Connect with us

Edukasi

Sutiaji Inginkan Satu RW Satu Hafidz

Diterbitkan

,

KABARMALANG.COM– Wali Kota Malang Sutiaji menghendakati adanya satu penghafal Alquran dalam satu lingkungan Rukun Warga (RW). Hal ini disampaikan Sutiaji ketika membuka pelatihan metode tafidz untuk balita dan anak, yang digelar di ballroom Hotel Trio Indah 2 beberapa waktu lalu.

Menurut Sutiaji, potensi tersebut harus dikuatkan. Untuk itu, dia berjanji bahwa Pemkot Malang beserta Kementerian Agama RI di Malang akan menseriusi program satu RW satu hafidz. Wali Kota yang akrab disapa ustad ini juga menyambut dan mengapresiasi kegiatan yang dimotori Rumah Tahfidz Balita dan Anak (Rutaba) Indonesia tersebut.

“Metodologi penghafalan Al Quran harus terus didorong, karena ini yang menghantarkan Islam yang kaffah,” tegas alumni IAIN Malang ini.  Sutiaji menilai, bahwa anak itu ibarat tumbuhan. Jadi jangan sampai anak-anak tersebut menjadi penghambat dalam mencintai Allah.

“Makanya bingkai mereka (anak-anak) dengan Al Quran. Namun juga perlu saya pesankan, dogma yes tapi yang utama adalah mampu membumikan sehingga menjadi perilaku yang baik,” ungkapnya.

Pembina Yayasan Rutaba Indonesia, Alwi Hidayat, Kamil merupakan sosok cendekiawan Islam dan pakar Ilmu Alquran.  Tabarok sendiri diambil dari nama salah seorang anak yang pernah dinobatkan sebagai hafidz termuda sedunia ketika berusia lima tahun.

Tabarok saat itu berhasil menghapal Alquran 30 juz mutqin ketika usianya 4,5 tahun. Lalu di tahun berikutnya, adiknya Yazid yang berusia 4,5 tahun juga dinobatkan dengan penghargaan serupa.  Dijelaskan, metode tabarok ini dirumuskan dari cara yang diterapkan Kameel Al Laboody dari Mesir. Sosok ini tak lain merupakan ayah dari Tabarok dan Yazid.

Pria yang memberikan pengaruh besar dalam mengajarkan buah hatinya menghafal Alquran. “Itu sungguh luar biasa,” pungkasnya sambil menambahkan jika pelatihan Rubata kali ini diikuti 160 peserta dari seluruh Indonesia.(rjs/fir)

Advertisement
Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Edukasi

STIE Kertanegara Malang Pendaftaran Mahasiswa Baru, Ini Tata Caranya

Diterbitkan

,

STIE Kertanegara Malang Pendaftaran Mahasiswa Baru, Ini Tata Caranya
STIE Kertanegara Malang (STIEKMA) kampus di Jalan Cengger Ayam. (Foto : Istimewa)

 

KABARMALANG.COM – STIE Kertanegara Malang (Stiekma) kembali membuka pendaftaran mahasiswa baru 2021/2022. Kampus di Jalan Cengger Ayam I/5 Kota Malang ini, siap menerima angkatan anyar.

Kabag Humas Dan Kemahasiswaan STIE Kertanegara Malang, Handik Purwantoro SE MM juga membenarkan tentang pembukaan pendaftaran mahasiswa baru ini.

“Pendaftaran mahasiswa baru sudah terbuka. Sehingga, kami persilakan, bagi  yang ingin merengkuh studi bersama kami, untuk datang mendaftar,” papar Handik kepada Kabarmalang.com, Sabtu (12/6).

Kabar Lainnya : Belajar Manajemen itu di Kampus STIEKMA, bukan di Youtube.

Dia menerangkan, kampusnya fokus pada program studi manajemen. Handik juga menegaskan, STIE Kertanegara Malang bertekad membangun SDM yang unggul dan profesional.

“Tetapi, kami juga tetap memastikan bahwa studi di sini sangat terjangkau,” sambungnya.

Handik melanjutkan, STIE Kertanegara Malang pun menyediakan kemudahan dalam mendaftar bagi para calon mahasiswa baru.

“Bisa mendaftar langsung dengan mendatangi kampus kami di Jalan Cengger Ayam. Tetapi, dalam pandemi ini, kami juga membuka pendaftaran secara online,” ringkasnya.

Dia merinci sejumlah tata cara untuk pendaftaran mahasiswa baru.

  1. Mendaftar dengan cara mengisi formulir di kampus STIE Kertanegara Malang atau dengan cara online di link www.bit.ly/PMBSTIEKMA2021.
  2. Foto copy ijazah STTB/NEM SMA/SMK/MA/MAN yang sudah legalisir sebanyak 3 kali.
  3. Pas foto hitam putih dan warna ukuran 3 × 4 dan 4 × 6 masing – masing 3 lembar.
  4. Foto copy Kartu Keluarga (KK) dan KTP.

Handik menambahkan, para calon mahasiswa baru STIE Kertanegara Malang bisa menghubungi nomor telepon yang tertera.

“Bisa hubungi kami di 089516094696. Atau kontak nomor kantor kami, (0341) 492504,” akhirnya.(fir/yds)

 

Lanjutkan Membaca

Edukasi

UB Peringkat 401+ Asia, 6 Besar Indonesia

Diterbitkan

,

Ketua Pemeringkatan Internasional Adharul Mutaqqin, S.T., M.T., (istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Universitas Brawijaya (UB) berada pada peringkat 401+ perguruan tinggi di Asia atau posisi ke-6 perguruan tinggi di Indonesia versi Times Higher Education (THE).

