Connect with us

Serba Serbi

Dinsos Kota Malang Berikan Bantuan 381 Anak Yatim, 200ribu Per Bulan

Diterbitkan

,

IMG 20240531 083348
Dinsos-P3AP2KB memberikan bantuan berupa uang 200ribu kepada 381 anak yatim di Kota Malang (foto istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Dinsos-P3AP2KB memberikan bantuan berupa uang 200ribu kepada 381 anak yatim di Kota Malang.

Bantuan tersebut di berikan kepada 381 anak yatim di Kota Malang yang terdaftar sebagai penerima bantuan sosial (Bansos).

Kemudian mereka akan mendapat kucuran dana dari Pemerintah Pusat.

Hal tersebut tercatat dalam data Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos-P3AP2KB) Kota Malang.

“Setiap anak mendapat jatah Rp 200 ribu per bulan,” kata Sub Koordinator Substansi Rehabilitasi Sosial Anak dan Lanjut Usia Dinsos-P3AP2KB Kota Malang Laily Qodariyah.

Ia juga menyampaikan pada tahun ini Kota Malang mendapat jatah Rp 914,4 juta dari program Yatim Piatu (YAPI) Kementerian Sosial (Kemensos).

Bantuan tersebut di berikan dalam rangka mengurai masalah penelantaran anak.

Menurut Laily, penelantaran anak tidak hanya berupa anak-anak yang di buang.

Namun juga mereka yang kebutuhan dasarnya tidak di urus.

“Anak yang kebutuhan sehari-harinya tak tercukupi itu kami indikasikan penelantaran, sehingga membutuhkan intervensi,” terang Laily.

Bantuan yang di berikan tersebut dia melanjutkan, dinsos-P3AP2KB berharap ekonomi keluarga terbantu.

Ini juga termasuk pemberdayaan ekonomi keluarga.

Di tempat lain, anggota Komisi D DPRD Kota Malang Ahmad Fuad Rahman mengatakan, pemberian bansos kepada anak yatim piatu harus sesuai sasaran.

“Caranya dengan melakukan pendataan melalui musyawarah kelurahan,” ujarnya.

Anggota DPRD Kota Malang dari fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut menambahkan, hal ini berlaku untuk bantuan dari pemerintah pusat maupun daerah.

Pendataan juga harus selalu di-update.

“Kalau ada yang sudah meninggal atau orang tuanya sudah punya usaha, bisa di alihkan ke anak-anak lain yang lebih membutuhkan,” pungkas Fuad. (*)

 

Advertisement

Terpopuler