Connect with us

Serba Serbi

Warga Prisma Cluster Merasa Dirugikan, Akan Gugat BPN

Diterbitkan

||

KABARMALANG.COM – Sejumlah warga pemilik tanah dan bangunan di Perumahan Prisma Cluster Jl. Candi VI, Kecamatan Sukun, Kota Malang, merasa sangat dirugikan dengan adanya gugatan yang dilayangkan Eddy Susanto dan Agus Susanto, kakak beradik asal Denpasar Bali.

“Setelah kami teliti kembali di pengadilan dengan aplikasi Sentuh Tanahku, ternyata ada perbedaan lokasi. Ternyata lokasi penggugat dengan yang digugat berjarak sekitar 1,5 km. Dan pada Rabu (29/1/2020) kemarin sekitar pukul.11.00, warga juga kaget setelah kembali melakukan pengecekan di Aplikasi Sentuh Tanahku, ternyata lokasi tanah penggugat sudah dirubah oleh BPN,” kata Fikri Alamudi, perwakilan warga.

Dengan pergantian tersebut, lanjut dia, lokasi tanah penggugat saat ini sudah menumpuk di Prisma Cluster dari yang sebelumnya selisih 1,5 km. Mengetahui hal ini, warga akan terus melakukan perlawanan untuk mempertahankan rumahnya termasuk kepada Badan Pertanahan Nasional (BPN) yang melakukan pemblokiran sehingga proses transaksi jual – beli rumah warga yang sudah ber SHM (Surat Hak Milik) ini juga terhambat.

“Kami sudah sangat dirugikan. Oleh karena itu kami sepakat akan menggugat BPN dan juga menggugat balik para penggugat,” tegas Fikri.

Pada Jumat (31/1/2020) pagi, warga bahkan sudah berkumpul untuk menunggu pihak Pengadilan Negeri Malang dan pihak penggugat dalam agenda Pemeriksaan Setempat (PS) objek yang digunakan sengketa. Namun Agenda PS ini gagal karena pihak penggugat tidak bisa hadir.

Sementara itu, Totok Suprapto SH, selaku pengembang menjelaskan bahwa tanah Perum Cluster tersebut dibeli pada tahun 2006. Setelah dilakukan pengecekan di BPN, sertifikat yang telah di beli juga sah dan tidak ada masalah. Tanah tersebut kemudian seluas 3905 meter persegi ini kemudian dipisah – pisah dan dijual ke user.

“Sudah saya balik nama masing-masing dan tidak ada masalah. IMB juga semua lengkap. Tapi pada tahun 2014, saya dipanggil oleh pihak kepolsian terkait tanah ini. Kami punya bukti dokumen yang sah, jadi saat itu tidak ada masalah. Kami diminta menyelesaikan di pengadilan,” terangnya.

Barulah pada 2015, tiba – tiba terjadi masalah yakni pemblokiran oleh BPN tanpa ada surat blokir resmi. “Kalau blokir itu masa maksimalnya 1 bulan, tapi kita diblokir selama 2 tahun.

“Saya dan warga sangat dirugikan dengan adanya gugatan ini. Saya tidak bisa lagi bekerja, unit saya semuanya tidak laku. Kami buat Perumahan tidak ada yang laku. Notaris juga tidak berani karena permasalahan ini sudah tersebar. Kerugian saya sangat besar,” ucapnya.

Ia pun berharap, sengketa ini segera berakhir sehingga warga bisa melakukan aktifitasnya dengan tenang. “Harapan saya segera selesai permasalahan ini dan harus direhabilitasi nama kami,” terangnya. (ary/fir)

Serba Serbi

PSSI Hormati Keputusan Polri Soal Izin Kompetisi Sepakbola

Diterbitkan

||

Oleh

Kompetisi Liga 1 dan Liga 2 di undur

 

KABARMALANG.COM – Apresiasi diberikan Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Zainudin Amali terhadap keputusan Polri yang tidak mengeluarkan izin keramaian untuk bergulirnya Liga 1 dan Liga 2.

Hal itu disampaikan Menpora RI bersama Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan, Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (LIB), Akhmad Hadian Lukita, Plt Sekjen PSSI Yunus Nusi, dan Sesmenpora Gatot S Dewa Broto di loby Kemenpora, Selasa (29/09/2020).

Pada konfrensi pers yang menerapkan protokol kesehatan tersebut. Menpora RI menyampaikan dirinya sudah melakukan rapat koordinasi bersama Ketua Umum PSSI dan PT LIB serta jajaranya terkait perkembangan terhadap persepakbolaan di Tanah Air.

