Connect with us

Pemerintahan

Warga Dinoyo Tukar Sampah dengan Sembako

Diterbitkan

,

IMG 20220308 205024
Kegiatan tukar sampah dengan sembako di RW 05, Kelurahan Dinoyo ini sebagai upaya mengurangi volume sampah (foto istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang bersama warga bahu membahu untuk menguatkan komitmen mengurangi dan menangani permasalahan sampah.

“Kegiatan tukar sampah dengan sembako ini sebagai upaya mengurangi volume sampah dan membantu masyarakat,” ujar Imam pengurus RW 05.

“Tujuannya masyarakat mampu secara mandiri mengelola sampah organik maupun anorganik. Sehingga beban TPS atau TPA berkurang,” sambungnya.

Untuk mekanisme serta syarat dan ketentuannya, warga mendaftar secara langsung sebagai nasabah di Bank Sampah Delima RW 05 Kelurahan Dinoyo.

Kemudian sampah pun harus sudah di pilah dari rumah.

Sampah sesuai dengan kriteria yaitu kardus, kertas, koran, botol air mineral, minyak goreng akan di timbang dan di taksir oleh petugas Bank Sampah.

“Sistem pencatatan adalah dengan point. Rata-rata masyarakat masih menyimpan hasil setor sampah kedalam buku rekening nasabah,” jelas Imam.

“Kemudian hasil setor sampah tersebut akan di tukarkan dengan sembako ketika menjelang bulan ramadhan,” sambungnya.

Apabila poin sudah mencukupi maka dapat di tukar dengan sembako. Apabila poin belum mencukupi atau sisa berlebih maka akan menjadi saldo yang tercatat di buku tabungan nasabah.

Untuk besaran poinnya berbeda-beda, untuk beras kemasan 0,5 kg dapat di tukar dengan poin sebesar 500 poin. Sedangkan untuk gula pasir 0,5 kg bisa di tukar dengan 925 poin. Serta minyak goreng 500 ml setara dengan 500 poin.

“Terkait animo warga, masyarakat cukup antusias. Pada tahap pre-launching ini ada sekitar 50 warga yang mendaftar menjadi nasabah. Harapannya, kegiatan ini bisa terus berlanjut dan bisa di kembangkan,” pungkasnya.

Terpisah, Wali Kota Malang, Drs. H. Sutiaji mengapresiasi inisiatif sederhana namun bermakna ini.

“Saya rasa ini bentuk implementasi pendekatan ekonomi sirkular yang bisa menggali nilai ekonomis sampah. Harapan saya ini bisa di kembangkan di RW-RW lainnya. Tentu dengan beragam kreasi masing-masing untuk kurangi sampah kota,” ujarnya.

Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang dalam laporan semester satu tahun 2021, capaian pengurangan sampah di Kota Malang 59,660.54 ton/tahun.

Advertisement

Terpopuler