Connect with us

Pemerintahan

Kendalikan Inflasi, Pemkot Malang Gelar Operasi Pasar

Diterbitkan

,

IMG 20220927 081929
Pemkot Malang kembali mengadakan operasi pasar dalam rangka pengendalian inflasi daerah. (foto istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Pemkot Malang kembali mengadakan operasi pasar dalam rangka pengendalian inflasi daerah.

Kali ini, di selenggarakan di Kecamatan Kedungkandang, tepatnya di GOR Ken Arok.

Wali Kota Malang, Drs. H. Sutiaji datang meninjau langsung jalannya operasi pasar ini, Rabu (14/9/2022).

Sutiaji mengungkapkan bahwa Pemkot Malang selalu berupaya untuk mengendalikan inflasi.

“Begitu BBM naik, maka seluruh komponennya itu naik. Maka hari ini, kita kerja sama dengan seuruh stakeholder, seperti Bulog, Perumda Tunas, RNI, dan BI,” ujar Sutiaji.

Ada subsidi dari BI, lanjut Sutiaji, sehingga harga bisa tetap terjangkau, harapannya daya beli masyarakat tetap. Mudah-mudahan ini bisa membantu saudara kita yang kondisinya sedang kena dampak kenaikan BBM.

“Rencana kita laksanakan satu minggu dua kali, keliling ke lima kecamatan sampai Desember 2022,” tutur Sutiaji yang di dampingi Kepala Bagian Perekonomian, Infrastruktur dan Sumber Daya Alam, Yayuk Hermiati.

Lebih lanjut, Sutiaji menyampaikan pendapatnya bahwa operasi pasar merupakan bentuk mitigasi dengan pendekatan konvensional yang sebetulnya sudah tidak begitu efektif.

Pihaknya, telah menyampaikan kepada pemerintah pusat untuk melakukan kontrol harga.

Dengan demikian, di harapkan tidak ada pelaku usaha yang memainkan harga. Di samping itu, menurut pemikirannya, Bantuan Langsung Tunai (BLT) lebih baik di gunakan untuk subsidi pasar.

“Bulog dalam hal ini di kuatkan, sembilan bahan pokok di kelola oleh Bulog semuanya. Jadi harga beras di kendalikan negara, harga ayam, telur, minyak di kendalikan oleh negara semua,” ucapnya.

Seperti minyak, harganya di tentukan, itu artinya pemerintah memang memberi subsidi pada perusahaan sehingga di jual di pasar harganya tetap terjangkau.

“Tapi saat mengambil di petani, di produsen tetap harga normal. Sehingga kesejahteraan produsen, dalam hal ini adalah petani tetap tinggi,” terangnya.

Dalam operasi pasar ini, ada beberapa komoditi yang di jual dengan harga di bawah pasar.

Untuk beras ada berbagai jenis, yakni beras medium seharga Rp43.000,00/5 kilogram, beras premium Rp53.500,00/5 kilogram dan Rp103.500,00/10 kilogram.

Beras premium Rania Rp17.500,00/1,5 kilogram dan Rp28.000,00/2,5 kilogram, serta beras Lahap Rp55.500,00/5 kilogram.

Ada juga, minyak goreng curah seharga Rp13.000,00/liter dan minyak goreng kemasan Rp14.000,00/liter.

Tersedia juga gula pasir seharga Rp12.500,00 dan tepung terigu Rp10.100,00/kilogram.

Sementara itu, untuk daging sapi di jual seharga Rp108.000,00/kilogram, daging ayam Rp30.000,00/kilogram.

Telur ayam negeri Rp23.000,00/kilogram, bawang merah Rp20.000,00/kilogram, dan cabai Rp35.000/kilogram. (tik/fir)

Advertisement

Terpopuler