Peristiwa
Angin Puting Beliung Terjang Desa Jedong Wagir

KABARMALANG.COM – Hujan lebat disertai angin kencang mengguyur wilayah Wajak, juga terjadi di wilayah Wagir Kabupaten Malang yang mengakibatkan satu rumah warga rusak.
Minggu (12/6/2022). Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulamgan Bencana (BPBD) Kabupaten Malang, Sadono Irawan membenarkan kejadian tersebut.
Selain didua Desa di Kecamatan Wagir, hujan lebat disertai angin kencang juga terjadi di wilayah Wagir.
Mengakibatkan satu rumah warga mengalami kerusakan yang cukup parah.
“Iya mas, tepatnya di dusun Jaten Desa Jedong menimpa rumah ibu Kasri RT 01/ Rw 04 yang atap rumahnya hancur,” ujar Sadono.
Sementara ini, kata Sadono ibu Kasri mengungsi dirumah tetangganya .
“Namun dalam kejadian ini tidak terjadi korban jiwa,” jelasnya.
Dikatakan Sadono, dirinya sudah berkoordinasi dengan pejabat setempat dan OPD Teknis terkait.
“Anggota kami masih melakukan kaji cepat terkait data kejadian dan perkiraan kerugian, sekaligus memberikan bantuan untuk ibu Kasri,” pungkas Sadono. (carep01/fir)
Peristiwa2 minggu agoGeger Penemuan Jasad Bayi Laki-laki di Saluran Irigasi Sawah Sukonolo Bululawang, Polres Malang Buru Pelaku
Serba Serbi2 minggu agoPromo JSM Superindo Malang Hari Ini 3–5 Juli 2026: Ayam Segar dan Minyak Goreng Diskon Besar!
Serba Serbi2 minggu agoPrakiraan Cuaca Jawa Timur Hari Ini 5 Juli 2026: Dominasi Cerah Terik, Waspada Suhu Dingin Batu dan Kabut Malam Hari
Pemerintahan3 minggu agoTekan Fenomena Fatherless di Momentum Harganas 2026, Pemkot Malang Gencarkan Gerakan Ayah Mengantar Anak Sekolah
Olahraga3 minggu agoHasil Piala Dunia 2026: Gol Telat Martinelli Bawa Brasil Menang Dramatis 2-1 dan Singkirkan Jepang di Babak 32 Besar
Serba Serbi2 minggu agoRamalan Zodiak Besok Jumat 3 Juli 2026: Cancer dan Capricorn Banjir Cuan, Sagitarius Wajib Waspada!
Peristiwa2 minggu agoRampok Honda Jazz Putih di Sumberpucung, Pelaku Curas Viral Diringkus Polres Malang Saat Hendak Jual Mobil
Serba Serbi2 minggu agoSitus Resmi BMKG Luncurkan Sistem Informasi Real-Time Terpadu: Antisipasi Dampak Puncak Kemarau 2026





































