Connect with us

Hukrim

Sebut Banser Garangan, Warga Sidomulyo Batu Dilaporkan

Published

on

Fotor 156769176456272

KABARMALANG.COM – Pemilu legislatif dan presiden 2019 memang telah berakhir, namun tidak dengan fanatisme berlebihan, Syaiful Imam (45) warga Desa Sidomulyo Kota Batu. Ia telah melontarkan ucapan ‘garangan’ kepada Ansor dan Banser, membuat dirinya dilaporkan ke Polres Batu, Kamis (5/9/2019) pagi.

Meski telah meminta maaf, dirinya tetap berkilah atas apa yang ia perbuat.

Berawal dari laporan pimpinan wilayah Ansor Jawa Timur, terkait viralnya postingan akun Facebook Syaiful Imam yang menyudutkan serta menghina banser dan ketua umum ansor, mendapatkan reaksi dari pihak Satuan Koordinator Cabang (Satkorcab) Banser Kota Batu.

“Kami kira orang luar Malang Raya, ternyata justru warga Kota Batu sendiri. Tidak bermaksud meluruk, sebagai sesama muslim kami hanya melakukan silaturahmi dan Tabayyun kepada saudara muslim yang khilaf,” tegas Satkorcab Banser Kota Batu, Arif Hariyanto.

Diketahui, Syaiful mengakui jika dirinya memang melakukan ujaran kebencian kepada Banser dan Ansor. Hanya saja, dirinya tidak serta merta merasa mutlak bersalah, dengan dalih beberapa isu tentang dua organisasi NU tersebut selama masa jelang Pilpres 2019.

“Kalau motifnya kurang lebih karena kekecewaan yang bersangkutan dengan hasil Pilpres, dihubungkan dengan beberapa pendakwah NU salah satunya Gus Miftah. Permintaan maaf beliau kami terima, hanya saja proses hukum harus tetap berjalan,” imbuhnya.

Setelah melakukan kajian organisasi dan tela’ah, serta instruksi dari ketua Pengurus Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Batu, maka Syaiful resmi dilaporkan kepada pihak berwajib, dalam hal ini Polres Kota Batu. Dengan harapan memberikan efek jera kepada masyarakat lainnya agar tidak melanggar undang-undang (UU) Informasi Transaksi Elektronik (ITE).

“Dalam postingan tersebut yang bersangkutan menyebut bahwa banser adalah garangan – garangan (hewan). Dia pendatang di Kota Batu, seharusnya tidak merusak citra pendakwah yang aktif di ormas muhamadiyah dan pemangku mushola di dekat rumahnya, tentu ini menciderai kerukunan antara elemen masyarakat di Kota Batu,” tandasnya.

 

Penulis : Doi Nuri

Advertisement
Advertisement

Terpopuler