Connect with us

Ekbis

Pasar Oro – Oro Dowo Salah Satu Pilot Project Pasar Nasional

Diterbitkan

||

KABARMALANG.COM – Pasar Oro-oro Dowo Kota Malang menyandang gelar pasar berpredikat Standar Nasional Indonesia (SNI). Predikat itu diberikan pada akhir 2018 lalu berdasarkan fasilitas umum yang tersedia di pasar tersebut.

Pasar Oro-oro Dowo merupakan pasar rakyat (tradisional) pertama di Kota Malang yang direvitalisasi. Selanjutnya diresmikan oleh Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong pada 1 April 2016.

Endang Sri Sundari, pengelola pasar Oro-oro Dowo saat ditemui berharap sebagai salah satu pasar percontohan. Kedepan, bisa menjadi pelecut bagi pasar – pasar rakyat yang lainnya di Kota Malang untuk dapat berevitalisasi.

“Disini terdapat 250 bedak dan 180 pedagang. Kami semua sangat menjaga kenyamanan baik pedagang maupun pembeli,” ujarnya, Kamis (24/10/2019).

Endang Sri Sundari, pengelola pasar Oro-oro Dowo.

“Sehingga kesan pasar rakyat yang kumuh dan tidak nyaman terpatahkan,” kata Endang sapaan akrabnya pada KABARMALANG.COM

Kepedulian berbagai aspek dalam hal ini sangat dibutuhkan, mulai pemerintah daerah dan para wakil rakyat sangat berperan dalam kemajuan pasar rakyat, dibawah naungan Pemerintah.

“Hari ini ada kunjungan dari DPRD Kota Malang melalui komisi B, dan kami berharap revitalisasi pasar – pasar segera berjalan,” harapan Endang Sri Sundari.

Kebersihan serta kenyamanan yang ada di pasar Oro-oro Dowo Kota Malang banyak mendapatkan pujian serta apresiasi. (ary/fir)

Klik untuk mengirimkan komentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ekbis

Batik Bermotif Unsur Pohon Sukun Andalan Kelurahan Sukun

Diterbitkan

||

Oleh

Batik Bermotif Unsur Pohon Sukun di Kelurahan Sukun RW 03

 

KABARMALANG.COM – Sandhya Nusantara adalah sebuah galeri batik yang terletak di RW 03. Karena berada di Kelurahan Sukun yang notabennya terdapat banyak pohon sukun, akhirnya motif-motif batik yang dibuat di situ juga menggunakan unsur pohon sukun.

“Ciri khasnya, karena kita di wilayah Sukun, kita ambil unsur dari pohon sukun, baik daun dan buahnya. Kami menghimbau motif apapun, kalau bisa cantumkan sukun, itu ciri khas kita. Karena pohonnya banyak di sini,” ujar Nana Bachtiar, pengelola Sandhya Nusantara, Jumat (25/09/2020) kepada Kabarmalang.com.

Nana mengatakan bahwa batik yang dibuat di Sandhya Nusantara adalah batik tulis dan batik cap. Semua tergantung dari pesanan yang datang.

“Kalau harga relatif, tergantung motifnya, kalau full tulis diatas lima ratus ribu, karena memang benar-benar pakai handmade,” jelasnya.

Nana lalu melanjutkan produk yang diminati, yaitu salah satu pesanan dari instansi di Surabaya. Ia menunjukan produk dan penjelasan filosofinya.

“Kalau custom seperti ini, beliau tidak mau diduplikat. Filosofinya burung cendrawasih, karena burung cendrawasih itu dengan warna-warna yang bagus, tentang kegagahan dan keanggunan. Kita pakai sepasang, maksudnya, sepasang ini sampai akhir nanti berpasangan,” terangnya.

Juga terdapat bunga teratai, sambung Nana, filosofinya adalah di manapun kita berada, meskipun di tempat kotor, kita pasti bermanfaat. Juga daun sukun tetap ada, sebagai ciri khas.

