Connect with us

Hukrim

Bule Perancis Tertangkap Naik Motor di Tol Malang-Pandaan

Diterbitkan

,

KABARMALANG.COM– Seorang WNA asal Perancis tertangkap petugas saat mengendarai motor di tol Malang-Pandaan. Petugas dari Patroli Jalan Raya (PJR) Polda Jatim IV akhirnya membimbing bule itu keluar dari jalur tol.

Peristiwa ini terjadi pagi kemarin, bule diketahui bernama Philippe itu tengah mengendarai motor Honda Scoopy AG-3164-RAP sebelum kemudian dihentikan oleh petugas. Philippe sebelumnya lolos dan bisa masuk tol melalui gerbang Singosari.

Petugas tol yang kemudian melihat adanya pengendara motor, langsung menghubungi petugas PJR. Karena tengah patroli dalam jalur yang sama, petugas kemudian menghadang Philippe dan menghentikan laju motornya. Kepada petugas, dia mengaku hendak menuju Taman Safari di Pasuruan.

“Tak lama kami kemudian menghentikan pengendara motor tersebut. Disana kami sampaikan, bahwa roda atau motor dilarang masuk ruas tol Malang-Pandaan,” kata Kanit PJR Polda Jatim IV AKP Suwarno, Selasa (8/10).

Kebingungan karena tertangkap polisi jalan raya, Philippe kemudian menunjukan paspor, SIM internasional, dan STNK dari motor yang disewanya itu.

“Dari dokumen yang dimiliki, seperti paspor dan SIM internasional yang ditunjukkan. Barulah kami mengetahui jika identitas yang bersangkutan adalah Phillipe warga negara Perancis dan masih 2 hari berada di Malang. Motor yang dibawa merupakan motor sewaan,” beber Suwarno.

Diterangkan, bahwa Phillippe mengaku baru saja bermalam di hotel Solaris yang berlokasi tidak jauh dari gerbang tol Singosari. Dia juga menjelaskan, alasan hingga bisa masuk ruas tol Malang-Pandaan melalui gerbang Singosari.

“Habis keluar hotel yang bersangkutan mengikuti petunjuk Google Map yang memberikan arah menuju Taman Safari, Pasuruan, dimana lokasi yang hendak dituju. Arah Google Map-lah yang mengarahkan yang bersangkutan masuk ruas tol Malang-Pandaan,” beber Suwarno. (rjs/fir)

Advertisement
Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukrim

Polresta Malang Kota Gelar Operasi Keselamatan Semeru Selama 14 Hari

Diterbitkan

,

Polresta Malang Kota Gelar Operasi Keselamatan Semeru Selama 14 Hari
Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Leonardus Simarmata (Foto: Fathi)

 

KABARMALANG.COMPolresta Malang Kota gelar Operasi Keselamatan Semeru 2021, selama dua pekan. Operasi terlaksana mulai tanggal 12 hingga 25 April 2021.

Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Leonardus Simarmata membenarkan. Dalam operasi kali ini, kepolisian mengedepankan fungsi lalu lintas.

“Kita (polisi) mengedepankan preventif dan preemtif. Tetapi nanti apabila ada potensi pelanggaran lalu lintas yang menyebabkan kecelakaan, maka kita akan penegakan hukum,” ujar Leonardus kepada wartawan di Mapolresta Malang Kota, Senin (12/4).

Kepolisian menurunkan 75 personel dalam operasi kali ini. Polisi juga tetap akan melakukan penilangan.

“Iya itu selektif prioritas ataupun ultimum remidium ya. Jadi sudah saya sampaikan sekali lagi, bahwa kita lebih mengedepankan preventif dan preemtif,” jelasnya.

Kabar Lainnya : Polisi akan Gelar Perkara Kasus Proyek RSI Unisma.

Polresta Malang Kota pun siap gelar operasi untuk mengawal kebijakan pemerintah pusat yang melarang adanya mudik lebaran tahun 2021.

“Pak Kapolda Jatim pernah menyampaikan ada 7 titik utamanya. Nanti ada juga larangan operasi bagi moda-moda transportasi,” terangnya.

“Tetapi kita (Polresta Malang Kota) tetap mengantisipasi khususnya yang melewati jalan darat yang memasuki wilayah Kota Malang,” ringkasnya.

Kabar Lainnya : Pemda Provinsi Pastikan Keselamatan 13 Warga Jabar yang Jalani Observasi di Natuna.

Leonardus mengatakan nantinya juga akan ada operasi pembatasan transportasi karena larangan mudik 2021.

