Connect with us

Pemerintahan

Ketua TP PKK Berharap Program Holistik Integratif Terwujud di Kota Malang

Diterbitkan

,

Kegiatan Penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) tersebut di ikuti 120 kader dari Bina Keluarga Balita-Holistik Integratif (BKB-HI)

 

KABARMALANG.COM – Ketua TP PKK dan Bunda PAUD Kota Malang Widayati Sutiaji menghadapkan program Holistik Integratif di Kota Malang terwujud.

Hal tersebut di sampaikan pada kegiatan Penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) tersebut di ikuti 120 kader dari Bina Keluarga Balita-Holistik Integratif (BKB-HI).

“Terdiri dari Pokja 2 tingkat kelurahan hingga tingkat Kota Malang, Kader BKB se Kota Malang,” ungkap Sri Umiasih, Senin (21/2/2022).

Ia melanjutkan untuk perwakilan sekolah PAUD, anggota Himpaudi di lima kecamatan, perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang, dan perwakilan Dinas Kesehatan Kota Malang.

Umi sapaan akrab dipanggil juga menyampaikan, dalam penguatan kapasitas SDM yang di ikuti oleh 120 Kader BKB-HI.

Sementara itu Ketua Tim Penggerak PKK Kota Malang, Widayati Sutiaji mengatakan kegiatan ini adalah kegiatan Bina Keluarga Balita Holistik Integratif yang menjadi satu kesatuan dengan program dari Bunda PAUD.

Jadi saya ini sudah meningkatkan PAUD, kata Widayati Sutiaji menjadi Holistik Integratif. Karena kalau sesuatu di tangani satu-satu, itu nggak maksimal.

“Tapi kalau di integrasi mulai dari Posyandunya, BKB nya, terus PAUD nya Insya Allah itu akan menjadi kekuatan yang besar,” ucapnya.

Karena kadang BKB itu yang di sasar orang tuanya. Dan, kadang yang di dapat di sekolah itu nggak nyambung.

“Kadang orang tua itu mohon maaf yang di daerah pinggir itu pasrah wes. Kalau sudah di PAUD pasrah. Maka tidak bisa, lanjut Widayati Sutiaji, orang tua harus bersama-sama. Maka disitu adanya BKB,” katanya.

Terkait sosialisasi, menurut Widayati Sutiaji, itu memang sudah menjadi program dan biasanya itu bulanan kita lakukan. Karena kan terintegrasi antara Posyandu, terus ada parentingnya, kalau PAUD kan tentunya tiap hari.

“Tetapi memang disini ada kendala, jadi kendalanya itu kadang orang tua itu ogah-ogahan,” ia menambahkan.

Maka akhirnya program pemerintah kurang begitu jalan akhirnya di siasati kegiatan BKB di bersamakan dengan Posyandu.

“Kalau Posyandu kan orang tuanya pasti ngantar ke Posyandu, setelah itu ada meja untuk BKB. Jadi dari ke meja periksa anak, terakhir untuk orang tuanya. Jadi nyambung,” jelasnya.

“Harapan saya yang menjadi program kita Holistik Integratif itu akan benar-benar terwujud di Kota Malang,” sambung Widayati Sutiaji.

Kalau sudah Holistik Integratif terwujud, kata Widayati Sutiaji mulai dari pendidikan, kesehatan, bagaimana ketangguhan keluarganya terwujud, insya allaah apa yang menjadi tugas kita pembangunan di Kota Malang bisa sukses sesuai dengan harapan.(care01/fir)

Terpopuler

// width=
Marketing Kabarmalang.Com
Aktifkan Notifikasi OK Tidak Terimakasih