Connect with us

Wisata

Pasar Minggu Legi Soft Launching di Dusun Jeding, Desa Junrejo

Published

on

IMG 20190922 WA0121

KABARMALANG.COM – Warga rukun warga (RW) 07 Dusun Jeding, Desa Junrejo Kota Batu resmi dirikan pasar mingguan seperti tempo dulu. Pasar yang digelar setiap hari Minggu Legi penanggalan Jawa, dilestarikan kembali oleh masyarakat dan didukung oleh pemerintahan Desa Junrejo. Pembukaan pasar dengan nama Bring Rahardjo tersebut, dibuka pada Minggu (22/9/2019) di kawasan Punden Kali Jeding.

Ratusan pohon bambu dan pepohonan, menjadi payung alami dan melindungi para pengunjung pasar Minggu Kliwon Bring Rahardjo. Suguhan tari tradisional, wayangan dan jajanan khas masyarakat Jawa kuno tersaji di area pasar. Bahkan, tempat yang biasanya dianggap wingit (angker) tersebut mendadak menjadi tempat yang bersahabat.

“Gagasan awal kami menggagas pasar ini, yang utama adalah untuk kembali menghidupkan budaya. Anak keturunan kami ini supaya tidak kepaten obor (kehilangan jejak), supaya memahami juga falsafah budaya moyangnya,” ujar Makri selaku ketua RW 07 Dusun Jeding.

Berangkat dari kata ‘Bring’ dalam bahasa Jawa lama yang berarti mengajak, dengan kata Rahardjo yang berarti kemuliaan, warga RW 07 bersama Karang Taruna Tri Tunggal Bhaswara Junrejo berharap, adanya pasar mingguan ini akan membawa kemuliaan bagi masyarakat nya.

“Selain Karang Taruna, Hipam Tirto Mulyo yang mengelola sumber mata air untuk lingkungan RW 07 ini sangat mendukung aspirasi kreatif kawan-kawan,” imbuh Makri.

Mendatang, dirinya dan kelompok muda Karang Taruna menargetkan pasar mingguan Bring Rahardjo ini, mampu mengangkat ekonomi mikro masyarakat, bukan hanya perdagangan, namun dari segala sektor. Visi tersebut, diperkuat dengan dukungan nyata dari semua elemen desa.

“Nantinya tidak hanya jual beli kuliner saja, masyarakat kami yang petani biar bertani, kita giring tamu untuk wisata petik sayur di lahan mereka. Masih pembukaan, kita dengan kuliner dulu lah, toh ini masih soft launchingnya insyaallah bulan depan pas Minggu Kliwon,” pungkasnya.

Semula pasar Minggu Bring Rahardjo ini hanya akan digelar sebulan satu kali, tepat pada hari Minggu Kliwon. Namun demikian, masyarakat menghendaki setiap minggu pasar tersebut digelar. Akhirnya, pihak penyelenggara pun menyepakati, hanya saja puncak keramaian seperti tontonan tradisional akan dimaksimalkan pada Minggu Kliwon. (doi/fir)

Advertisement

Terpopuler