Connect with us

Pemerintahan

DPRD Kota Malang Dan Wartawan Terima Vaksin Booster

Diterbitkan

,

DPRD Kota Malang Dan Wartawan Terima Vaksin Booster
Ketua IJTI Korda Malang Raya M Tiawan saat vaksinasi booster di ruang paripurna DPRD Kota Malang. (Foto : carep-04)

 

KABARMALANG.COM – Anggota DPRD Kota Malang bersama puluhan jurnalis di Malang Raya menerima vaksinasi lanjutan atau tahap 3 booster di Ruang Sidang Paripurna, Kamis (20/1).

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang menyediakan 75 dosis vaksin jenis Pfizer untuk anggota DPRD dan para jurnalis.

Ketua DPRD Kota Malang, I Made Rian Diana Kartika, mengatakan bahwa dia sudah mengajukan vaksinasi booster untuk 45 anggota dewan, sekretaris dewan, TPOK dan media.

“Tetapi karena keterbatasan, kami hanya menerima jatah 75 dosis. Akhirnya saya putuskan, 45 dosis untuk dewan dan 30 dosis untuk awak media,” kata Made.

Made juga mengatakan, bahwa dosis vaksinasi untuk media merupakan bentuk sinergitas.

Sehingga, awak media yang bertugas di DPRD Kota Malang, mempunyai kekebalan tubuh yang sama dengan anggota dewan yang sudah tervaksin dosis 3.

Made juga mengatakan, bahwa hanya 36 anggota DPRD Kota Malang, yang dalam pelaksanaan ini bisa mengikuti vaksinasi booster.

“Sembilan anggota kami tidak bisa mengikuti vaksinasi booster. Karena ada yang sakit dan belum memenuhi sejumlah persyaratan,” jelasnya.

Selain itu, beberapa di antara mereka menggunakan vaksin jenis Astrazeneca. Vaksin ini tidak kompatibel dengan Pfizer.

Made sudah koordinasi dengan Dinkes Kota Malang, terkait anggota DPRD yang belum bisa menerima vaksinasi booster.

“Covid-19 belum benar-benar berakhir. Oleh karenanya mari kita melakukan mitigasi serta pencegahan sedini mungkin. Sehingga, kehidupan kembali normal lagi,” tambah Ketua DPC PDIP Kota Malang.

Sementara itu, Ketua PWI Malang Raya, Cahyono, mengapresiasi vaksinasi booster untuk para jurnalis di Malang Raya.

Menurutnya, jurnalis sudah masuk dalam kategori kelompok rentan. Karena, aktivitas dan mobilitas wartawan cukup tinggi di lapangan.

“Kami berharap institusi di daerah lain juga menggelar vaksinasi booster untuk jurnalis di wilayah kerjanya. Karena jurnalis adalah kelompok rentan,” kata Cahyono.(carep-04/yds)

Advertisement

Terpopuler