Connect with us

Pemerintahan

Hari ke 2, Walikota Sutiaji Ngantor di Kecamatan Lowokwaru

Diterbitkan

||

KABARMALANG.COM – Ngantor kali ke – 2 Walikota Malang Sutiaji di kecamatan/kelurahan, menyasar wilayah kecamatan Lowokwaru (14/01/2020). Dengan mengambil titik himpun di kantor kecamatan Lowokwaru.

Sutiaji menegaskan, penataan personil dan kelembagaan diletakkan pada spirit memajukan organisasi. “Tentu dilihat pula rekam jejak dari masing masing personil. Tidak ada yang namanya like dan dislike, dan yang nama proses, tidak mungkin dapat memuaskan semua pihak,” ujar Sutiaji.

Dia juga menekankan, kepada jajaran ASN Pemkot Malang untuk menyesuaikan dan mengikuti proses terlebih dahulu. “Terima apa adanya dulu. Jangan mengeluh. Pasti akan ada evaluasi,” tegas Pak Aji kepada Camat, jajaran Lurah, pejabat struktural kecamatan serta staf kecamatan Lowokwaru.

Walikota Sutiaji kembali menyoroti kebersihan lingkungan kantor, manajemen ruang pelayanan, front office hingga telecentre yang dikelola kecamatan. “Wajah depan kantor (kecamatan Lowokwaru) bersih. Tapi ini ada lahan agak tersembunyi di antara gedung kantor nampak kumuh,” kata Sutiaji.

“Nggak boleh seperti ini, yang namanya kebersihan itu bersifat paripurna, secara menyeluruh. Wajah depan dan wajah belakang semuanya harus bersih,” pesan Walikota kepada Camat Lowokwaru Imam Badar.

Kepada perangkat wilayah (kecamatan Lowokwaru), Sutiaji juga menekankan pentingnya memiliki data base potensi wilayah. “Harus pegang titik nol (awal) bekerja dan bergerak. Semisal, per akhir desember 2019, terdeteksi angka kematian ibu hamil di Lowokwaru sebanyak 5 orang,” lanjutnya.

“Maka dari angka (titik) dimaksud, jadi perencanaan target program penurunannya, tentu dengan variabel permasalahannya,” tukas Sutiaji.

Walikota Sutiaji juga memerintahkan Lurah untuk membuat, memegang dan memiliki data peta drainase, data perempatan/persimpangan, serta data jalan rusak. Data ini akan saya tagih perkembangannya. (ary/fir)

Pemerintahan

Walikota Sutiaji Dorong Pemuda Lakukan Urban Farming

Diterbitkan

||

Oleh

Foto: Walikota Malang, Drs. H. Sutiaji saat membuka pelatihan

 

KABARMALANG.COM – Walikota Malang, Drs. H. Sutiaji mengatakan bahwa pemuda memiliki peran untuk ketahanan pangan serta mengatasi global warming. Caranya adalah melakukan urban farming atau bercocok tanam di wilayah perkotaan.

Hal ini disampaikan Sutiaji saat membuka Pelatihan Ketrampilan bagi pemuda di Hotel Ijen Suites, Selasa (29/9/2020).

Kegiatan yang dilaksanakan oleh Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata ini, diikuti oleh 120 peserta. Masing-masing dari kecamatan ada 20 orang, dan 20 peserta dari pramuka.

“Kita tahu bahwa di Kota Malang, global warming sudah mulai. Urban farming jadi cara menjaga ketahanan pangan,” ujar Sutiaji.

Banyak hal bisa dilakukan pemuda dalam mengisi kemerdekaan, kata Sutiaji, kemampuan dalam bidang urban farming merupakan salah satunya.

“Saat ini dikenalkan dengan ketergantungan Indonesia terhadap pangan, kita apa-apa kan impor. Kalau kita itu sudah mengenalkan itu, terlebih di perkotaan. Jadi kecintaan mereka tehadap Indonesia semakin kuat,” sambungnya.

Ia mencontohkan di masa pandemi ini. Kalau kita tergantung dengan impor, sedangkan transmisi barang sedang terjadi. Maka yang namanya kemandirian tidak akan terbangun.

“Harapannya akan terbangun nilai patriotisme dari pemuda Indonesia, yang saat ini sudah diakui negara, bahwa idealisme dan patriotisme mulai terkena degradasi,” tegas Sutiaji. (fat/rjs)

 

Lanjutkan Membaca

Pemerintahan

Tekan Angka Covid-19, Walikota Sutiaji Bersama PWI-Malang Raya Bagikan Masker

Diterbitkan

||

Oleh

Walikota Sutiaji, Bersama PWI-Malang Raya Bagikan Masker

 

KABARMALANG.COM – Berbagai upaya terus dilakukan untuk menekan angka Covid-19. Pemkot Malang bersama berbagai lembaga juga memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan.

Mulai dari mengenakan masker yang baik dan benar saat beraktivitas, hingga mencuci tangan menggunakan air mengalir dan sabun serta melakukan physical distancing. Bahkan, paling baru Pemkot Malang juga menerapkan sanksi administrasi berupa denda.

Namun sayangnya, angka kepatuhan penerapan protokol kesehatan di lingkungan masyarakat masih belum maksimal. Angka kepatuhan masyarakat masih diangka 65 persen hingga 70 persen. Sehingga, upaya sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat ditargetkan untuk bisa lebih dimaksimalkan.

