Connect with us

Peristiwa

Warga Cemorokandang Pasang Banner Protes Jalan Rusak

Published

on

IMG 20220907 114615
Warga RW 03 Kelurahan Cemorokandang, Kecamatan Kedungkandang Kota Malang memasang banner protes terkait jalan rusak. (foto istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Warga RW 03 Kelurahan Cemorokandang, Kecamatan Kedungkandang Kota Malang memasang banner protes terkait jalan rusak di Jalan Slamet Temboro, Senin (5/9/2022).

Banner tersebut bertuliskan ‘jalan ini akan segera di bangun, tapi mboh kapan, raonok perhatian (tapi tidak tahu kapan, karena tidak ada perhatian).

Pemasangan banner tersebut sebagai ungkapan protes warga terhadap Pemerintah Kota Malang, karena sudah dua tahun ini jalan Slamet Temboro rusak dan kunjung di perbaiki.

Warga setempat mengatakan, bahwa jalan rusak di kampungnya ini sudah terjadi sejak dua tahun lalu.

Hal ini imbas dari perbaikan Jalan Raya Cemorokandang, di mana banyak kendaraan roda dua dan roda empat yang di alihkan untuk melewati jalan kampung sebagai jalan alternatif pada 2020 kemarin.

Lantas, akibat adanya pengalihan arus lalu lintas tersebut, jalan yang ada di kampung mengalami rusak parah, dan belum ada perbaikan hingga saat ini.

“Kejadian ini sudah 2020 lalu. Saat itu kami sudah berkirim surat permohonan ke pak Wali dan Dinas PU agar jalan ini di perbaiki. Tapi hingga dua tahun ini belum ada respons,” ucap Wandhok, Sekretaris RW 03 Kelurahan Cemorokandang, Selasa (6/9/2022).

Selain melapor kepada eksekutif, warga juga beberapa kali wadul ke anggota DPRD Kota Malang, namun juga belum mendapatkan respons.

Melihat hal tersebut, membuat warga berinsiatif untuk memasang banner, sebagai bentuk protes, agar jalan Slamet Temboro segara diperbaiki.

Total ada delapan RT dari RW 01 dan RW 03 Kelurahan Cemorokandang, yang terdampak jalan rusak dengan panjang sekitar 800 meter.

Warga pun mengeluh, karena aktifitasnya terhambat akibat jalan rusak tersebut.

“Yang jelas, aktifitas warga terganggu. Banyak warga yang terpelosok dan jatuh. Kemudian pipa Hippam kami juga banyak yang tergencet, karena menahan beban berat kendaraan yang melintas pada saat itu,” ujarnya.

Wandhok, bersama warga yang terdampak jalan rusak ini berharap, agar jalan di kampungnya ini segera mendapatkan perhatian dari Pemkot Malang.

Mereka menagih janji Pemkot Malang dan meminta pertanggungjawaban, atas dampak yang di timbulkan dari perbaikan jalan di Jalan Raya Cemorokandang pada 2020 kemarin.

“Intinya kami meminta pertanggungjawaban, seandainya timbul kerusakan seperti ini. Karena saat itu tidak ada pemberitahuan, dan kendaraan langsung di lewatkan sini. Jadinya ya jalan rusak, karena kualitas jalan tidak sesuai,” terangnya.

Bakal Di benahi saat PAK 2022 ini.

Sementara itu, menanggapi keluhan warga Cemorokandang, itu, plt Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang, Diah Ayu Kusuma Dewi menyampaikan, bahwa pihaknya akan melakukan perbaikan jalan saat Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) 2022 ini.

Total ada 184 ruas jalan di Kota Malang yang bakal di perbaiki.

Titik terparah, kata perempuan yang kini menjabat sebagai Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kota Malang berada di Kecamatan Kedungkandang.

Termasuk jalan Slamet Temboro, yang bakal di perbaiki setalah PAK 2022 nanti.

“Jalan Slamet Temboro itu nanti akan di perbaiki setelah PAK. Karena anggarannya sudah masuk ke dalam PAK 2022 ini,” tandasnya. (tik/fir)

Advertisement

Terpopuler