Ketua Pemeringkatan Internasional Adharul Mutaqqin, S.T., M.T., menjelaskan posisi UB yang dirilis THE tahun ini tidak berubah atau sama seperti tahun sebelumnya.

“Peringkat yang dirilis THE kali ini sama seperti tahun 2020 lalu di posisi 401+. THE merilis pemeringkatan ini setiap tahun sekali,” katanya.

Adharul menambahkan, adapun lima pilar yang mempengaruhi pemeringkatan THE tersebut, yaitu pengajaran (teaching), penelitian (research), sitasi (citation), industry income, dan international outlook.

Industrial Income merupakan jumlah dana yang telah diterima UB terkait dengan penelitian dan hilirisasi yang sudah dilakukan.

Internasional Outlook adalah perspektif Internasional terhadap UB bagaimana mereka memandang kualitas dan mutu UB.

Kualitas dan mutu tersebut dilihat dari dosen, kolaborasi atau kerjasama internasional, publikasi, dan juga ketertarikan mahasiswa internasional untuk belajar di UB.

Oleh karena itu, semakin banyak jejaring yang dibuat dengan partner-partner internasional akan semakin meningkatkan apresiasi mereka sehingga mereka akan tertarik untuk datang ke UB.

Adharul berharap, kekuatan dan kelemahan yang ditunjukkan masing-masing skor indikator ini bisa digunakan sebagai salah satu pertimbangan untuk meningkatkan program-program prioritas yang dilakukan UB.

“Misalkan pada pilar penelitian dan sitasi, harapannya kita bisa terus lebih baik dengan mengoptimalkan sumber daya manusia UB yang besar,” katanya.

Sementara itu, enam perguruan tinggi di Indonesia di atas UB yaitu, UI, ITB, UGM, IPB, dan ITS. (yds/fir)

Lanjutkan Membaca

Edukasi

Siswi MTsN 1 Kota Malang Torehkan Prestasi Di Cabor Sepatu Roda

Diterbitkan

,

Siswi MTsN 1 Kota Malang Torehkan Prestasi Di Cabor Sepatu Roda
Pesepaturoda Azalia Salwani Davina ketika berjuang di lintasan. (foto : istimewa)

 

KABARMALANG.COM – MTsN 1 Kota Malang terus menorehkan raihan prestasi membanggakan sepanjang tahun ajaran 2020/2021.

Sebanyak siswa siswi sekolah Jalan Bandung Kota Malang itu berhasil membuahkan 302 prestasi. Bahkan 75 di antaranya, merupakan prestasi di level internasional.

“Situasi setahun terakhir ini menyesuaikan sekolah daring dan luring di masa pandemi. Tetapi, anak-anak kita dapat mengikuti dengan baik dan terus mempertahankan prestasi. Lebih-lebih, prestasi kian meningkat,” beber Kepala MTsN 1 Kota Malang, Drs H Samsudin M.Pd, Jumat (4/6).

Kabar Lainnya : KONI Kota Malang Laksanakan Rapat Evaluasi Program Cabor Selama 2019.

Saat pelepasan Peserta Didik MTsN 1 Kota Malang Tahun Ajaran 2020/2021 di aula sekolah, tergelar juga Penobatan 10 Besar Penyumbang Prestasi Terbanyak.

Salah satu nama yang mencuri perhatian adalah Azalia Salwani Davina. Siswi dari kelas 9G itu tak lain adalah atlet sepatu roda andalan Kabupaten Malang.

Dia juga telah merengkuh banyak tropi mulai ajang regional hingga nasional. Salwa sendiri putri bungsu pasangan Suliadi Winarno dan Agustyah Isnaini.

Dia mengaku semua ini berkat dukungan orangtua, para pelatih, pengurus cabor dan tentunya pihak sekolah. Sehingga dia bisa terus meraih prestasi terbaik.

“Semoga ke depan, saya terus bisa menyumbangkan medali hingga level tertinggi dan memajukan cabor sepatu roda,” tutur Salwa, sapaan akrab atlet dari klub MILS ini.

Dara kelahiran 25 Juni 2006 itu pernah menjadi juara 3 1000 m putri di ajang Porprov Jatim VI 2019. Dia juga juara 3 speed 1000 m Indonesia Roller Sport-Series V 2019. Serta, juara 2 speed junior di Kejurprov V 2021.

Salwa sudah merengkuh hampir 20 piala dan medali cabor sepatu roda selama tiga tahun bersekolah di MTsN 1 Kota Malang.

Sebagai orangtua, Suliadi sang ayah, mengaku bangga. Dia juga akan terus memotivasi sang putri tercinta untuk menorehkan prestasi terbaik di bidang akademik dan non akademik.

Salwa bersama sang ibunda pasca menerima penghargaan dari sekolah. (Foto : Istimewa)

Saat ini, Salwa telah menjadi siswi SMAN 3 Malang.

“Meski sudah berprestasi, tapi kami selalu mengingatkan Salwa supaya tetap menjaga akhlak, berbakti pada orangtua, berguna bagi sesama, bangsa dan negara,” tandas Agustyah Isnaini, sang ibunda.(carep-04/yds)

Lanjutkan Membaca

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com