Untuk pemesanannya selain dari Kota Malang juga terdapat dari dari luar Kota Malang, seperti dari Kota Surabaya dan Nusa Tenggara Barat. Terakhir, ada mahasiswa dari Malaysia, datang melalui akses dari Universitas Brawijaya. (fat/fir)

 

Lanjutkan Membaca

Ekbis

Ayo Tunjukkan Semangat Aktifmu Melalui MILO Indonesia Virtual Run

Diterbitkan

||

Oleh

Bagi para pecinta lari di Indonesia, kini Nestlé MILO menghadirkan MILO Indonesia Virtual Run (Foto: Istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Bagi para pecinta lari di Indonesia, kini Nestlé MILO menghadirkan MILO Indonesia Virtual Run’ sebagai bagian gerakan MILO ACTIV Indonesia yang berkomitmen untuk berkontribusi terhadap pembangunan generasi masa depan Indonesia yang lebih sehat dan aktif.

Kegiatan ini juga mendukung anjuran Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia dalam meningkatkan kesadaran masyarakat Indonesia untuk terus berolahraga dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.

Pembukaan periode berlari MILO Indonesia Virtual Run dilakukan bertepatan dengan peringatan Hari Olahraga Nasional oleh Ketua Panitia Hari Olahraga Nasional 2020, Dr. Raden Isnanta, M. Pd mewakili Bidang Pembudayaan Olahraga Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia dengan didampingi Presiden Direktur Nestlé Indonesia Ganesan Ampalavanar, bersama Business Executive Officer Beverages Business Unit Nestlé Indonesia Mirna Tri Handayani.

“Sejak tahun 1980an, Nestlé MILO telah mengajak lebih dari 30 juta anak Indonesia di lebih dari 200 kota untuk berpartisipasi di berbagai kegiatan olahraga seperti School Sports Development Program, MILO Jakarta International 10K, MILO Football Championship, dan Tantangan Juara MIL0,” ujar Mirna Tri Handayani dalam keterangan rilis, Rabu (16/09/2020).

Kali ini, lanjut Mirna Tri Handayani, MILO Indonesia Virtual Run menjadi sebuah gerakan yang menyatukan energi aktif dari berbagai wilayah Indonesia dalam menginspirasi anak Indonesia untuk mencintai olahraga. “Bagi teman-teman di wilayah Jawa, ayo daftarkan diri Anda sekarang juga dan jadi bagian untuk bangkitkan energi aktif bangsa Indonesia di MILO Indonesia Virtual Run,” sambungnya.

Pendaftaran MILO Indonesia Virtual Run dibuka melalui situs www.milo.co.id mulai 1 hingga 18 September. Pada program kali ini, seluruh peserta akan mendapatkan race jersey, e-BIB, produk MILO, dan medali finisher apabila sudah menyelesaikan perlombaan sesuai dengan kategori yang telah dipilih.

MILO Indonesia Virtual Run menghadirkan dua kategori yaitu kategori individu 10K dan kategori Family Run 3K. Periode berlari akan dimulai pada 9-20 September. Semua peserta yang sudah menyelesaikan perlombaan dapat mengunggah hasil lari dengan menggunakan aplikasi tracker lari apa saja.

“Setiap peserta yang mengikuti MILO Indonesia Virtual Run turut memberikan kontribusi dalam pembangunan generasi masa depan Indonesia, karena untuk setiap kelipatan 100 pendaftaran, kami akan memberikan bantuan perlengkapan olahraga kepada sejumlah sekolah-sekolah dasar di berbagai daerah Indonesia,” tutupnya.

Sementara itu salah satu peserta kategori individu 10K dari Bogor, Galuh Puspha (30) mengungkapkan, “Pada tahun 2018 saya pernah mengikuti MILO Jakarta International 1OK dan meraih personal best. Kali ini saya sudah mempersiapkan diri dengan strength running dan menjaga pola makan. Di samping itu, konsep berlari di MILO Indonesia Virtual Run sangat menarik, karena target finish dapat dicicil dalam 12 hari,” katanya.

