Connect with us

Serba Serbi

PT KAI Akan Tertibkan Rumah di Malang Sepanjang 1,3 Kilometer

Diterbitkan

,

PT KAI Akan Tertibkan Rumah di Malang Sepanjang 1,3 Kilometer
PT KAI akan melakukan sterilisasi atau penertiban rumah sebanyak 301 KK yang berada di jalur kereta api sepanjang 1,3 kilometer. (foto istimewa)

 

KABARMALANG.COM – PT KAI akan melakukan sterilisasi atau penertiban rumah sebanyak 301 KK yang berada di jalur kereta api sepanjang 1,3 kilometer.

Mulai dari Stasiun Kotalama-Jagalan hingga Depo Pertamina di Kota Malang.

Executive Vice President PT KAI Daop 8 Surabaya, Heri Siswanto mengatakan warga yang rumahnya berjarak 6 meter ke kanan dan kiri dari rel kereta api, diharap sukarela membongkar bangunan.

Sosialisasi mulai dilakukan PT KAI dengan mengundang perwakilan warga terdampak, pengurus lingkungan, dan tokoh masyarakat di Stasiun Malang.

“Ini masih dalam tahap sosialisasi dan ini yang kedua kalinya. Dengan mengundang perwakilan warga, tokoh masyarakat, Polresta Malang Kota, serta Satpol PP,” ujarnya.

Pada sisi kanan dan kiri jalur rel Stasiun Kotalama-Jagalan-Depo Pertamina, kata Heri, terdapat bangunan atau kegiatan masyarakat yang cukup berbahaya bagi aktivitas kereta api.

Terlebih lagi, bangunan di dekat rel dilarang oleh undang-undang maupun peraturan daerah.

“Dan itu menurut undang-undang, serta peraturan daerah dilarang, tidak diperbolehkan. Kami coba mengedukasi hingga masyarakat bisa sukarela membongkar bangunan yang berdekatan dengan jalur rel sejauh enam meter,” jelas Heri.

PT KAI sendiri belum menyampaikan secara gamblang terkait batas waktu bagi masyaraka untuk membongkar huniannya.

Sejauh ini, tahap rencana masih terkait pembentukan tim terpadu untuk sosialisasi.

“Saat ini masih bentuk tim terpadu untuk sosialisasi, nanti tahapannya sosialisasi, terus ada surat peringatan pertama, kedua, dan ketiga,” tegasnya.

Sementara itu, Kabag Ops Polresta Malang Kota, Kompol Supiyan, mensupport dengan kebijakan yang tidak sesuai dengan peruntukannya. Apalagi, dengan pertimbangan keamanan sesuai dengan kondusifitas wilayah.

“Sesuai dengan kewenangan kami, sifatnya hanya mensuport kebijakan. Tindakan yang dilakukan harus ada sisi humanisnya, kita kedepankan pendekatan persuasif dan penegakan hukum alternatif terakhir,” ujarnya.

Sementara RW 07 Kelurahan Sukoharjo, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Ahmad Zakariya mengatakan bahwa pihaknya belum mensosialisasikan kepada para warga terkait dengan sterilisasi kawasan rel kereta api tersebut.

“Kami belum sosialisasi, karena kami belum tahu detailnya. Kalau tahu detailnya, akan kami sampaikan. Kalau kami lihat, warga kami itu sudah dari nenek moyang dan hampir satu abad. Saya gak tahu kedepannya,” ucap Zakariya. (cdm/fir)

 

Terpopuler

// width=
Marketing Kabarmalang.Com
Aktifkan Notifikasi OK Tidak Terimakasih