Connect with us

Ekbis

Sumber Gentong Buat Ngadem, WSG Pilihan Kuliner

Diterbitkan

||

Sumber Gentong Buat Ngadem, WSG Pilihan Kuliner

KABARMALANG.COM – Menghabiskan waktu bersama keluarga dan anak-anak memang menyenangkan. Wisata Sumber Gentong sangat cocok dikunjungi yang ingin ngadem.

Letaknya di Dusun Genitri, Desa Tirtomoyo, Pakis, Kabupaten Malang.

Lokasi tempat wisata ini cukup strategis. Sehingga mudah untuk ditemukan.

Tempat tersebut cocok untuk berlibur bersama keluarga. Cocok juga buat refreshing, setelah sibuk rutinitas pekerjaan.

Salah satu spot foto di Wisata Sumber Gentong

Salah satu spot foto di Wisata Sumber Gentong

Kawasan ini adalah tempat wisata sumber air Kabupaten Malang. Kini tempat tersebut makin populer.

Tempat wisata ini menyuguhkan sumber air alami. Air yang muncul sangat jernih.

Selain itu, terdapat juga beberapa pohon besar. Pepohonan tumbuh asri di sekitar sumber. Sehingga suasana alami sangat terasa.

Tempatnya sejuk dan segar. Para pengunjung betah berlama-lama di sini.

Pengunjung juga bisa menikmati sajian di sini bersama keluarga. Yakni, Waroeng Sumber Gentong (WSG). Dengan harga yang sangat terjangkau.

“Di WSG ini, kami menyediakan beberapa menu. Ada makanan, minuman dan camilan bagi pengunjung. Dengan harga yang sangat terjangkau,” kata Ahmad, pengelola Sumber Gentong, Selasa (10/9/2019).

Beberapa menu yang ditawarkan di WSG

Beberapa menu yang ditawarkan di WSG

Dia menawarkan beberapa menu sajian WSG. Ada nasi lalapan ayam. Nasi lalapan mujair. Nasi lalapan lele dan nasi tahu tempe penyet.

Sedangkan untuk minuman, ada es lemon tea. Milkshake vanilla, soda gembira serta kopi dan lainnya.

“Bukan itu saja. Kami juga ada menu baru makanan khas Korea. Tapi sudah kombinasi ke ala masakan Indonesia,” tambahnya.

Sumber Gentong ini juga memiliki beragam fasilitas. Antara lain kamar ganti, warung, musala hingga tempat parkir luas. (fir/rfs)

 

 

Ekbis

Buka Gym, Respon Tren Olahraga Saat Pandemi

Diterbitkan

||

General Manager Hotel THE 101 Malang OJ Ade Sudrajat (kanan) saat membuka gym hotel. (Foto : istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Gaya berolahraga benar-benar berubah saat pandemi. Perhotelan pun berupaya adaptasi dengan perubahan perilaku olahraga ini.

“Berolahraga telah menjadi sebuah tren baru di masa pandemi,” ujar Ade Sudrajat General Manager Hotel THE 1O1 Malang OJ, Jumat malam (16/10).

Sekarang, orang berolahraga sebelum beraktifitas. Kadang, olahraga langsung sepulang kerja. Atau bahkan, di sela jam istirahat.

THE 1O1 Malang OJ pun merespon perubahan ini. Fasilitas hotel, FiT Club kembali dibuka untuk umum.

Gym ini mengusung konsep industrial. Lokasinya mudah diakses para pecinta gym. Kebutuhan olahraga era pandemi diharap tercakup gym ini.

“FiT Club ini akan dibuka mulai pukul 06.00. Sampai dengan 20.00 WIB. Jam operasionalnya relatif panjang,” ujarnya.

Jam buka ini disediakan untuk mengakomodir kebutuhan olahraga  konsumen. Terutama, kalangan yang  aktivitas hariannya padat.

FiT Club ini dilengkapi dengan beberapa peralatan fitness.

Mulai dari treadmill, leg curl sampai sit up bench. Ada juga spinning bike, gym ball dan pull up.

Lalu, multi gym set, chin up pull up, hingga barbel. Gym ini juga dilengkapi dengan running track.

Gym ini mengedepankan konsep hiburan dan olahraga. Serta layanan tambahan yang variatif. Mulai dari locker room, shower hot and cold, serta free berenang.(carep-04/yds)

Lanjutkan Membaca

Ekbis

UMKM Kota Malang Bisa Ikut Pengadaan Mamin

Diterbitkan

||

KABARMALANG.COM –  UMKM Kota Malang mendapatkan peluang memasarkan produknya melalui aplikasi Bela Pengadaan.

