Connect with us

Peristiwa

Sidang ke-25 Sekolah SPI Kota Batu, Papan Ucapan Simpatisan Berjajar

Diterbitkan

,

Di depan Pengadilan Negeri (PN) Malang, Rabu (7/9/2022) di penuhi papan ucapan dari simpatisan korban dugaan kekerasan seksual bos sekolah SPI Kota Batu. (foto istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Di depan Pengadilan Negeri (PN) Malang, Rabu (7/9/2022) di penuhi papan ucapan dari simpatisan korban dugaan kekerasan seksual bos sekolah Selamat Pagi Indonesia (SPI) Kota Batu.

Kasus dugaan kekerasan seksual yang menjerat Bos SMA SPI Kota Batu, JE masuk pada sidang ke-25. Pada sidang kali ini, pengadilan akan memberikan vonis pada terdakwa.

Mereka datang, untuk memberikan dukungan pada sidang putusan yang di gelar hari ini.

Sidang pembacaan putusan yang di pimpin Majelis Hakim Herlina Rayes itu berlangsung di ruang Sidang Cakra Pengadilan Negeri (PN) Malang Rabu (7/9/2022).

Pada jadwal, sidang sebenarnya di mulai pada pukul 09.00 WIB, namun hingga pukul 10.00 WIB belum ada tanda-tanda sidang akan di mulai.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Batu, Edi Sutomo mengatakan bahwa sidang kali terdakwa tetap hadir secara virtual dari Lapas kelas 1 Lowokwaru, Kota Malang. Namun sidang akan di laksanakan secara terbuka.

“Terdakwanya tetap di Lapas Lowokwaru. Dia hadir nanti secara virtual. Hanya kan nanti (sidang) terbuka untuk umum,” ujar Edi, Rabu (7/9/2022).

Di jalan raya depan PN Malang, terlihat banyak papan ucapan yang mendukung korban dugaan kekerasan seksual.

Mayoritas, papan ucapan meminta agar majelis hakim memberikan putusan yang maksimal kepada terdakwa JE.

Bukan hanya papa ucapan, banyak juga simpatisan yang hadir secara langsung dalam memberikan dukungan moril kepada korban.

Sementara, anggota kepolisian dari Polresta Malang Kota menjaga ketat PN Malang mulai dari jalan raya, pagar, hingga di dekat ruang sidang.

Sebelumnya, terdakwa JE dituntut 15 tahun penjara, denda Rp 300 juta subsider 6 bulan dan tuntutan membayar restitusi kepada korban sebesar Rp 44 juta.

Tuntutan jaksa tersebut sesuai dengan Pasal 81 ayat 2 Undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.

Alasan yang mendasari tuntutan tersebut adalah di temukannya unsur bujuk rayu melakukan persetubuhan terhadap anak yang di lakukan terdakwa.

Terpopuler

// width=
Marketing Kabarmalang.Com
Aktifkan Notifikasi OK Tidak Terimakasih