebutuhan khusus.

“Vokasi termasuk yang banyak, karena lebih ke keterampilan, seperti di programing di teknologi informasi, kita sediakan untuk isyarat dan penerjemahnya, jumlahnya ada sekitar seratusan mahasiswa difabel,” ujar Ketua Pelaksana PKKMB Vokasi UB 2020, Harnan Maliki Abdullah, Senin (21/09/2020).

Abdul menambahkan, beberapa yang bisa disebutkan adalah pendertia tuna rungu. Diberikan layanan difabel seperti di TV, ada penerjemah isyarat di pojok layar.

Untuk keterangan tambahan, dari total 1119 mahasiswa baru Program Pendidikan Vokasi UB 2020 terdiri dari program studi keuangan perbankan, program studi administrasi bisnis, program studi perhotelan, dan program studi desain grafis. (fat/fir)

 

Lanjutkan Membaca

Edukasi

Mahasiswa UB buat gel dari Asam Jawa untuk Pemutih Gigi Alami

Diterbitkan

||

KABARMALANG.COM – Tiga mahasiswa Universitas Brawijaya (UB), Ririn Lutvita Sari (FKG), Afina Muti’ah Tuhepaly (FKG), dan Kharisma Ghanyysyafira (FT) membuat gel dari Asam Jawa yang berguna untuk memutihkan gigi secara alami.

Salah satu mahasiswa, Ririn Lutvita Sari mengatakan gigi yang mengalami perubahan warna secara ekstrinsik, sulit dihilangkan dengan cara menggosok gigi ataupun scalling, dan salah satu cara yang selama ini dilakukan adalah dengan pemutihan gigi atau Bleaching.

Namun, bahan pemutih gigi itu memberikan efek meningkatnya porositas atau penurunan kekuatan gigi, sehingga menurunkan kekerasan enamel.

Oleh karena itu, Ririn dan kawan-kawan mencoba memaksimalkan potensi asam jawa sebagai bahan pemutih gigi.

Ia menjelaskan, bahan alami yang mempunyai kemampuan untuk merubah warna gigi atau menghilangkan noda gigi yaitu asam malat (malic acid).

Dan, salah satu buah yang mengandung asam malat (malic acid) adalah buah asam jawa (Tamarindus indica L.).

Ririn, kemudian mengubah Asam Jawa menjadi gel untuk menjadi produk pemutih gigi, dan bisa diaplikasikan ke gigi selama kurang lebih 10-20 menit dan dilakukan 2-3 kali dalam satu hari.

Produk pemutih gigi berbentuk gel dari asma jawa lebih efektif dan aman karena memiliki ukuran nanopartikel, dan menggunakan bahan-bahan alami.

Sedangkan Asam Malat sendiri memiliki berat molekul sangat rendah sehingga mampu berdifusi ke dalam email dan dentin, dan dapat mengoksidasi permukaan email gigi dengan cara melepaskan oksigen yang bebas pada ikatan rangkap dari senyawa organik dan anorganik dalam gigi.

“Dalam proses bekerjanya akan terjadi proses oksidasi melibatkan oksigen dan hilangnya hidrogen. Pada proses oksidasi terjadi pemecahan rantai zat chromofor pada gigi yang sebelumnya berikatan pada pelikal, sehingga menyebabkan warna gigi menjadi lebih gelap dan terjadi reaksi reduksi yang membuat warna gigi menjadi lebih terang,” kata Ririn dalam keterangan resminya, Senin (21/9/2020).

Dosen pembimbing, Feni Istikharoh, drg menjelaskan hampir 90% material kedokteran gigi merupakan produk impor, sehingga tidak heran jika material kedokteran gigi saat ini relatif mahal.

“Kita tahu bahwa Sumber Daya Alam di Indonesia sangatlah melimpah, salah satunya adalah asam jawa. Asam jawa memiliki kandungan asam malat dan asam oksalat yang cukup tinggi,” beber Feni terpisah.

Adanya penelitian mengenai asam jawa yang nantinya dikembangkan menjadi produk nanogel, dapat berpotensi untuk digunakan sebagai produk material pemutih gigi yang aman, serta memiliki kemampuan untuk memutihkan gigi yang tidak kalah dengan produk luar negeri,” sambungnya.

Feni berharap melalui produk tersebut dokter gigi tidak perlu mengimport material pemutih gigi dari luar negeri lagi.

“Jika kita dapat mengolah sumber daya alam kita yang begitu melimpah, kedepan harapannya kita dapat mengurangi ketergantungan untuk mengimport material kedokteran gigi,” Feni Istikharoh menambahkan. (rjs/fir)

Lanjutkan Membaca

Edukasi

Kreatif, Mahasiswa UB Membuat Kasa dari Sarang Tarantula

Diterbitkan

||

Oleh

Ilustrasi Kasa dari Sarang Tarantula, Buatan Mahasiswa UB

 

KABARMALANG.COM – Lima mahasiswa UB lintas fakultas membuat desain kasa dari sarang telur Laba-laba Tarantula atau KASPRO.

Rizky Senna salah satu anggota tim mengatakan selama ini sarang telur tarantula dipandang sebelah mata oleh sebagian besar masyarakat Indonesi. Padahal di balik itu semua sarang telur tarantula menyimpan berjuta manfaat yang jarang diketahui.

“Kandungan protein fibroin atau fibrinoin yang tinggi pada sarang telur tarantula mampu membantu mempercepat penghentian darah serta penyembuhan pada luka terbuka,” kata Rizky.

Dia menambahkan, luka terbuka yang dibalut dengan kasa akan mengalami regenerasi karena jumah sel fibroblas, sintesis kolagen, kekuatan tensile, kontraksi luka dan periode epitelisasi.

“Penyembuhan luka Kasa Kaspro melalui kandungan protein yang ada di dalamnya. Cara kerjanya sama seperti kasa biasanya, hanya saja penyembuhan bisa lebih cepat,” lanjut Rizky.

Anggota tim lain sekaligus Manajer Produksi, Yushidayah menjelaskan sarang telur tarantula didapat dari hasil pembudidayaan selama sekitar dua bulan sebelum sarang telur tarantula dipanen.

Pembudidayaan tersebut , lanjut Yushidayah, dilakukan dengan bekerjasama dengan mitra pecinta/kolektor tarantula yang ada di Indonesia.

Ming Cu, salah satu pemilik sekaligus mitra tarantula terbesar di Indonesia mengungkapkan desain inovasi Kasa Sarang Tarantula sangat menarik karena lebih efektif dalam penyembuhan luka dibandingkan dengan kasa konvensional.

Selain itu limbah dari sarang telur tarantula memang jarang digunakan atau diolah kembali menjadi bahan/produk yang bermanfaat.

“Ya, sangat menarik ya, inovasi dari temen-temen ini bagus sekali, apalagi limbah tarantula jarang juga digunakan atau diolah kembali menjadi bahan/barang yang bermanfaat,” ungkap Ming Cu. (fat/fir)

Lanjutkan Membaca
Advertisement Iklan Sosialisasi Perwali Kota Batu
Advertisement Iklan cukai Pemkot Batu

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com