Connect with us

Serba Serbi

Pakai QRIS, Bertransaksi Aman di Pasar Ramadan NK Cafe

Diterbitkan

,

Bupati Malang Sanusi saat mengunjungi salahsatu stand di Pasar Ramadan NK Cafe di Karangploso (foto istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Sebanyak 24 stand memeriahkan Pasar Ramadan di Desa Ampeldento Kabupaten Malang.

Minggu (3/4/2022). Pasar Ramadan ini tepatnya berada di halaman parkir NK Cafe di Karangploso, sudah menggunakan pembayaran non tunai, melalui sistem QRIS.

Stand-stand yang ada di pasar ramadan tersebut menawarkan berbagai menu takjil atau buka puasa, baik makanan atau minuman seperti es teler, es buah, makanan ringan dan juga berbagai jenis lauk pauk.

Masyarakat juga terlihat begitu antusias mengunjungi pasar ramadan di NK Cafe ini.

Mulai anak-anak, muda-mudi hingga para orang tua terlihat memadati stand-stand di pasar ramadan ini. Untuk membayar, pengunjung tinggal scan barcode melalui smartphone miliknya.

Pasar Ramadan di NK Cafe tersebut secara resmi juga di buka oleh Bupati Malang Sanusi. Untuk menyukseskan hal tersebut, dirinya juga berharap ada kolaborasi antara Pemdes melalui Bumdes-nya bersama kalangan pengusaha dan juga bersama pihak media.

Sanusi menilai, momen ramadan setidaknya bisa di manfaatkan untuk upaya pemerataan ekonomi.

“Jadi yang butuh makan (buka puasa) bisa datang ke pasar takjil dan yang punya usaha bisa berjualan di sini. Jadi nanti ada pemerataan ekonomi di daerah yang kreatif seperti ini di desa,” ujar Sanusi, Minggu (3/4/2022).

Dia berharap bahwa peluang yang di ambil oleh Pemerintah Desa (Pemdes) Ampeldento melalui pasar ramadan tersebut bisa di ikuti oleh desa lain di Kabupaten Malang.

Agar setiap desa bisa berinovasi dan berdampak pada meningkatnya pendapatan desa.

“Tentunya inovasi, peningkatan dari kas desa, di bentuk usaha yang lebih produktif. Tidak hanya pertanian, tapi juga dapat memberi nilai tambah,” kata Sanusi.

Sementara itu, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Malang, Made Arya Wedantara mengatakan ini merupakan salah satu moment untuk mengungkit perekonomian masyarakat.

“Ini kan moment bagus. Dengan NK Cafe menyediakan lokasi, saya (Bapenda) memanggil pihak bank untuk menyiapkan tenda dan Disperindag kami ajak koordinasi untuk menyiapkan pelaku UMKM yang mau berjualan,” ujar Made.

Melihat antusias warga, Made berharap pasar ramadan ini bisa ada di semua desa se Kabupaten Malang.

Bahkan dia, siap mendukung sekaligus memfasilitasi terselenggaranya pasar serupa.

“Kan bisa saja dengan menggandeng pihak swasta. Pihak (pengembang) perumahan misalnya, kan punya banyak tenda,” ucapnya.

“Bisa juga menyiapkan lokasinya, kami bersama Disperindag (Dinas Perindustrian dan Perdagangan) yang akan memanggil masyarakat yang mau berjualan. Bisa juga dari UMKM,” sambung Made.

Made berharap masyarakat yang berjualan sudah tidak perlu untuk mengeluarkan biaya sewa. Untuk itulah dalam kegiatan seperti ini, salah satu yang di gandeng adalah pihak Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

“Harapannya masyarakat sudah tidak perlu lagi membayar sewa. Makanya kita ajak BUMN untuk menyediakan fasilitas seperti tenda selama satu bulan, dan masyarakat silahkan jualan,” katanya.

“Kalau keamanan kan tetap menggunakan Karang Taruna desa setempat,” pungkas Made.

Menyikapi hal tersebut, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Malang Raya, Cahyono juga menyampaikan kesiapannya untuk mendukung upaya Pemkab Malang dalam mengungkit perekonomian masyarakat.

Cahyono juga memberi peluang bagi anggotanya yang berkeinginan untuk mengembangkan usahanya. Salah satunya melalui pasar ramadan tersebut.

“Di pasar ramadan ini ada anggota PWI Malang Raya yang ingin mengembangkan usahanya. Ini juga bagian dari upaya kami mendukung program pemerintah untuk mendongkrak perekonomian masyarakat,” ujarnya.

“Jadi selain menjalankan fungsinya sebagai seorang pewarta, juga sembari mengembangkan usahanya,” pungkas Cahyono. (carep-03/fir)

Terpopuler

// width=
Marketing Kabarmalang.Com
Aktifkan Notifikasi OK Tidak Terimakasih