Connect with us

Edukasi

Petisi Dukungan Arek Malang Penuhi Bundaran Tugu

Diterbitkan

,

KABARMALANG.COM – Petisi dukungan Arek Malang penuhi Bundaran Tugu. Spanduk berisi petisi-petisi itu terpasang untuk menggalang dukungan kepada Presiden dan Wapres terpilih, dengan beragam tulisan Arek Malang Menolak Hoax, dan Arek Malang Bersama TNI-Polri.

Spanduk tersebut menyita perhatian warga yang tengah melintas di sekitar bundaran Tugu, Kota Malang. Diantara mereka, berhenti untuk mendekat dan membubuhkan tanda tangan sebagai wujud dukungan.

Setidaknya ada belasan spanduk berisi petisi yang terpasang, petisi berada tepat depan Balai Kota Malang bertuliskan ‘Arek Malang Dukung Presiden dan Wapres terpilih’ kemudian deretan berikutnya ‘Arek Malang Mengawal Pancasila’, Arek Malang Menjaga Keutuhan NKRI, ‘Arek Malang Bersama TNI-Polri, ‘Arek Malang Menolak Faham Khilafah’, ‘Arek Malang Melawan Radikalisme’, dan ‘Arek Malang Menolak Hoax’.

Diana Sari (45), salah satu warga yang terlihat membubuhkan tanda tangan diatas spanduk petisi. Dia yang datang ditemani cucu lelaki mengaku, ingin berpatisipasi dengan menandatangani seluruh petisi.

Hal itu juga sebagai bentuk sikap dirinya mengecam beragam isu yang berujung aksi demontrasi anarkis beberapa waktu lalu.

“Kami warga Malang, tidak setuju dengan aksi penolakan yang berujung anarkis, saya mendukung presiden yang sudah terpilih secara konstituonal. Makanya saya ikut menandatangani petisi-petisi ini,” katanya di bundaran Tugu, Sabtu (5/10/2019).

Sama halnya dengan Andi Suyudi (45), juga warga Kota Malang ini mengaku, prihatin dengan kondisi bangsa Indonesia akhir-akhir ini. Dia berharap, gejolak yang sempat terjadi, tak terulang kembali sampai pelantikan Presiden dan Wapres terpilih 20 Oktober 2019 mendatang.

“Terus terang saya prihatin dengan kondisi dan situasi negeri ini, yang sudah kacau. Saya berharap, mudah-mudahan dengan adanya petisi ini ada kemajuan, Indonesia kedepan lebih aman dalam kondisi apapun, ekonomi baik. Ini bentuk partisipasi saya dengan ikut menandatangani petisi ini,” ujar Andi terpisah.

Sampai siang ini puluhan warga silih berganti datang untuk memberikan dukungan atas petisi-petisi yang terpasang di bundaran Tugu. Rencananya, petisi-petisi akan dipasang sampai besok.

Korlap aksi Heru Deddi Budiantoro menyatakan, petisi-petisi dibuat untuk menyikapi isu-isu dan rentetan peristiwa yang terjadi.

Sekaligus memberikan edukasi kepada seluruh pihak, agar bisa menjaga situasi dan kondisi Kota Malang tetap aman serta damai, apalagi Malang merupakan Kota Pendidikan.

“Kita ingin Malang menjadi kota yang aman. Kita bisa hidup berdampingan dengan siapapun. Banyak tema-tema yang kita angkat dalam petisi, dan kita ingin mempertegas bahwa Malang tidak ada faham khilafah, radikalisme, separatisme, yang ada adalah kita bersama-sama TNI-Polri menjaga keutuhan NKRI. Kita juga mendukung presiden dan wapres yang terpilih secara konstituonal,” ungkap Heru.

Disampaikan juga, petisi tersebut akan dipasang sampai besok dan nantinya akan dibawa ke Jakarta sebagai wujud komitmen warga Malang sesuai tema dalam petisi tersebut. (fir/rjs)

Advertisement
Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Edukasi

RSUB Gandeng RSSA Gelar Baksos Pain Center

Diterbitkan

,

Rumah Sakit Universitas Brawijaya (RS UB) bekerjasama dengan Rumah Sakit Syaiful Anwar (RSSA) dan Djarum Foundaton mengadakan Bakti Sosial pengobatan nyeri

 

KABARMALANG.COM – Rumah Sakit Universitas Brawijaya (RS UB) bekerjasama dengan Rumah Sakit Syaiful Anwar (RSSA) dan Djarum Foundaton mengadakan Bakti Sosial (Baksos) pengobatan nyeri, Sabtu (3/4/2021).

Baksos ini dilakukan kepada 12 pasien penderita nyeri dari beberapa Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) di Malang.

Acara yang dilakukan di Pain Center RSUB Gedung A lantai 2 ini meliputi kegiatan penyuluhan, konsultasi, dan terapi farmakologis dan non-farmakologis oleh para dokter spesialis anestesi.

Kegiatan bakti sosial ini sejalan dengan salah satu aspek dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu pengabdian masyarakat.

Oleh karena itu, Pusat Pelayanan Nyeri (Pain Center) RSUB melibatkan berbagai bidang medis yang dapat memberikan layanan pada pasien secara holistik dan komprehensif.

Selain bertujuan untuk memperkenalkan Pusat Pelayanan Nyeri (Pain Center) pada masyarakat, acara yang akan diselenggarakan 12 kali dalam setahun ini juga untuk mempererat hubungan antara RSUB, RSSA, dan Puskesmas yang ada di Malang Raya.

