Connect with us

Pemerintahan

Sekda Kabupaten Malang Mantapkan Langkah Maju Pilbup 2020

Diterbitkan

||

Sekda Kabupaten Malang, Didik Budi Muljono

KABARMALANG.COM – Genderang perang nampaknya mulai ditabuh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang, Didik Budi Muljono menjelang perhelatan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati 2020 mendatang.

Didik cukup serius untuk bertarung dalam Pilbup tahun depan. Hal itu terlihat jelas saat Didik mendatangi kantor Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan di Jalan Mojosari, Pepen, Kepanjen, Kamis (5/9/2019).

Pria ramah tersebut datang ke kantor DPC PDIP untuk mengambil formulir pendaftaran bakal calon Bupati. Seperti diketahui, partai berlambang banteng itu mulai menjaring bakal calon Bupati Malang mulai hari ini hingga Rabu (11/9/2019) nanti.

“Sekda Kabupaten Malang, Didik Budi Muljono merupakan pendaftar pertama. Dia datang ke kantor DPC sekitar pukul 14.15 WIB,” terang Wakil Ketua Tim Pendaftaran Bakal Calon Bupati dan Wabup DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang, Santoko.

Eks Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Malang ini menambahkan, belum diketahui apakah Didik bakal mencalonkan diri sebagai Bupati atau Wabup. Hal itu baru bisa diketahui saat Didik nanti mengembalikan formulir.

“Formulir itu paling lambat dikembalikan pada 14 September,” ungkapnya.

Sebagai informasi, beberapa waktu lalu, Didik Budi Muljono memang gencar dikabarkan bakal maju pada Pilbup 2020. Dirinya pun mengaku siap menanggalkan lebih dini jabatannya saat ini.

 

 

 

Penulis : Dimas

 

Klik untuk mengirimkan komentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pemerintahan

Korsleting Dominasi Penyebab Kebakaran Kabupaten Malang

Diterbitkan

||

Salah satu kebakaran akibat korsleting listrik terjadi di distributor popok PT Unirama Karangploso beberapa waktu lalu. (Foto: Istimewa)

KABARMALANG.COM – Korsleting listrik mendominasi penyebab kebakaran di Kabupaten Malang. Dua bulan terakhir, listrik menjadi persoalan fatal kasus kebakaran.

Berdasarkan analisa Damkar Kabupaten Malang, ada dua alasan korsleting. Pertama, kabel listrik tidak sesuai dengan watt rumah.

Kebanyakan rumah yang korsleting listrik, ada peningkatan daya watt. Namun kualitas kabel listrik juga tidak ikut ditingkatkan.

“Jadi awalnya kan rumah itu 300 watt. Pakai kabel engkel yang kecil. Itu sudah sesuai SNI. Tapi kemudian ditingkatkan wattnya jadi 1300,” kata Goly Karyanto, Kabid PPK Satpol PP Kabupaten Malang.

“Harusnya kan kabelnya juga diganti. Tapi kabelnya ini tidak diganti. Tetap digunakan kabel engkel yang kecil. Kan tidak kuat untuk menahan beban watt,” kata Goly.

Alhasil, korsleting pun terjadi. Kabel terbakar. Apinya merembet ke benda-benda terdekat.

“Dan nahasnya biasanya kalau korsleting kan lampu padam. Orang itu kebanyakan tidak nyari dulu penyebab padam. Tapi langsung ke meteran listrik di depan rumah. Tujuannya untuk menghidupkan listrik lagi. Lah waktu ke depan itu. Api sudah menyebar,” kata Goly.

Alasan kedua penyebab korsleting listrik adalah perkara stop kontak.

Stop kontak kebanyakan digunakan tidak sesuai dengan daya wattnya.

Contohnya, satu stop kontak hanya bisa dibebani 300 watt. Tapi dibuat colokan magic jar sekaligus alat setrika.

Padahal dua alat itu mempunyai beban 700 watt lebih.

“Ya langsung jadi korsleting. Maka kami sarankan warga Kabupaten Malang. Untuk melihat dulu stop kontak kuat berapa watt. Lalu dibuat apa saja. Kalau tidak kuat, akhirnya korsleting listrik dan kebakaran,” tutupnya.

Data Damkar, kebakaran di Kabupaten Malang cukup meningkat. Oktober 2020, kebakaran sudah terjadi sebanyak 10 kali.

