Connect with us

Hukrim

Motif Diduga Pelaku Penculikan Bocah, Gegara Denda 50 Sak Semen

Diterbitkan

,

Motif Diduga Pelaku Penculikan Bocah, Gegara Denda 50 Sak Semen
Kasi Humas Polres Malang, IPTU Achmad Taufik. (foto istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Terkuak sudah alasan Putra (pelaku) yang membawa kabur Muhammad Noaf (8) bocah asal Desa Sumberagung, Sumbermanjing, Kabupaten Malang.

Muhammad Noaf (korban) yang pada waktu itu telah ditemukan pada hari ke 6 di Karangploso, Kabupaten Malang.

Kasi Humas Polres Malang, IPTU Achmad Taufik mengatakan bahwa diduga pelaku (Putra) tengah membutuhkan uang, sehingga ia pergi ke Jember untuk mencari pinjaman dan menggadaikan sepeda motor yang bukan miliknya.

“Pelaku ini harus membayar denda kepada desa 50 sak semen. Denda ini dikenakan karena ia bertamu ke rumah ibu korban terlalu larut malam, sehingga warga resah,” jelas Taufik.

Diketahui, korban menghilang sejak Minggu (19/6/2022) bersama dengan pelaku yang merupakan pacar dari ibu korban.

Pelaku pamit membawa korban pergi ke rumahnya yang tak jauh dari situ.

BACA : Diduga Korban Penculikan, Bocah N Telah Ditemukan di Karangploso

“Saat itu pelaku membawa korban dengan menggunakan sepeda motor milik ibu korban,” kata Kasi Humas Polres Malang, Iptu Ahmad Taufik saat ditemui, Senin (27/6/2022).

Setelah pamit, pelaku membawa korban ke rumahnya, namun ternyata rumah tersebut dalam keadaan kosong.

Padahal, ia sedang membutuhkan uang. Akhirnya, pelaku mengajak korban pergi ke rumah saudaranya di Jember untuk meminjam uang

Di Jember, pelaku menggadaikan sepeda motor milik ibu korban dengan harga Rp 2 juta. Hasilnya digunakan untuk membeli handphone dengan harga Rp 700 ribu. Sisanya digunakan untuk kebutuhan selama membawa korban.

BACA JUGA : Pria Diduga Penculik, Ada Kedekatan Dengan Ibunya

Kemudian pada Jumat (24/6/2022), pelaku membawa korban ke rumah temannya yang berinisial M di Desa Ngijo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang.

Mengetahui hal ini, M menghubungi keluarga korban dan melaporkan pelaku ke Polres Malang.

“Jadi, pelaku membawa korban selama enam hari tanpa pamit,” ujar Taufik.

Akibat perbuatannya, pelaku diancam dengan Pasal 330 Ayat (1) KUHP terkait perampasan kemerdakaan anak di bawah umur dan Pasal 372 KUHP terkait penggelapan. (cdm/fir)

 

Terpopuler

// width=
Marketing Kabarmalang.Com
Aktifkan Notifikasi OK Tidak Terimakasih