Pemerintahan
Inflasi Terkendali, Kota Malang Peringkat 3

KABARMALANG.COM – Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Malang berprestasi. Tahun 2020, kinerja meningkat secara ekonomi makro.
“Bertahun-tahun, kita belum pernah masuk ranking pengendalian inflasi. Tahun ini Kota Malang masuk ranking 3. Setelah kabupaten Banyuwangi dan Kediri,” kata Azka Subhan Aminurridho, Kepala BI Malang, Rabu (25/11).
Menurut Azka, nilai pengendalian Kota Malang meroket. Tahun 2019, nilai pengendalian ada di angka 87.
Kota Malang hanya meraih peringkat 8. “Saya perkirakan, peringkat 3 2020 ini mencapai skor 97-98,” imbuh pria yang ramah dengan media ini.
Wali Kota Malang Sutiaji ikut bersuka cita. Menurut Sutiaji, ini adalah momentum kebangkitan ekonomi Kota Malang.
“Yang kita butuhkan saat ini adalah inflasi. Kita harus pacu masyarakat menggerakkan ekonomi secara dinamis,” ujar Sutiaji.
Sutiaji mendorong Kota Malang membalikkan deflasi ke inflasi. Kabar ini menjadi pemacu semangat kinerja TPID Kota Malang.
Langkah strategis Pemkot Malang sekarang, adalah menggeliatkan IKM. Yaitu, Industri Kecil Menengah.
Serta, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah Kota Malang.
Pandemi, Kota Malang Deflasi 5 Kali
Kepala BPS Kota Malang, Sunaryo mendukung pernyataan BI.
Data statistik Kota Malang sampai Oktober 2020 membuktikannya. Inflasi kota Malang sekitar 1,22 persen.
“Ini relatif rendah dari ekspektasi target inflasi. Yaitu sebesar 3 plus minus 1,” ujar Sunaryo.
Pada masa pandemi, Kota Malang dituntut mendongkrak laju inflasi. Karena, selama 2020, Kota Malang mengalami 5 kali deflasi.
Tahun 2019, terjadi 4 kali deflasi. Tahun 2018, malah terjadi hanya 1 kali deflasi.
Angka inflasi Kota Malang didorong tarif angkutan udara. Serta, harga daging ayam ras.

High Level Meeting TPID Kota Malang di Atria Hotel
Wawali Sofyan Edi Jarwoko, meminta ada pacuan ekonomi. Dua bulan menuju 2020, harus ada stimulus perputaran uang.
Misalnya, peningkatan pembelajaan APBD dan APBN. “Sesuai harapan Presiden juga, 2021 ada pembelanjaan APBD-APBN. Desember, kami dorong agar ada proses pengadaan barang jasa,” sambung Edi.
Potensi perekonomian Kota Malang wajib dikonsolidasi. TPID juga perlu menganalisa simpul ekonomi yang tertidur.
“Perlu kita bangkitkan dan gairahkan kembali. Tentu tetap memperhatikan protokol kesehatan, “tegas Wawali Edi.
Pemerintah pusat pun menyerahkan penghargaan kepada Pemkot Malang. Azka menyerahkan simbolis penghargaan itu pada Sutiaji. Yakni, di HLM TPID Kota Malang, Atria Hotel, Rabu (25/11).(carep-04/yds)
Peristiwa2 minggu agoGeger Penemuan Jasad Bayi Laki-laki di Saluran Irigasi Sawah Sukonolo Bululawang, Polres Malang Buru Pelaku
Serba Serbi2 minggu agoPromo JSM Superindo Malang Hari Ini 3–5 Juli 2026: Ayam Segar dan Minyak Goreng Diskon Besar!
Serba Serbi2 minggu agoPrakiraan Cuaca Jawa Timur Hari Ini 5 Juli 2026: Dominasi Cerah Terik, Waspada Suhu Dingin Batu dan Kabut Malam Hari
Pemerintahan3 minggu agoTekan Fenomena Fatherless di Momentum Harganas 2026, Pemkot Malang Gencarkan Gerakan Ayah Mengantar Anak Sekolah
Olahraga3 minggu agoHasil Piala Dunia 2026: Gol Telat Martinelli Bawa Brasil Menang Dramatis 2-1 dan Singkirkan Jepang di Babak 32 Besar
Serba Serbi2 minggu agoRamalan Zodiak Besok Jumat 3 Juli 2026: Cancer dan Capricorn Banjir Cuan, Sagitarius Wajib Waspada!
Peristiwa2 minggu agoRampok Honda Jazz Putih di Sumberpucung, Pelaku Curas Viral Diringkus Polres Malang Saat Hendak Jual Mobil
Serba Serbi1 minggu agoRupiah Hari Ini Ditutup Menguat ke Rp18.065 per Dolar AS, Intip Rincian Kurs BCA dan Mandiri