“Kegiatan ini kami lakukan sebagai bentuk akuntabilitas sosial profesi dokter anestesi dalam bidang pengelolaan nyeri yang banyak diderita oleh masyarakat baik nyeri akut, nyeri kronik dan nyeri kanker melalui fasilitas Pain center yang ada di RSUB,” jelas Tim Ahli Pain Center RSUB dr. Ristiawan Muji Laksono, Sp. An, KMN, FIPP.

Sebelumnya, RSUB telah melaksanakan Soft Launching Pain Center pada 13 Maret 2021, sekaligus Webinar bagi dokter dan perawat dengan tema “Three in One Pain Management Method” yang disampaikan oleh Dosen Luar Biasa UB Willy Halim, MD, Ph. D, FIPP.

Beberapa Tim Ahli di bidang nyeri yang tergabung dalam Pain Center RSUB antara lain, dr. Ristiawan Muji Laksono, Sp. An, KMN, FIPP, Willy Halim, MD, Ph. D, FIPP, Dr. dr. Aswoco Andyk Asmoro, Sp. An, FIPM, dr. Buyung Hartiyo Laksono, Sp. An, KNA, dan dr. Taufiq Agus Siswagama, Sp. An, KMN.

Para tim ahli tersebut telah memiliki kompetensi khusus untuk melakukan tindakan manajemen nyeri. Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan dapat teredukasi dan mengetahui waktu yang tepat apabila membutuhkan terapi nyeri. (carep-04/fir).

Lanjutkan Membaca

Edukasi

Izin Wisuda Luring Turun, ITN Malang Terlanjur Wisuda Full Daring

Diterbitkan

,

Izin Wisuda Luring Turun, ITN Malang Terlanjur Wisuda Full Daring
Rektor ITN Malang, Prof Dr Eng Ir Abraham Lomi MSEE. (Foto : Carep-04)

 

KABARMALANG.COM – Izin wisuda luar jaringan (luring) dari Pemkot Malang sudah turun. Tetapi, sejumlah kampus sudah terlanjur persiapan wisuda dalam jaringan.

Misalnya, Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang. Karena sudah persiapan lama, ITN memilih melaksanakan wisuda daring.

Rektor ITN Malang, Prof Dr Eng Ir Abraham Lomi MSEE membenarkan. Pelaksanaan wisuda ke-64 dan ke-65 pada Sabtu (27/3) besok tetap daring.

Kabar Lainnya : Wisuda UMM Hadirkan Duta Besar Untuk Inggris Raya.

“Tentu kita menyambut baik sudah ada SE Wali Kota. Karena, memberi izin wisuda luring untuk perguruan tinggi. Namun sayangnya karena terlambat,” ujar Abraham Lomi, Jumat (26/3).

Menurutnya, ITN Malang sudah mempersiapkan wisuda 27 Maret besok. Persiapannya pun sudah tertata dengan matang.

“Sehingga, ITN tetap melaksanakan wisuda 27 Maret full daring. Banyak calon wisudawan yang kembali ke daerah masing-masing,” bebernya.

Kabar Lainnya : Polinema Gelar Wisuda Luring Pertama Kali.

Tetapi, ITN Malang menyambut baik turunnya izin wisuda daring. Karena, ke depan kampus-kampus bisa wisuda luring.

Tentunya, Abraham Lomi siap mematuhi peraturan dan SOP Pemkot. Misalnya, wisuda harus membatasi peserta 200 orang.

Kemudian, pengantar atau pendamping wisudawan maksimal 400 orang. ITN Malang suatu saat juga siap berkoordinasi dengan Satgas Covid-19.

Sehingga, kampus bisa wisuda luring. Sebelum ini, izin wisuda tatap muka tertuang dalam Surat Edaran (SE) Wali Kota Malang No 13 tahun 2021.(carep-04/yds)

Lanjutkan Membaca

Edukasi

UB Terima 4446 Maba Jalur SNMPTN 2021

Diterbitkan

,

Universitas Brawijaya (UB) menerima 4446 mahasiswa baru melalui jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri 2021

 

KABARMALANG.COM – Universitas Brawijaya (UB) menerima 4446 mahasiswa baru melalui jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2021.

Dari sebanyak 41.759 orang mendaftar di kampus yang paling banyak diminati ini.

Kepala Bagian Humas Universitas Brawijaya, Kotok Guritno mengatakan, ada sebanyak 41.759 orang yang mendaftar melalui jalur SNMPTN.

“Hasil pengumuman hari ini, ada 4446 calon mahasiswa yang diterima di UB lewat jalur SNMPTN,” ujar Kotok Guritno, Rabu (24/3/2021).

Kotok menuturkan, tahun ini UB juga menerima 551 calon mahasiswa yang memiliki Kartu Indonesia Pintar (KIP) atau sebanyak 8.07 persen.

“Kami juga menerima 551 calon mahasiswa dari jalur KIP, atau dulu dikenal bidik misi,” tegas Kotok.

Program studi Sainstek menjadi pilihan terbanyak calon mahasiswa saat mengikuti SNMPTN UB 2021. Sainstek terdiri dari kedokteran, teknik informatika, Ilmu perawatan, agribisnis, farmasi, ilmu gizi, sistem informasi, agroteknologi, teknik industri, dan statistika.

Sementara untuk program studi dengan keketatan tertinggi Sainstek adalah farmasi yakni 1:30,31 sedangkan program studi dengan keketatan tertinggi soshum 1:18:93, untuk pariwisata.

“Untuk peminat soshum tertinggi adalah program studi ilmu hukum. Total ada 29 provinsi tempat asal calon mahasiswa yang diterima. Terbanyak Provinsi Jawa Timur,” beber Kotok. (rjs/fir)

Lanjutkan Membaca
Advertisement Iklan Ucapan HUT Kota Malang Ke 107
Advertisement Iklan Ucapan HUT Kota Malang Ke 107

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com