Produk UMKM bisa dibeli langsung untuk kebutuhan makanan dan minuman (Mamin) di lingkungan Pemkot Malang.

Wali Kota Malang Drs H Sutiaji mengatakan, aplikasi Bela Pengadaan merupakan upaya penguatan UMKM di Kota Malang.

Selama ini, pengadaan mamin hanya dapat diserap oleh jenis badan usaha seperti CV ataupun PT.

Karena alokasi anggaran Mamin di Pemkot Malang cukup besar yakni sebesar Rp 30 miliar sampai dengan Rp 50 miliar per tahun.

“Melalui Bela Pengadaan ini, seluruh UMKM di Kota Malang memiliki peluang, dari produknya dapat mengikuti pengadaan mamin di lingkungan Pemkot Malang,” jelas Sutiaji kepada wartawan, Rabu (14/10/2020).

Sutiaji mendorong, seluruh UMKM segera mendaftarkan diri melalui Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah atau LKPP.

Supaya dapat menyerap alokasi anggaran pengadaan mamin melalui aplikasi Bela Pengadaan tersebut.

“Seluruh UMKM kami dorong untuk segera daftar ke LKPP. Supaya bisa terakses di aplikasi Bela Pengadaan ini,” tegas Sutiaji.

Menurut Sutiaji, pendampingan terhadap UMKM akan terus diberikan oleh Pemkot Malang. Seperti manajemen keuangan, manajemen produksi, hingga manajemen pasar.

“Bagaimana nanti packing produknya bisa bagus, dan manajemen pemasarannya,” tuturnya.

Sutiaji menjamin, Bela Pengadaan digelar secara transparan dan transaksi dapat dilakukan secara langsung.

Pihaknya juga mendorong Organisasi Perangkat Daerah (OPD) memanfaatkan program ini, guna menyerap produk UMKM.

“Prosesnya akan transparan, dan bisa dilakukan langsung,” pungkas Sutiaji. (rjs/yds)

Lanjutkan Membaca

Ekbis

Latar Ijen, Bisnis Venue Wedding yang Bangkit di Masa Pandemi

Diterbitkan

||

Pernikahan di Masa Pandemi Covid-19

 

KABARMALANG.COMLatar Ijen memanfaatkan tren menikah ditengah pandemi Covid-19. Hal ini mereka lakukan untuk mengantisipasi terpaan pandemi covid-19 untuk kemudian bangkit dan bertahan.

Latar Ijen ini adalah perusahaan yang bergerak dibidang Food and Beverage (FnB) yang juga mencakup Coffeeshop dan persewaan venue gedung untuk meeting dan wedding.

Hafiz Alfath salah satu CEO Latar Ijen, mengungkapkan setelah aktif beroperasional pada Desember 2019, bisnisnya mulai terkena dampak pada bulan Februari 2020.

“Ketika awal beroperasi, kita sempat kewalahan karena antusiasme masyarakat sangat tinggi. Namun pas awal pandemi masuk Indonesia, sempat turun drastis dan kita mau tidak mau harus mengurangi karyawan dari 80 orang menjadi 60 orang yang kita pekerjakan,” terangnya.

Hafiz juga menyampaikan, untuk menangani wabah Covid-19 ini, pihak internalnya banyak melakukan perbaikan dan juga melakukan branding secara masif. Di sisi lain, komitmen Latar Ijen untuk tetap buka di tengah pandemi merupakan keputusan yang tepat.

“Bagaimana cara kita membuat masyarakat percaya dan merasa aman di masa pandemi ini. Kita tetap laksanakan protokol kesehatan dengan tepat dan ketika awal pandemi masuk kita tetap buka dengan sistem Take Away dengan Service yang bisa dibilang memuaskan customer kita,” tambahnya.

Ketika awal pandemi, omzet Latar Ijen turun drastis hingga 80 persen. Namun disisi lain, pemanfaatan venue dan branding terbilang cukup sukses hingga membawa Latar Ijen sampai saat ini mengalami kenaikan omzet hingga 70 persen.

“Bersyukur kita bisa memanfaat venue gedung dengan baik. Kita kerjasama dengan beberapa WO dan PH untuk paket wedding,” ungkapnya.

Hasilnya hingga sekarang sudah sekitar 20 lebih klien yang sudah menggunakan venue kita untuk gelaran weddingnya. Paling banyak dibulan Agustus, sekitar 11 klien dalam sebulan. (fat/fir)

 

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement Iklan Sosialisasi Perwali Kota Batu
Advertisement Iklan cukai Pemkot Batu

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com