Data terakhir, tercatat ada 1.770 kasus konfirmasi positif Covid-19. Dengan rincian, angka kesembuhan mencapai 1.430 orang, 170 orang tengah dirawat, dan 170 orang dinyatakan meninggal dunia.

Itu sebabnya, PWI Malang Raya dengan didukung penuh BPJS-Kesehatan Malang menggelar agenda Sosialisasi Protokol Kesehatan dan Pembagian APD Mengantisipasi Covid-19. Kegiatan tersebut merupakan wujud kepedulian juga tanggungjawab PWI Malang bersama BPJS-Kesehatan Kota Malang untuk meningkatkan angka kepatuhan protokol kesehatan.

Sasaran kegiatan ini adalah seluruh masyarakat Kota Malang. kegiatan sosialisasi dipusatkan di kawasan Pasar Bunga dan Pasar Burung Splendid, Selasa (29/09/2020).

Wali Kota Malang, Sutiaji yang hadir dan turut mensosialisasikan gerakan kampanye mengenakan masker mengingatkan kepada seluruh masyarakat Kota Malang untuk selalu menerapkan protokol kesehatan. Terutama mengenakan masker.

“Karena ketika mengenakan masker setiap kita akan mengurangi persebaran Covid-19,” terangnya.

Kota Malang secara pelan tapi pasti menurutnya akan terus melakukan koordinasi dan upaya untuk pencegahan Covid-19. Kolaborasi dengan berbagai pihak terus dilakukan. Terutama dengan media massa dalam mensosialisasikan dan memberikan berita yang benar kepada masyarakat berkaitan dengan Covid-19.

“Pentahelix sangat penting dalam hal ini. Maka kami mengucapkan terima kasih atas kegiatan sosialisasi yang digelar kali ini bersama BPJS-Kesehatan dan beberapa unsur lain,” terang Sutiaji.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Malang, Dina Diana Permata menambahkan, BPJS-Kesehatan ingin berperan langsung dalam mencegah persebaran Covid-19. Salah satunya dengan mendukung kegiatan sosialisasi kepada masyarakat menengah ke bawah yang memang harus didatangi langsung untuk menerapkan disiplin protokol kesehatan.

“Kami berharap masyarakat akan lebih meningkatkan kedisiplinannya dengan penerapan protokol kesehatan,” jelasnya.

Ketua PWI Malang Raya, Ariful Huda menyampaikan, kegiatan sosialisasi sengaja dilaksanakan di kawasan Pasar Burung dan Pasar Bunga Splendid Kota Malang, lantaran di pasar masih banyak ditemui masyarakat yang melanggar protokol kesehatan. Salah satunya seperti tidak mengenakan masker.

Dengan kegiatan yang dikemas lebih santai itu, diharapkan masyarakat akan lebih terbuka dengan kebiasaan baru yang ada. Sehingga, masyarakat tidak lagi abai dengan protokol kesehatan, dan lebih waspada terhadap kemungkinan persebaran Covid-19. (tik/fir)

 

Lanjutkan Membaca

COVID-19

Puluhan Peserta SKB CPNS Pemkab Malang Reaktif Corona

Diterbitkan

||

Oleh

Peserta yang diduga reaktif Covid-19 saat mengikuti SKB CPNS Kabupaten Malang. (Foto: Imron Haqiqi).

 

KABARMALANG.COM – Sempat terhenti akibat pandemi, tahapan seleksi CPNS Kabupaten Malang dilanjutkan kembali sejak Jum’at (25/09/2020) lalu.

Diketahui tahapan saat ini adalah SKB (Seleksi Kompetisi Bidang). Diketahui, kuota penerimaan CPNS Kabupaten Malang sebanyak 527 orang.

Menariknya, dari sekian CPNS yang mengikuti SKB tersebut. 26 orang diantaranya dinyatakan reaktif Covid-19.

Hanya saja, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Malang tetap memberi kesempatan untuk peserta yang diduga terpapar Covid-19 tersebut, dan disediakan bilik tersendiri.

“Ya, memang ada yang reaktif, tapi seleksi tetap kami lanjutkan. Hanya saja mereka disediakan bilik sendiri,” tutur Kepala BKPSDM Kabupaten Malang, Nurman Ramdansyah.

Memang, berdasarkan pantauan Kabarmalang.com tampak petugas BKPSDM yang menangani peserta yang diduga terpapar Covid-19 menggunakan APD (Alat Pelindung Diri) lengkap.

Lebih lanjut, pelaksanaan tahapan seleksi CPNS tersebut merupakan lanjutan dari tahapan pada tahun 2019 lalu.

“Tapi karena pandemi Covid-19 akhirnya ditunda sampai sekarang. Kalau seandainya tidak ada pendemi Covid-19 seharusnya SKB ini dilaksanakan pada bulan Mei lalu,” tuturnya.

Tidak hanya Kabupaten Malang, pelaksanaan SKB tersebut juga diikuti oleh 4 Kabupaten/Kota, yakni Kabupaten Malang, Kota Malang, Kabupaten Pasuruan, dan Kota Pasuruan.

“Total peserta yang ikut sebanyak 4800 orang. Namun hari ini, Senin (28/09/2020) gilirannya Kabupaten Malang,” tutupnya. (ron/rjs)

Lanjutkan Membaca
Advertisement Iklan Sosialisasi Perwali Kota Batu
Advertisement Iklan cukai Pemkot Batu

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com