“Ini memberikan kesempatan bagi para pelari pemula yang ada di Indonesia untuk mencintai berolahraga, dapat terus bergerak aktif dan berani mencoba jarak lari yang belum pernah mereka tempuh,” pungkas Galuh Puspha. (*/fir)

Lanjutkan Membaca

Edukasi

Berawal Hobi, Guru di Turen Raup Ratusan Juta Dari Budidaya Tanaman Hias

Diterbitkan

||

Oleh

Seorang guru di Turen sukses budidaya tanaman hias (foto : Imron Haqiqi)

KABARMALANG.COM – Menjadi sebuah kebahagiaan tentunya, memiliki penghasilan yang bersumber dari hobi.

Hal itulah yang dirasakan oleh pasangan suami istri (pasutri) Ahmad Sukarianto dan Rohmatul Jannah, warga desa Kemulan, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang.

Bermula dari kesukaannya terhadap budidaya tanaman hias, kini ia mampu mendapat omset hingga mencapai ratusan juta rupiah dalam setiap bulannya dari budidaya tanaman hias yang digelutinya, yang diberi nama Kebun 123, berlokasi Desa Kemulan, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang.

Saat wartawan Media Online ini berkunjung ke kebun milik pasutri yang sehari-harinya berprofesi sebagai guru itu, tampak karyawannya sedang sibuk merapikan satu per satu dari ratusan tanaman hias di sana. Mulai Anggrek, Kaktus, Cemara, Kanza, dan Monlig.

Istri Ahmad Sukarianto, Rohmatul Jannah yang sehari-harinya mendampingi karyawan dalam merawat kebun itu mengatakan bahwa selain dibudidayakan, Kebun yang ia dirikan sejak tahun 2016 itu juga menjadi salah satu destinasi wisata masyarakat Kabupaten Malang.

“Kalau hari-hari biasa, pengunjung yang datang kesini bisanya mencapai kurang lebih 150 orang per hari. Kalau akhir pekan biasanya lebih banyak lagi, sampai 500 orang per hari,” tuturnya.

Tak ayal, untuk memanjakan para pengunjung, pasutri itu menyediakan beberapa spot untuk berswafoto.

Selain menjadi tempat wisata alam, wisatawan yang berkunjung ke sana, menurut Jannah -sapaan akrab Rohmatul Jannah- juga bisa membeli setiap bunga yang terpajang.

“Harganya bervariasi, mulai dari Rp 5 ribu sampai yang termahal Rp 2 juta,” bebernya.

Bahkan, lanjut Jannah beberapa waktu lalu salah satu tanaman hias kolekasinya berjenis Aglonema Moonlight terjual dengan harga Rp 5 juta rupiah.

“Kami disini hanya menjual, itupun kalau ada yang mau membeli, kalau tidak ada ya sudah kita rawat sendiri. Begitupun dengan kontes, kami juga kurang tertarik,” ujarnya.

Kemudian, selain menjadi kawasan Wisata, kebun 123 itu juga berulang kali menjadi tujuan pelatihan para siswa hingga mahasiswa. Bahkan tidak jarang juga menjadi tujuan penelitian para akademisi.

“Sampai sekarang, tempat ini biasa menjadi jujukan sejumlah PAUD di Kabupaten Malang untuk pembelajaran tanaman. Nanti, saya dan suami yang akan memberikan pelatihan. Tanpa bayar sepeser pun alias gratis,” tegasnya.

Ditanya terkait asal tanaman yang dikoleksinya, perempuan yang juga menjadi guru PAUD KB Dewi Asia itu mengungkapkan bahwa tidak semua tanaman hias koleksinya berasal dari Indonesia.

Tapi ada juga impor dari luar negeri. Salah satunya seperti Anggrek Bulan yang dibeli dari negara Thailand. (haq/rjs)

Lanjutkan Membaca
Advertisement Iklan Sosialisasi Perwali Kota Batu
Advertisement Iklan cukai Pemkot Batu

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com