Connect with us

Pemerintahan

Ponpes Ramah Anak Inovasi Dinsos-P3AP2KB Kota Malang

Diterbitkan

,

Penilaian KLA Mandiri, Dinsos-P3AP2KB: Semoga Bisa Tahun Ini
Kepala Dinsos-P3AP2KB Kota Malang, Penny Indriani (foto istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos-P3AP2KB) Kota Malang akan merealisasikan program ponpes ramah anak.

“Tahun ini kami melibatkan pondok pesantren untuk bersama-sama ramah bagi anak-anak,” ujar Kepala Dinsos-P3AP2KB Kota Malang, Penny Indriani.

Dia mengatakan program ponpes ramah anak adalah inovasi dari Dinsos-P3AP2KB Kota Malang yang akan segera di realisasikan tahun 2022 ini.

Pondok pesantren ramah anak ini masih dalam tahap awal, yakni melakukan pendataan ponpes yang ada di Kota Malang.

Dalam inovasi ponpes ramah anak itu, akan memiliki fokus utama untuk mengubah cara pendekatan para ustaz dan ustazah.

Agar lebih mengedepankan cara-cara yang ramah terhadap anak, tanpa menghilangkan esensi dari keberadaan ponpes itu sendiri.

“Kita mengubah paradigma anak-anak itu. Ustaz dan ustazah menjadi pembimbing, orang tua, serta sahabat bagi anak-anak di dalam pondok,” ucapnya.

Kemudian, untuk para ustaz dan ustazah juga harus memberikan contoh perilaku yang baik kepada para santri.

Tidak hanya itu, pengawalan inovasi ponpes ramah anak bukan hanya tanggung jawab satu pihak saja.

Melainkan, masyarakat umum juga harus terlibat penuh dalam pengawalan inovasi tersebut.

Terlebih, beberapa waktu lalu di Kota Malang terjadi viralnya kasus kekerasan seksual dan perundungan yang di alami seorang anak perempuan yang merupakan santri di salah satu ponpes di Kota Malang.

“Kita kebut tahun ini, karena melihat kasus yang viral tersebut. Akhirnya kita coba senyaman mungkin di pondok itu seperti apa, tanpa mengubah esensi pondoknya,” terangnya.

Di harapkan, melalui inovasi ponpes ramah anak, dapat menunjang penilaian status KLA Kota Malang agar meningkat.

“Kita maunya seperti itu, harapan kita memang itu. Makanya, kita lakukan terobosan inovasi,” pungkasnya.

Terlebih lagi, saat ini status Kota Layak Anak (KLA) yang dimiliki Kota Malang yakni Nindya.

Dan setiap satu tahun sekali, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak akan melakukan asesmen KLA di masing-masing daerah. (carep01/fir)

Terpopuler

// width=
Marketing Kabarmalang.Com
Aktifkan Notifikasi OK Tidak Terimakasih