Pemerintahan
Erick Thohir Ajak Mahasiswa Bangun Ekosistem Generasi Emas 2045

KABARMALANG.COM – Menteri BUMN, Erick Thohir mendorong kalangan mahasiswa untuk ikut membangun ekosistem generasi emas Indonesia 2045.
Erick menegaskan ini saat menjadi keynote speaker Talk Show Digital di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Sabtu (15/1).
Eks owner klub sepakbola Inter Milan itu yakin, ekonomi Indonesia akan membaik ketika ekosistem industri dapat bergerak.
Sehingga, Erick mengajak para rektor di seluruh Indonesia untuk mulai membuka road map, link and match kepada mahasiswa.
“Ke depan bagaimana mahasiswa bisa tumbuh dan beradaptasi dengan pekerjaan. Tidak mungkin kita membangun ekonomi 2045 tanpa membuka dan menciptakan lapangan pekerjaan baru,” ucap Erick.
Demi membangun ekosistem ini, Erick memerlukan adanya kerjasama lintas sektor.
Yakni mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, UMKM, enterpreneur dan BUMN.
Salah satunya ialah dengan memulai membuka produksi berbasis teknologi dari sumber daya alam yang ada di Indonesia.
“Kita harus satukan ekosistem ini untuk Indonesia di 2045,” ungkapnya.
Erick mencontohkan, dampak ekspor bahan baku memberikan dampak yang kurang baik bagi Indonesia.
Bahan baku dari sumber daya alam Indonesia itulah, yang dia minta agar seharusnya tetap berada di Indonesia.
Dia tidak ingin, Indonesia hanya mengkonsumsi produk yang bahan bakunya dari dalam negeri, namun produksinya dari luar negeri.
Sehingga, rantai produksi dari hulu ke hilir yang sepenuhnya berada di Indonesia sangat krusial.
“Seperti batu bara. Itu bisa menjadi bahan baku elpiji. Sekarang elpiji mulai mahal. Sedangkan kita masih impor. Kenapa tidak mau memproduksi bahan baku dari perut bumi kita sendiri. Ini lebih bagus,” katanya.
Pasar yang besar di Indonesia ini harusnya termanfaatkan untuk pertumbuhan bangsa membuka lapangan kerja.
Dia tidak ingin sumber daya alam Indonesia ini dimanfaatkan oleh bangsa lain.
“Intinya kita tidak mau SDA kita, tidak lagi untuk pertumbuhan ekonomi kita. Kita tidak mau market kita untuk bangsa lain, market kita ya untuk Indonesia,” tutupnya.(carep-04/yds)
Peristiwa3 minggu agoFenomena Viral “Cacing” Persija Usai Kalah dari Persib: Sejarah Spanduk di Samarinda dan Dampak Klasemen
Olahraga3 minggu agoHasil Bali United vs Borneo FC 2-3: Pesut Etam Menang Dramatis, Persaingan Juara dengan Persib Kian Memanas!
Peristiwa3 minggu agoRupiah Melemah Tembus Rp17.516 per Dolar AS Hari Ini 12 Mei 2026, Rekor Tertinggi Akibat Inflasi Global
Peristiwa3 minggu agoIHSG Turun ke Level 6.905 pada 11 Mei 2026: Tertekan Sentimen MSCI dan Pelemahan Rupiah ke Rp17.500
Serba Serbi3 minggu agoHarga Perak Antam Hari Ini 11 Mei 2026 Turun Jadi Rp51.450 per Gram, Simak Rincian Harga Global dan Lokal
Serba Serbi3 minggu agoHarga Emas Antam Melonjak ke Rp2.859.000 per Gram Hari Ini 12 Mei 2026, Cek Rincian Buyback di Pegadaian
Serba Serbi3 minggu agoHarga Perak Antam Hari Ini 13 Mei 2026 Melonjak Lagi ke Rp56.200 per Gram, Tren Bullish Berlanjut
Peristiwa3 minggu agoPolemik LCC Empat Pilar MPR RI 2026: Insiden Penilaian Viral di Kalbar Berujung Permohonan Maaf dan Penonaktifan Juri





