Pada rapat koordinasi tersebut, PSSI telah mengambil sikap dengan bijak dan arif terkait kelanjutan Liga 1 dan Liga 2.

“PSSI memutuskan menunda penyelanggaraan kompetisi 1 bulan ke depan. Bahwa apa yang dilakukan Ketum PSSI, PT LIB dan jajaran pengurus harus kita apresiasi. Kemenpora mengapresiasi sikap dari Ketua Umum PSSI dengan mengedepankan apa yang menjadi keselamatan umum, seperti yang disampaikan oleh Mabespolri,” kata Menpora dalam siaran pers yang diterima Kabarmalang.com.

Menpora RI meminta kepada semua stakeholder sepakbola Indonesia untuk memahami keputusan ini.

“Mohon kepada seluruh insan sepakbola nasional, juga bisa memahami apa yang diputuskan oleh PSSI. Kita berharap pandemi ini segera berakhir, Insyallah akan ada lanjutan kompetisi. Semoga sebulan kedepan ada tanda-tanda kondisi yang membaik untuk penyelenggaraan kompetisi, sehingga kita bisa melakukan kompetisi kembali,” tambahnya.

Sementara, Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan menyampaikan Liga 1 dan 2 yang tadinya akan berlangsung 1 Oktober dilangsungkan pertandingan antara PSS Sleman lawan Persik Kediri harus diundur sesuai arahan Polri yang tidak mengeluarkan izin keramaian.

“Kita ketahui bersama Mabes Polri sudah merilis yang dikeluarkan oleh Kadivhumas, bahwa sementara menunda mengeluarkan izin keramaian dengan beberapa pertimbangan,” tegas Iriawan.

Pertimbangan pertama, kata Iriawan, Polri menganggap kasus Covid-19 di Indonesia masih cukup tinggi. Pihaknya sangat menyadari kondisi yang menjadi pertimbangan itu.

Yang kedua, Polri sudah mengeluarkan maklumat dan tidak mengeluarkan izin di semua tingkatan pada saat sekarang ini.

“Atas dua keputusan tersebut, tentunya kami federasi (PSSI) menyikapi hal ini dengan menghormati dan memahami keputusan yang belum mengizinkan atau menunda kompetisi Liga 1 dan Liga 2 untuk diputar kembali. Sekali lagi, kami menghormati dan memahami keputusan yang diambil pihak Mabes Polri,” ungkap Iriawan.

PSSI juga mengapresiasi kepada klub yang sudah bersemangat dan berkorban untuk menyiapkan tim untuk melanjutkan kompetisi. Seperti kesiapan tim yang berada di Pulau Jawa, baik di Yogja maupun Malang.

PSSI yakin dan optimis lanjutan kompetisi Liga 1 dan Liga 2 pada waktunya setelah situasi pandemi selesai akan secepatnya bisa bergulir kembali.

“PSSI memohon khususnya kompetisi ditunda 1 bulan, karena kalau kompetisi dimulai pada bulan November, itu akan selesai bulan Maret, itu masih ada waktu kita berkompetisi, karena kalau dimulai bulan Desember akan dipastikan mundur, karena April sudah masuk bulan Ramadan, dan Mei masuk Piala Dunia U-20 tahun 2021,” ujarnya.

“Itu harapan kami kepada pemerintah dan kepolisian, apabila kondisi memungkinkan, satu bulan kami akan gulirkan lagi kompetisi Liga 1 dan Liga 2. Kita tahu jika satu kompetisi ini tidak berlanjut, itu akan menghilangkan satu generasi, dan timnas tidak bisa mengikuti agenda FIFA ataupun AFC, ya mungkin dipandang tidak baik oleh FIFA dan AFC,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kepolisian Republik Indonesia (Polri) tak mengeluarkan izin bergulirnya Liga 1 dan Liga 2 karena pertimbangan masih tingginya penularan virus Corona.

“Terkait Liga Indonesia 1 dan 2 yang akan dilaksanakan mulai tgl 1 Oktober 2020, Polri tidak mengeluarkan izin Keramaian dengan pertimbangan: Pertama, situasi Pandemi COVID dimana jumlah masyarakat yang terinfeksi masih terus meningkat,” kata Kadiv Humas Polri, Irjen Argo Yuwono, Senin (28/09/2020). (rjs/fir)

Lanjutkan Membaca

Serba Serbi

Bencana Kebakaran 2020 Sebanyak 56 Kali, Terbesar PT Unirama Duta Niaga Karangploso

Diterbitkan

||

Oleh

Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran (PPBK) Damkar Kabupaten Malang (Foto: Imron Haqiqi)

 

KABARMALANG.COM – Sudah menjadi langganan. Memasuki musim kemarau angka bencana kebakaran di Kabupaten Malang mulai meningkat. Puncaknya menurut Damkar Kabupaten Malang biasanya pada bulan Oktober 2020.

Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran (PPBK) Damkar Kabupaten Malang, Goly Karyanto memaparkan sepanjang tahun 2020 sampai bulan September ini bencana kebakaran sudah sebanyak 56 kali.

“Trennya dari tahun kebakaran ini kerap terjadi dari bulan Agustus dan puncaknya pada Oktober, tapi semoga tahun ini menurun,” terangnya, Selasa (29/09/2020).

Lebih rinci, Goly mengatakan pada tahun 2019 lalu jumlah kebakaran di Kabupaten Malang mencapai 96 kejadian. Sedangkan pada tahun 2018 lalu sebanyak 86 kejadian.

“Penyebab kebakaran itu biasanya akibat kelalaian masyarakat. Seperti kompor tidak dimatikan lalu ditinggal keluar, konsleting listrik, dan akibat puntung rokok,” ujarnya.

Berkaitan dengan hal itu, Goly berharap masyarakat lebih waspada lagi, agar angka kebakaran pada tahun ini dapat ditekan.

“Selama ini, kami (Damkar) sudah sering memberikan edukasi terhadap masyarakat. Hanya saja, masih banyak masyarakat yang abai terhadap potensi kebakaran itu,” ujarnya.

Terakhir, Goly mengatakan bahwa selama rentang beberapa tahun terakhir ini, musibah kebakaran paling besar yang terjadi di Kabupaten Malang adalah di PT Unirama Duta Niaga yang berlokasi di Kecamatan Karangploso pada Kamis (24/09/2020) lalu.

“Pada saat itu kita butuh waktu 28 jam untuk memadamkan. Padahal kebakaran Pasar Lawang yang terjadi pada tahun 2019 lalu kita hanya butuh waktu 18 jam untuk memadamkan,” tutupnya. (haq/fir)

 

Lanjutkan Membaca

Serba Serbi

JLC Rehabilitasi 23 Lutung Jawa

Diterbitkan

||

Oleh

Foto : Lutung jawa yang dikarantina di JLC TAFIP

 

KABARMALANG.COM – Sebanyak 23 Ekor Lutung Jawa saat ini tengah menjalani proses rehabilitasi, sebelum dilepas ke alam liar.

Perimata itu menjalani rehabilitasi di JLC TAFIP (Javan Langur Centre-The Aspinall Foundation Indonesia Program) yang terletak di Coban Talun, Desa Tulung Rejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu.

Rehabilitasi ini merupakan salah satu langkah yang dilakukan sebelum nantinya lutung jawa dirilis ke alam liar dan dilestarikan

“ini semua kami peroleh dari hasil sitaan BKSDA serta penyetahan dari masyarakat,” ungkap Project Manager JLC Iwan Kurniawan, Selasa (29/9/2020).

Iwan menerangkan dalam JLC TAFIP ini Lutung Jawa akan diperiksa kesehatannya selama tiga bulan kemudian disosialisasi bersama koloninya.

Tak hanya itu saja, dalam kandang lutung jawa juga dipantau proses sosialisasinya. Naluri alamiah mereka dibangun sebelum dilepas liarkan secara berkelompok.

Pengenalan pakan alami dan psikomotoriknya diperhatikan.

“Apakah sudah bisa memanjat-manjat. Nanti pada pelepasannya juga akan dilakukan secara kelompok,” terangnya.

Dijelaskan sebelum masa pelepasan juga dilakukan proses adaptasi selama seminggu dan ketika berhasil maka akan diberikan tanda di ekornya untuk diawasi apakah berkembang biak atau tidak.

“Untuk proses mulai masuk hingga pelepasan di alam liar memakan waktu yang berbeda-beda untuk setia hewan. Dilihat dari segi kesahatan, psikomotorik, kognitif, dan afektif jika sudah bagus makan akan dilepaskan,” ungkapnya.

Iwan menambahkan rata-rata lutung yang telah dilepaskan sudah memiliki koloni mengingat status konservasi lutung jawa saat ini adalah rentan punah. (arl/rjs)

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement Iklan Sosialisasi Perwali Kota Batu
Advertisement Iklan cukai Pemkot Batu

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com