Connect with us

Ekbis

Kota Malang Kendalikan Inflasi Dengan Strategi 4K

Diterbitkan

,

Kota Malang Kendalikan Inflasi Dengan Strategi 4K
Sekretaris Daerah Kota Malang Erik Setyo Santoso, ST, MT memaparkan faktor-faktor yang mempengaruhi dan mengendalikan tingkat inflasi (Foto : Humas Pemkot Malang for Kabarmalang.com)

 

KABARMALANG.COM – Kota Malang berupaya mengendalikan inflasi dengan strategi 4K. Yakni, yaitu ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, keterjangkauan harga, dan komunikasi yang efektif.

Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Malang membahas beberapa hal itu dalam rakor penyusunan roadmap pengendalian inflasi Kota Malang 2022-2024.

Sekretaris Daerah Kota Malang Erik Setyo Santoso,ST, MT mengatakan, empat faktor ini dapat mengendalikan inflasi dengan baik.

Sehingga berbagai elemen yang ada dalam TPID harus kolaborasi.

“Seperti Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan. Juga, Perum Bulog, Pertamina, dan Dinas Perhubungan harus saling menguatkan,” imbuh Erik dalam keterangan tertulis Humas Pemkot Malang, Kamis (20/1).

Kabar Lainnya : Inflasi Terkendali, Kota Malang Peringkat 3.

Misalnya, tingkat inflasi di suatu daerah tergolong rendah atau bahkan tinggi. Maka akan berdampak kurang baik bagi pertumbuhan ekonomi maupun stabilitas daerah.

Sehingga inflasi harus terkendali dengan baik. Sehingga, tercipta suasana yang kondusif serta mendongkrak pertumbuhan ekonomi secara signifikan.

Konkritnya, sejumlah harga kebutuhan pokok, seperti minyak goreng, daging, telur, gula, beras, dan cabe harus dalam posisi harga stabil atau sesuai harga pasar.

“Dalam konteks ini, jangan sampai terjadi replikasi kinerja dan atau bahkan tumpang tindih dalam menjalankan tugas dan wewenangnya. Elemen yang ada dalam TPID harus saling mengisi dan menguatkan,” tegasnya.

Wakil Ketua TPID Kota Malang Azka Subhan Aminurridho mengatakan, selama tiga tahun ke depan, tingkat inflasi harus berada di angka plus minus tiga.

Menurut pria yang juga Kepala Bank Indonesia Kantor Perwakilan Malang itu, Kota Malang bukan daerah penghasil dari sejumlah kebutuhan pokok masyarakat.

Namun jika para pihak dalam TPID bersinergi dengan baik, maka tidak akan terjadi lonjakan harga.

Di sisi lain, kata dia, pasar murah menjadi langkah terakhir ketika terjadi kenaikan harga yang cukup tinggi dari kebutuhan pokok masyarakat tersebut.

“Dalam hal ini, bagaimana Kota Malang bisa menyeimbangkan sebagai kota bukan produsen di bidang pertanian, peternakan dan harus mencukupi kebutuhan komoditas tersebut,” ringkasnya.

“Kota Malang juga harus bisa menjaga ketersediaan kebutuhan barang jadi lainnya agar inflasi terkendali dengan baik,” tegas Azka.(kbr/yds)

Terpopuler

// width=
Marketing Kabarmalang.Com
Aktifkan Notifikasi OK Tidak Terimakasih