Connect with us

Hukrim

Terduga Pelaku Penyekapan Gadis di Sumberpucung, Residivis

Diterbitkan

,

Terduga Pelaku Penyekapan Gadis di Sumberpucung, Residivis
Terduga pelaku diketahui bernama Yonathan Deny (49) asal Kota Denpasar dan lahir di Kabupaten Banyuwangi. (foto istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Tim Satreskrim Polres Malang telah menangkap terduga pelaku penyekapan seorang remaja perempuan (19) berinisial IR di Jalan Untung Suropati Sumberpucung, Kabupaten Malang.

Terduga pelaku diketahui bernama Yonathan Deny (49) asal Kota Denpasar dan lahir di Kabupaten Banyuwangi.

Dia mengaku bernama Agus Wicaksono kepada para tetangganya.

YD ini pernah mendekam di penjara kasus pencabulan dan penganiayaan. Bahkan pelaku pernah menjalani tahanan selama tujuh tahun karena melakukan pencabulan di wilayah Sidoarjo tahun 2005 lalu.

“Setelah bebas pelaku terjerat kasus penganiayaan dan ditahan selama satu tahun enam bulan di Lembaga Pemasyarakatan Lowokwaru Kota Malang,” ujar Kasatreskrim Polres Malang, AKP Donny Kristian Bara’langi.

Terduga pelaku merupakan seorang residivis kasus pencabulan di wilayah Sidoarjo, Jatim, pada 2005, dan dihukum tujuh tahun penjara.

Selain itu, kata dia, YD juga merupakan pelaku penganiayaan dan dihukum 1,5 tahun penjara.

“Pelaku merupakan residivis, dan ini sudah ketiga kalinya,” terangnya.

Terkait status perkawinan pelaku yang disebut memiliki 4 istri, ternyata tidaklah benar. Sebab, pelaku berstatus duda. “Setelah menduda, ia sering berganti-ganti pasangan,” ucapnya.

Donny juga mengklarifikasi bahwa pekerjaan pelaku selama ini adalah montir mobil panggilan.

“Profesi pelaku sehari-hari bekerja sebagai montir mobil panggilan,” ujarnya.

Saat ini, polisi telah menahan pelaku. Ia terancam Pasal 333 KUHP Tentang Penculikan, dengan ancaman hukuman sembilan tahun penjara. (cdm/fir)

 

Hukrim

Kesal Tak Bisa Mencabuli, Korban Disekap Didalam Lemari

Diterbitkan

,

Oleh

Carep-01
Kesal Tak Bisa Mencabuli, Korban Disekap Didalam Lemari
Polisi saat memeriksa rumah kontrakan pelaku di desa Sambigede Kecamatan Sumberpucung. (foto istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Kesal hasrat tidak terpenuhi seorang remaja perempuan bernisial IR (19) disekap pelaku didalam lemari selama 11 jam.

Kasat Reskrim Polres Malang, AKP Donny Kristian Bara’langi menyampaikan bahwa modus pelaku YD (49) ini sebelum melakukan penyekapan.

Kata AKP Donny, adalah dengan cara mengajak korban untuk mengambil ijazah di salah satu sekolah menengah atas (SMA) di Kecamatan Sumberpucung.

Namun sebelum berangkat, pelaku mengajak korban ke rumah kontrakannya dengan dalih mengambil sepeda motor dan juga laptop.

Saat di rumah kontrakan di desa Sambigede Kecamatan Sumberpucung tersebut, IR kemudian disekap dengan diikat kaki dan tangannya.

BACA : Terduga Pelaku Penyekapan Gadis di Sumberpucung, Residivis

“Karena merasa kesal tidak bisa mencabuli korban, lanjutnya, pelaku menyekap korban di dalam lemari selama kurang lebih 11 jam,” ujar AKP Donny.

“Karena kegigihan korban, ia berhasil keluar rumah dan mengadu para tetangga sekitar,” sambungnya.

Ditambahkan AKP Donny, motif penyekapan tersebut berkaitan dengan orang tua korban.

“Pelaku mempunyai masalah pribadi dengan orang tua korban,” ucapnya.

“Hal tersebut menjadi dasar ia melakukan penyekapan itu,” pungkas AKP Donny. (cdm/fir)

 

Lanjutkan Membaca

Hukrim

Pengeroyokan di Malang, Akhirnya Terungkap

Diterbitkan

,

Oleh

Carep-01
Pengeroyokan di Malang, Berikut Keterangan Penjual Bakpao
Pengeroyokan yang terjadi di Jalan S Supriadi, Kecamatan Sukun, Kota Malang.

