Connect with us

Pemerintahan

Kota Malang Optimis Bangkit, Ekonomi Tumbuh 4,21 Persen

Published

on

IMG 20220226 133546
Di lansir oleh Badan Pusat Statistik Kota Malang, Jumat (25/2/2022) (foto istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Geliat perekonomian Kota Malang terus menunjukkan tanda-tanda pemulihan pasca pandemi Covid-19.

Di lansir oleh Badan Pusat Statistik Kota Malang, Jumat (25/2/2022). Hal tersebut di perkuat dengan pertumbuhan ekonomi tahun 2021 yang mencapai 4,21 persen.

Kenaikan yang cukup signifikan dari tahun sebelumnya, di mana ekonomi sempat terkontraksi hingga -2,26 persen tidak lepas dari kerja keras seluruh komponen hexa helix pemangku kepentingan di Kota Malang.

Termasuk di dalamnya buah dari berbagai upaya kebijakan stimulus ekonomi, keteguhan untuk terus membangun infrastruktur terintegrasi hingga jaring pengaman sosial di masa-masa sulit pandemi sepanjang kurun waktu 2020-2021.

Wali Kota Malang Drs. H. Sutiaji menyambut baik capaian pertumbuhan ekonomi yang menurutnya melebihi prediksi awal pada kisaran 3,5 persen hingga 4 persen.

“Tentu perlu kita syukuri. Mari jaga momentum baik ini dengan terus berkolaborasi menguatkan sendi perekonomian dan menjaga kondusivitas wilayah,” terang Sutiaji.

Berdasarkan publikasi Kota Malang Dalam Angka (MDA) Tahun 2022, di ketahui bahwa nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Atas Dasar Harga Berlaku Kota Malang juga naik dari Rp72,16 triliun (2020) menjadi Rp76.62 triliun (2021).

Sektor perdagangan besar dan eceran masih menjadi kontributor terbesar PDRB, yakni 29,09 persen di susul Industri pengolahan sebesar 26,72 persen.

Kemudian konstruksi sebesar 12,39 persen. Sedangkan angka inflasi year on year (y-o-y) terkendali pada kisaran 1,75 persen dan menjadi indikasi bahwa daya beli masyarakat mulai pulih.

Orang nomor satu di Pemkot Malang itu meminta seluruh pihak tetap waspada karena pandemi belum berakhir.

Dampak penyebaran Omicron dan dinamika jelang tahun politik yang acap memunculkan tantangan kondusivitas, di tambah peta geopolitik dunia yang sedang memanas. Beberapa hal tersebut perlu di antisipasi.

“Kuncinya ya, penguatan pada ekonomi kerakyatan, digitalisasi usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), wisata berdaya saing dan sumber daya manusia ekonomi kreatif yang berorientasi entrepreneur. Didukung dengan ekosistem dan infrastruktur yang baik. Insha Allah kita optimis bangkit bersama,” pungkas Sutiaji.(carep01/fir)

 

Advertisement

Terpopuler