“Iya, karena memang kan ada larangan. Jadi otomatis moda transportasi tidak operasional kan pada saat pelaksanaan,” akhirnya.(fat/yds)

 

Lanjutkan Membaca

Hukrim

Operasi Pekat Polres Malang Ungkap 1896 Kasus, Bekuk 1998 Tersangka

Diterbitkan

,

Operasi Pekat Polres Malang Ungkap 1896 Kasus, Bekuk 1998 Tersangka
Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar dan Kasatreskrim Polres Malang, AKP Donny Kristian Bara’langi saat konferensi pers hasil operasi Pekat Semeru 2021. (Foto: Imron Haqiqi)

 

KABARMALANG.COMPolres Malang beserta Polsek jajarannya berhasil mengungkap 1.896 kasus selama 10 hari, yakni mulai 22 Maret hingga 2 April 2021 dalam program operasi Pekat Semeru 2021.

Dari ribuan kasus itu, Polres Malang menangkap 1.998 tersangka, dan 199 di antaranya sudah masuk bui.

“Sedangkan 457 tersangka masuk kasus pidana ringan, dan 291 menjalani pembinaan, di antaranya karena bawah umur,” ungkap Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar dalam rilis Operasi Pekat di markas Polres Malang, Kamis (8/4).

Kabar Lainnya : Amankan 44 Unit Kendaraan, Polres Malang Kota Ungkap Jaringan Curanmor.

Kasus yang berhasil terungkap dalam operasi itu mayoritas adalah kasus premanisme. Jumlahnya mencapai 1.016 kasus.

“Tersangka yang kami amankan dalam kasus itu (premanisme) yaitu sebanyak 1057 tersangka,” tuturnya.

Kabar Lainnya : Walikota Sutiaji Rapatkan Jajaran Untuk Kendalikan Virus Covid-19.

Sedangkan kasus yang lain yakni judi, minuman keras, prostitusi, pornografi, dan narkoba.

“Ratusan barang bukti berhasil kami aman dalam semua kasus ini, seperti kartu remi, sajam, minuman keras, alat perangkat dingdong, serta narkoba jenis sabu dan pil double L,” ringkasnya.

Kabar Lainnya : Vaksinasi Covid-19 Kota Batu Masih Belum Pasti Maret.

Hendri mengklaim, jumlah kasus yang berhasil terungkap dalam operasi pekat itu menduduki peringkat kedua terbanyak setelah Polrestabes Surabaya.

“Atas dasar ini, kami (Polres Malang) mengucapkan terimakasih kepada jajaran Satreskrim, Satreskoba, dan Polsek Jajaran Polres Malang,” akhirnya.(im/yds)

Lanjutkan Membaca

Hukrim

Razia Gabungan Lapas 1 Malang, Sita Puluhan Barang Terlarang

Diterbitkan

,

Razia Gabungan Lapas 1 Malang, Sita Puluhan Barang Terlarang
Razia gabungan kepada penghuni lapas 1 Malang (Foto: Istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Lapas 1 Malang melaksanakan razia geledah gabungan bersama kepolisian, TNI,  dan BNN, Selasa (6/4) malam. R.B Danang Yudiawan, Kalapas Kelas I Malang membenarkan.

Razia gabungan dan penggeledahan menyasar blok hunian Lapas 1 Malang.

“Sinergitas yang luar biasa, dukungan Pak Dandim, Pak Kapolresta, Kepala BNN, dan Kepala UPT PAS se-Kota Malang,” ujar Danang, Rabu (7/4).

Tim gabungan mulai razia pukul 19.00 WIB. Petugas memburu semua barang atau cairan yang dilarang berada di dalam lapas.

Dari situ para petugas berhasil menyita puluhan barang terlarang. Yakni 6 handphone, 4 charger, dan 13 sajam.

“Lalu 18 sendok, 26 korek api, 1 gas portable, 2 music box, dan 8 set kartu remi,” tambahnya.

Meski demikian, petugas tidak menemukan narkoba saat razia.

Saat razia, tim menuju blok-blok dengan panduan Anggota Lapas. Petugas mendatangi blok tahanan.

Kemudian, petugas razia menyampaikan maksud dan tujuan kepada warga binaan lapas.

Selanjutnya petugas razia mengeluarkan penghuninya dan melakukan penggeledahan.

Agenda razia geledah gabungan tersebut bagian rangkaian menuju hari ulang tahun Pemasyarakatan, pada (27/4) nanti.

“Kita akan terus bersinergi  untuk itu. Terima kasih juga kepada rekan media yang ikut mengontrol kinerja kita,” terangnya.

Danang mengatakan razia gabungan bertujuan agar masyarakat Kota Malang dan para penghuni lapas 1 Malang bisa aman dan terjamin.

“Misi kami agar Lapas 1 Malang zero halinar dan bebas dari cairan yang berbahaya di dalam kamar atau blok hunian,” akhirnya.(fat/yds)

Lanjutkan Membaca
Advertisement Iklan Ucapan HUT Kota Malang Ke 107
Advertisement Iklan Ucapan HUT Kota Malang Ke 107

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com