 

KABARMALANG.COM – Pengeroyokan yang terjadi di Jalan S Supriadi, Kecamatan Sukun, Kota Malang, beberapa hari lalu akhirnya terungkap.

“Diduga motif pengeroyokan itu, buntut uang setoran penjualan tiket pertandingan Arema FC vs Persik Kediri,” ujar Kapolsek Sukun Kompol Nyoto.

Kedua pelaku ini tidak menanggapi permintaan korban karena pertandingan belum berakhir.

Dijelaskan Nyoto, dua orang berinisial DP dan DA telah ditangkap pada Kamis (16/6/2022) malam.

Kemudian, mereka ditahan terkait kasus dugaan pengeroyokan tersebut.

Merasa tersinggung dengan perkataan yang disampaikan oleh korban, sehingga berujung pemukulan.

“Saat itu korban memberitahu kepada pelaku bahwa batas waktu untuk setoran uang penjualan tiket jam tujuh malam,” jelasnya.

“Pada saat meminta dan menagih uang setoran jam setengah tujuh, tapi nggak ditanggapi, terjadilah peristiwa itu,” sambungnya.

Sebelum terjadi pengeroyokan, DU bertemu dengan pelaku membahas terkait pembagian penjualan tiket.

Dari total 24 tiket, sejumlah 12 tiket dijual oleh korban dan sisanya dijual oleh pelaku.

“Saat pengeroyokan, korban dan pelaku sama-sama mabuk setelah minum minuman beralkohol,” katanya.

“Akibat kejadian itu, korban pingsan dan menderita luka di beberapa bagian tubuh,” tambahnya.

“Kedua pelaku juga telah ditetapkan sebagai tersangka, pelaku dapat dikenakan dengan Pasal 170 KUHP dengan ancaman hukuman lima tahun penjara,” pungkas Kompol Nyoto. (cmd/fir)

 

Lanjutkan Membaca

Hukrim

Operasi Pekat, 177 Kasus Berhasil Diungkap Polres Malang

Diterbitkan

,

Oleh

Carep-01
Operasi Pekat, 177 Kasus Berhasil Diungkap Polres Malang
Operasi pekat, 177 kasus berhasil diungkap oleh Polres Malang. Dari jumlah diatas 48 diantaranya masalah narkoba. (foto istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Operasi pekat, 177 kasus berhasil diungkap oleh Polres Malang. Dari jumlah diatas 48 diantaranya masalah narkoba.

Kapolres Malang AKBP Ferli Hidayat mengatakan bahwa sejak 23 Mei hingga 3 Juni 2022, pihaknya melakukan operasi pekat.

Disitu, Polres Malang menekankan pada operasi tersebut menuju pada kejahatan yang meresahkan masyarakat.

“Jadi operasi pekat diarahkan kepada kejahatan-kejahatan yang meresahkan masyarakat seperti misalnya premanisme, judi, miras, dan yang paling utama adalah narkoba,” ungkap Ferli, Senin (6/6/2022).

Dari operasi pekat itu, ada 177 kasus dimana 48 diantaranya adalah kasus narkoba.

Dari ratusan kasus itu, Polres Malang berhasil mengamankan 183 pelaku yang 89 diantaranya sudah masuk dalam tingkat penyidikan.

“Khususnya di bidang narkoba kita sudah mengamankan total barang bukti sabu-sabu kurang lebih 1,3 kg ditambah 183 gram ganja dan beberapa obat-obatan terlarang,” kata Ferli.

Penangkapan kasus narkoba itu, Ferli menyebut hal tersebut juga seiring deklarasi anti narkoba dan cinta NKRI yang lakukan Forkopimda Jawa Timur, Forkopimda Malang Raya dan seluruh jajaran polres eks Polwil Malang.

“Ini selaras dengan apa yang kami lakukan minggu lalu dimana kami jajaran Forkopimda Kabupaten Malang beserta Forkopimda Malang Raya, Pasuruan Raya, Probolinggo Raya melakukan deklarasi anti narkoba dan cinta NKRI,” ucap Ferli.

Dari 177 kasus tersebut rinciannya adalah judi 6 kasus, premanisme 25 kasus, miras 86 kasus, prostitusi 9 kasus, handak 3 kasus, pornografi nihil dan narkoba 48 kasus (sabu: 31 kasus, pil ll :15 kasus, ganja 2 kasus). (carep01/fir)

 

Lanjutkan Membaca

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com