Diketahui, mayoritas penyebab kebakaran itu karena human error. Alias keteledoran masyarakat. Khususnya akibat korsleting listrik.

Dari 10 kebakaran selama Oktober, 80 persennya akibat korsleting.

Sisanya diduga membuang putung rokok.(im/yds)

 

Lanjutkan Membaca

COVID-19

Target Kota Malang Masuk Zona Kuning

Diterbitkan

||

Walikota Malang Drs H Sutiaji dalam pemaparan penanganan Covid-19

KABARMALANG.COMKota Malang terbilang sukses dalam penanganan virus Covid-19. Dengan tetap berada di zona orange dalam beberapa waktu terakhir. Pekan depan ditargetkan berubah menjadi zona kuning.

“Mudah-mudahan, minggu depan masuk zona kuning,” ujar Wali Kota Malang Drs H Sutiaji kepada wartawan di gedung DPRD, Selasa (20/10/2020).

Tak lupa Sutiaji mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat dan stakeholder yang secara terus menerus menyampaikan literasi disiplin protokol kesehatan.

Sehingga kemudian membawa masyarakat Kota Malang menjalani kehidupan dengan kenormalan baru.

“Saya berterima kasih kepada masyarakat, stakeholder dan media yanh terus memberikan literasi disiplin. Hingga kehidupan masyarakat ada kenormalan baru,” ucap Sutiaji.

Baca juga : Satu Pegawai Dinsos Kota Malang Dikabarkan Meninggal Gegara Covid-19

Menurut Walikota, kunci dari kondisi sekarang adalah masyarakat. Apakah ingin tetap mempertahankan atau tidak.

“Tinggal sekarang dipertahankan atau tidak tergantung dari masyarakat,” tuturnya.

Walikota mengklaim bahwa tingkat kesembuhan pasien Covid-19 di Kota Malang sudah mencapai 87 persen.

Dirinya menyakini prosentase tersebut akan mengalami peningkatan secara terus menerus.

“Kesembuhan kita meningkat terus, sekarang sudah 87 persen. Memang hari ini, ada yang meninggal dua orang, karena Covid-19, biasanya hanya satu,” ungkapnya.

Baca juga : Kesadaran Masyarakat Menurunkan Kasus Pertambahan Covid-19 di Malang

Berdasarkan data Satgas Covid-19 Kota Malang per 19 Oktober 2020, jumlah warga terkonfirmasi positif Covid-19 mencapai 1937 atau bertambah 8 orang dari hari sebelumnya.

Sementara pasien meninggal sebanyak 191 atau bertambah 1 orang, pasien sembuh sebanyak 1702 atau bertambah 13 orang. (rjs/yds)

Lanjutkan Membaca

Politik

Gelar Khataman, Bagikan 12 Ton Beras

Diterbitkan

||

Oleh

Suasana khataman di kantor DPD Golkar Kota Malang, Selasa (20/10).

KABARMALANG.COM – DPD Golkar Kota Malang menggelar aksi sosial, Selasa (20/10). Sebanyak 12 ton beras, dibagikan kepada masyarakat.

Bakti sosial ini, bentuk aksi nyata HUT ke-56 Golkar. Sasaran bantuannya adalah warga kurang mampu Kota Malang.

“Kami bagikan beras 12 ton. Sasarannya adalah masyarakat yang terlewat program bantuan pemerintah,” ujar Ketua Panitia HUT ke-56 Golkar Kota Malang, Fuad Ardiansyah kepada Kabarmalang.com, Selasa (20/10).

Selain warga kurang mampu, beras dibagikan ke kader Golkar. Utamanya, kader Golkar di wilayah Kota Malang.

Tidak hanya pembagian beras, Golkar juga menggelar khataman. Pembacaan alquran digelar di kantor DPD Golkar Kota Malang.

Yakni, di Jalan Panglima Sudirman, Rampal, Kota Malang. “Peserta khataman dari perwakilan kader Golkar tiap kecamatan,” tambah Fuad.

Khataman dan bakti sosial, adalah rangkaian HUT ke-56 Golkar.(carep-04/yds)

Lanjutkan Membaca
Advertisement Iklan Sosialisasi Perwali Kota Batu
Advertisement Iklan cukai Pemkot Batu

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com